Ekonomi dan Pembangunan

Menyambut HUT Ke-8, Hotel Horison Ultima Gelar Berbagai Kegiatan

Hotel Horizon Diana gelar sejumlah kegiatan dalam menyambut ulang tahun ke-8

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-8 yang jatuh pada tanggal 16 Juni 2025, Hotel Horison Ultima yang berlokasi di Jalan Hadanudin, bakal menggelar serangkaian kegiatan acara yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Kabupaten Mimika serta para tamu hotel.

Rangkaian kegiatan acara ini bakal berlangsung pada Minggu, 15 Juni 2025 dengan berbagai kegiatan diantaranya color run, dance competition, zumba, bazaar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, live musik, live DJ, door prize dan lainnya.

Semua keseruan kegiatan dipusatkan di Hotel Horison Ultima Timika, Jalan Hasanuddin.

Untuk color run bekerjasama dengan komunitas Timika Runner dan zumba melibatkan ibu-ibu dari kerukunan, sementara untuk dance competition menyasar usia 10-17 tahun.

Menariknya, pada color run dan party zumba ini Manajemen Hotel Horison Ultima Timika memberikan doorprize dan voucher kepada para peserta. Untuk dance competition sendiri akan memperebutkan hadiah sebesar Rp4 juta.

"Bazaar ini melibatkan 25 UMKM dan juga ada beberapa sponsor juga. Kami pihak hotel sudah menyiapkan semuanya jadi pelaku UMKM hanya membawa jualannya saja," kata Sales Manager Horison Ultima Timika, Ni Kadek Maretha, Kamis (29/5/2025).

Kadek mengatakan, kuota untuk color run awalnya 250 dengan biaya pendaftaran Rp150 ribu yang sudah include dengan kaos, medali untuk finisher dan snack. Meski, kegiatan color run sifatnya non profit namun antusias masyarakat banyak sehingga kuota ditambah lagi 50.

"Sejak buka pendaftaran tanggal 25 Mei lalu langsung full atau habis. Kami belum bisa menambah lagi karena ini menyesuaikan dengan situasi di lapangan," tutur Kadek.

Adapun rute color run dimulai dari hotel Jalan Hasanudin - Yos Sudarso - Belibis - Budi Utomo - finish ke hotel Hasanudin.

"Color run ini start dari jam 6 sampai jam 8. Kemudian dilanjutkan dengan Zumba, bazar UMKM, pemeriksaan gratis. Malamnya ada live dj dan live musik," ungkapnya. (Shanty Sang)

Freeport Tebar 10.000 Anakan Ikan Barramundi dan 500 Kepiting Bakau di Muara Sungai Ajkwa

Proses pelepasan ikan barramundi dan kepiting bakau oleh Tim PTFI di perairan alami guna menambah populasi di area muara Sungai Ajkwa.

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem perairan terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan menebar (restocking) sebanyak 10.000 ekor anakan ikan barramundi dan 500 ekor indukan kepiting bakau, di Muara Sungai Ajkwa, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (19/5).

Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi menyebutkan tujuan dari restocking ini adalah untuk menjaga populasi ikan barramundi dan kepiting bakau serta meningkatkan populasi ekosistem pesisir.

“Dengan demikian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kamoro yang berdomisili di pesisir selatan Kabupaten Mimika. Kegiatan ini rencananya dilakukan setiap tahun hingga 2032,” ungkapnya.

Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi juga menjelaskan upaya menebar benih ini didasarkan hasil penelitian yang rutin dilakukan oleh Universitas Papua (UNIPA).

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan kegiatan penangkapan ikan dan kepiting (overfishing) akibat meningkatnya permintaan dan populasi penduduk Kabupaten Mimika.

“Upaya restocking ikan dan mangrove ini tertuang dalam Persetujuan Teknis Pemulihan Ekosistem Mangrove yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan dan Kehutanan pada tahun 2023,” kata Gesang.

Sementara itu, Ketua SDGs Center Universitas Diponegoro Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto mengatakan upaya PTFI ini merupakan langkah strategis mendukung pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” katanya.

Denny menjelaskan bahwa dari sisi ekologis, restocking berperan penting dalam pemulihan
populasi spesies perairan, peningkatan keanekaragaman hayati, serta membantu menjaga keseimbangan fungsi ekosistem pesisir.

Sementara itu, mewakili masyarakat adat Kamoro, Siprianus Operawiri menyambut baik inisiatif PTFI dan menilai kegiatan ini akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat apresiasi kegiatan ini, jadi dengan adanya program ini harapannya populasi ikan dan kepiting bisa terus terjaga untuk generasi mendatang. Kami juga akan mengingatkan kepada masyarakat nelayan agar tidak mengambil ikan-ikan yang masih anakan, kita tunggu sampai lebih besar agar punya nilai jual,” katanya.

Gesang menambahkan PTFI terus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan menjadi bagian dari solusi bagi pelestarian sumber daya perairan di Papua Tengah.

