Ekonomi dan Pembangunan

PT Freeport Indonesia Gelar Environmental Exhibition 2025

Foto bersama sebelum kegiatan dimulai

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Environmental Exhibition 2025 guna memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Kegiatan dilaksanakan di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (12/06/2025) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Pada giat ini, PTFI mengadakan pameran lingkungan yang diikuti instansi pemerintah dan divisi lingkungan PTFI di pelataran Eme Neme Yauware.

Sebelumnya, PTFI juga telah melakukan aksi penghijauan di Grasberg, bersih kali bersama Pemda, aksi bersih kantor dan talk show tentang lingkungan hidup. 

VP Enviromental PTFI, Gesang Setyadi mengatakan gerakan Hari Lingkungan Hidup bukan hanya sekadar perayaan, tetapi harus dibarengi dengan aksi yang dapat membawa perubahan besar yang dimulai dari langkah kecil. 

Gesang menjelaskan, saat ini PTFI sedang menggaungkan aksi pengurangan sampah plastik, sebab sampah plastik merupakan ancaman serius bagi lingkungan karena sulit terurai secara alami dan jumlahnya terus meningkat. 

Setiap tahun ada 400 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia. Sebagian besar berakhir ditempat tidak semestinya, seperti sungai, laut, tanah, bahkan di tubuh makhluk hidup.

Mikroplastik juga sudah ditemukan di dalam air minum, udara dan makanan yang dikonsumsi. 

"Ini bukan hanya masalah lingkungan tetapi krisis kesehatan ekonomi dan keadilan sosial," kata Gesang.

Melalui kegiatan ini, Gesang mendorong masyarakat Timika agar lebih peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Beberapa aksi yang bisa dilakukan untuk mengakhiri penggunaan plastik adalah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri saat berbelanja, menggunakan botol minum isi ulang dan menolak sedotan plastik. 

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengapresiasi kegiatan Environmental Exhibition 2025 yang disponsori oleh PTFI tersebut.

Wabup Kemong mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk semakin peduli dengan lingkungan dengan tidak merusak lingkungan seperti penambangan liar yang berarti menjauhkan bencana. 

Menurutnya, kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, kemudian kebersihan di jalan-jalan dan kota.

Masyarakat juga harus membiasakan diri memisahkan sampah organik dan non-organik serta mematuhi peraturan terkait jadwal pembuangan sampah. 

"Saya menghimbau kepada kita semua, untuk terus menjaga lingkungan kita. Kita lihat ini sedikit demi sedikit sudah mulai rapi, tapi belum sebaik yang kita harapkan. Kota Mimika harus mulai dengan kebersihan," pungkasnya. (Shanty Sang)

Bahas Program Kerja, Dekranasda Mimika Gelar Rapat Kerja

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Dalam upaya menyusun program kegiatan untuk Tahun Anggaran 2025, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) gelar Rapat Kerja (Raker).

Raker yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Selasa (10/6/2025) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi dalam sambutannya mengatakan Raker ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis.

Tidak hanya sebagai sarana evaluasi dan penyusunan program, tetapi juga sebagai forum untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antar-stakeholder, guna mendukung pengembangan industri kerajinan yang berdaya saing serta berakar pada kearifan lokal Kabupaten Mimika.

Oleh sebab itu, untuk mewujudkan 'Mimika Rumah Kita Bersama', ada 3 hal pokok yang ditekankan yakni pertama, penguatan identitas lokal dan keunikan budaya.

Dimana perlu terus menggali, melestarikan, dan mengembangkan potensi kerajinan khas Mimika yang mencerminkan jati diri dan nilai-nilai budaya lokal. 

"Produk-produk kerajinan kita harus menjadi representasi dari kekayaan etnik dan budaya Mimika yang patut dibanggakan baik di tingkat internasional, regional dan nasional," kata Yoga.

Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kewirausahaan. Dimana, para Perajin perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, serta pemahaman pasar.

Untuk itu, pelatihan, pendampingan usaha, dan akses terhadap teknologi serta pembiayaan harus menjadi bagian dari strategi bersama Dekranasda dan instansi terkait.

Ketiga, sinergi program lintas sektor dan kemitraan. Dimana, keberhasilan pembangunan sektor kerajinan tidak bisa berjalan sendiri melainkan dibutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, Dekranasda, dunia usaha, akademisi, dan komunitas Perajin. 

"Dengan sinergi ini, kita dapat menciptakan ekosistem yang kondusif dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Mimika," tutur Yoga.

Ia berharap, Raker ini dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkrit, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di bidang kerajinan.

Adapun beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan Dekranasda yaitu pendataan dan pemetaan kerajinan lokal, potensi identifikasi sentra kerajinan di wilayah setempat (misalnya kampung, distrik, komunitas).

Selain itu juga, perajin dan jenis kerajinan yang dikembangkan (anyaman, ukiran, tenun, keramik).

"Pemetaan ini penting untuk menyusun program berbasis kebutuhan nyata dan potensi unggulan daerah," ujarnya.

Selanjutnya, peningkatan kapasitas dan keterampilan perajin. Yang mana akan mengadakan pelatihan keterampilan teknis (inovasi desain, pewarnaan alami, teknik produksi modern).

Pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, pemasaran, literasi keuangan, digitalisasi, mengembangkan inkubator kreatif bagi pelaku usaha bidang kerajinan bisnis baru.

Fasilitasi akses produk, pasar dan promosi untuk membantu pelaku usaha masuk ke pasar lokal, nasional, dan internasional melalui pameran, marketplace, media sosial, dan kerja sama kemitraan.

Mendorong terbentuknya galeri tetap atau rumah kerajinan sebagai etalase produk Mimika dan membantu dalam pengurusan sertifikasi produk, label halal, haki (hak kekayaan intelektual) untuk melindungi dan meningkatkan nilai jual.

Sementara, penguatan kelembagaan dan kemitraan untuk memfasilitasi terbentuknya koperasi atau kelompok usaha Perajin agar lebih kuat secara kelembagaan.

Membangun kemitraan strategis dengan OPD BUMD, Perbankan, LSM, dan sektor swasta untuk pembinaan, hingga pembiayaan. pemasaran, bersinergi dengan program-program CSR yang relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif.

Lainnya, inovasi dan adaptasi teknologi untuk mendorong penggunaan alat produksi modern dan ramah lingkungan agar efisiensi dan kualitas meningkat. Mempromosikan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran dan branding produk dan meningkatkan standar kualitas produk agar kompetitif dan konsisten.

Perlindungan dan pelestarian warisan budaya lokal untuk menjadikan kerajinan bukan hanya sebagai produk ekonomi, tapi juga bagian dari identitas budaya.

Mendorong regenerasi perajin muda agar warisan tidak punah dan mengintegrasikan pendidikan program dengan berbasis budaya lokal, terutama di sekolah-sekolah.

"Kunci keberhasilan terakhir adalah monitoring, evaluasi dan pengembangan berkelanjutan untuk melakukan evaluasi rutin terhadap program-program kerja, mana yang berhasil, ditingkatkan, mana yang perlu menyusun roadmap kerajinan berkelanjutan. Daerah pengembangan secara mengedepankan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat adat dan kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara mengatakan kegiatan hari ini bertujuan menyatukan semua program di berbagai aspek, serta mengangkat semua pengrajin lokal dari industri kecil menengah lewat UMKM di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak Pengrajin yang kebingungan dalam mempromosikan kerajinan yang sudah selesai, tidak ada wadah dalam memamerkan hasil karya lokal. 

"Mereka menyelesaikan itu tidak ada tindak lanjut untuk dipromosikan, dipamerkan dan hasil akhir yang mereka dapat adalah selalu tinggal diam," katanya. 

Oleh karena itu, Nela berharap dengan adanya Dekranasda bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Pengrajin lokal yang ada di Kabupaten Mimika terutama Orang Asli Papua (OAP) yang tergolong ekonomi rendah. Dekranasda akan memberikan bimbingan serta mempromosikan karya para Pengrajin hingga ke tingkat internasional. 

"Kita bantu mencari pasar buat mereka, di dalam kabupaten, provinsi sampai ke tingkat internasional sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu dan memperbaiki perekonomian mereka," pungkasnya. (Shanty Sang)

Disperindag Mimika Temukan Dua Timbangan Pedagang Ikan Tidak Layak Digunakan

Disperindag Mimika saat melakukan pengecekan dan tera ulang timbangan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika melakukan pengecekan dan tera ulang alat ukur timbangan para pedagang ikan di Pasar Sentral. Hasilnya, dua timbangan sudah tidak layak untuk digunakan.

“Ada dua timbangan yang kita tarik karena sudah tidak layak pakai atau rusak dan kalau kita tinggalkan di sini takutnya disalahgunakan oleh pedagang,” kata Kepala Disperindag Mimika, Petrus Pali Amba saat diwawancarai ketika melakukan tera ulang di Pasar Sentral Timika, Selasa (3/6/2025).

Petrus mengatakan, tera ulang timbangan ini dilakukan untuk memastikan konsumen berbelanja kebutuhan dengan aman dan nyaman. Hanya saja masih ada pedagang yang tidak taat dan menganggap sepele tera ulang timbangan.

"Jadi, jika kami dinas sudah lakukan tera ulang dan alatnya memang tidak bisa sesuai dengan standar penggunaannya maka akan di tarik untuk dimusnakan," ujarnya.

Dikatakan, bahwa timbanga yang sudah dilakukan tera ulang akan diberikan stempel berupa stiker yang ditempel dan tanda berupa kawat yang dililit pada bagian penutup.

“Jadi jika ditemukan tanda yang diberikan oleh petugas sudah tidak ditemukan lagi pada timbangan maka ada kemungkinan terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pedagang,” jelasnya.

Katanya, petugas dari Bidang Metrologi Disperindag akan terus melakukan pengawasan secara rutin di pasar terkait dengan hal tersebut.

Ia pun mengimbau, bagi warga yang akan membeli ikan untuk memperhatikan pada timbangan yang digunakan para pedagang.

“Warga harus perhatikan juga pada timbangan, usahakan dilihat dari pas mau timbang angkanya di nol, biar tidak tertipu,” ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top