“PTFI bekerja sama erat dengan berbagai pihak dan pakar untuk menjalankan operasi pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Gesang.

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry
Indonesia (MIND ID).

PTFI menambang dan memproses bijih untuk menghasilkan mineral tembaga, yang mengandung emas dan perak. PTFI memasarkan konsentrat ke seluruh penjuru dunia, dan terutama ke smelter tembaga dalam negeri, PT Smelting.

Operasi penambangan PTFI berlokasi di kawasan mineral Grasberg, Papua – Indonesia. Saat ini PTFI mengoperasikan tambang bawah
tanah dengan metode block caving terbesar di dunia. Dalam menjalankan kegiatan operasinya, PTFI mengedepankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. (Red)

Pemda Mimika Kejar Target Nasional, 38 Koperasi Desa Merah Putih Sudah Terbentuk

Dinas Koperasi dan UMKM saat melakukan sosialisasi tentang Koperasi Desa Merah Putih

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) mencatat hingga saat ini sudah terbentuk 38 Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Terbentuknya 38 koperasi tersebut terdiri dari 17 kelurahan dan 21 kampung di wilayah Mimika.

Keberadaan ini menunjukkan bahwa Pemda Mimika terus menggencarkan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Di Distrik Kwamki Narama, Jumat (23/5/2025) kemarin Dinas Koperasi Melakuan sosialisasi pembentukan koperasi bersama tokoh masyarakat, kepala kampung dan aparat distrik.

Ketua Harian Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan pembentukan Koperasi merah putih di dalam kota hampir semua terbentu terbentuk, kecuali Distrik Kwamki Narama.

"Distrik Kwamki Narama belum pembentukan karena belum semua kepala kampung dan Bamuskam hadir. Karena pembentukan koperasi merah putih berkaitan dengan dana desa dan itu harus ada kesepakatan antara pendamping, aparat kampung dan Bamuskam," kata Yoga.

Ia berharap agar kepala distrik dan kelurahan bisa mengkoordinir ini dengan baik bersama kepala kampung, aparat kampung maupun Bamuskam.

"Kalau sudah lakukan konsolidasi dengan baik maka tim dari Dinas Koperasi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung akan datang lakukan sosialisasi kemudian lakukan pembentukan," ujarnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pembentukan koperasi merah putih secara teknis akan didampingi oleh Dinas Koperasi. Sehingga dalam waktu kurang lebih 2 Minggu diharapkan sudah bisa terbentuk.

Dinas Koperasi dan DPMK akan gencar sampai menjangkau semua distrik baik pesisir, pegunungan dan dalam kota untuk hal ini.

"Untuk targetnya kita belum tahu, karena ketentuannya itu minimal 500 KK per satu wadah koperasi. Kalau kita mau hitung sesuai jumlah desa dan lurah pasti tidak akan tercover itu karena ada desa yang warganya tidak sampai 500 KK dan otomatis pasti akan 2 desa yang di merger atau digabung," jelasnya. 

Lanjutnya, pihaknya tidak bisa menghitung jumlah koperasi sesuai jumlah desa dan kelurahan yang ada karena terbentur dengan standar ketentuan minimal 500 KK per satu wadah koperasi

"Paling tidak kita berusaha semaksimal sesuai syarat yang ada bisa terbentuk," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Ida Wahyuni menuturkan program ini merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Merah Putih secara nasional.

“Kami telah membentuk 38 koperasi dan terus melakukan sosialisasi di setiap distrik. Target kami, sebelum 12 Juli seluruh 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika sudah memiliki Koperasi Merah Putih,” ungkapnya

Ida menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan launching nasional koperasi ini secara serentak pada 12 Juni 2025.

Untuk itu, pihaknya telah menyusun jadwal pembentukan koperasi secara maraton di sejumlah distrik, di antaranya pada Senin (26/5) di Distrik Iwaka, Selasa (27/5) diz

Sementara Distrik Mimika Timur, 1 Juni di Pesisir Barat, 2–5 Juni, Distrik Agimuga 8–13 Juni di wilayah Pegunungan dan 16–20 Juni di dan distrik seputaran kota yang belum terjangkau.

Selanjutnya, Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal, dalam sambutan mengapresiasi program ini, dan berharap pemerintah daerah dapat terus mendampingi masyarakat dalam proses pembentukan dan pengelolaan koperasi.

Diketahui, potensi ekonomi di Distrik Kwamki Narama cukup besar, terutama pada sektor pertanian seperti umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran, yang dapat menjadi fondasi usaha koperasi masyarakat.

“Kami sangat membutuhkan koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi kampung dan solusi nyata mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah kami,” kata Yulius.

Yulius juga mengingatkan seluruh kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kwamki Narama yang terdiri dari 1 kelurahan dan 9 kampung ini untuk bersinergi dengan Pemkab Mimika dalam pelaksanaan program ini.

“Kami harap pengurus koperasi yang terbentuk adalah orang-orang yang paham dan punya komitmen dalam dunia usaha,” harapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top