Ekonomi dan Pembangunan

PTFI Bantu Pemda Mimika 150 Tempat Sampah Daur Ulang

Penyerahan bantuan tempat sampah oleh perwakilan PTFI kepada Disperindag

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia memberikan bantuan tempat sampah kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika.

Total tempat sampah yang akan diberikan sebanyak 150 unit namun bantuan ini akan diberikan secara bertahap.

Penyerahan bantuan 52 tempat sampah hari ini, Senin (15/11) merupakan tahap pertama yang diserahkan oleh Vice President Goverment Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga kepada Sekretaris Disperindag, Petrus Pali Lamba di Kantor Perindag, Senin (16/11).

"Hari ini kita beri 52 dari 150 yang akan kami serahkan secara bertahap. Kami berharap ini bisa membantu Diserindag untuk menkampanyekan kepada pengunjung pasar agar membuang sampah pada tempat yang disediakan," ujarnya.

Ia mengatakan bukan hanya di Mimika namun di daerah lainpun sampah menjadi persoalan karena menjaga kebersihan belum menjadi budaya masyarakat.

"Kadang di areal PTFI banyak juga sampah berserakan karena hal ini belum membudaya. Kami juga berharap Disperindag menambahkan dengan poster agar buang sampah pada tempatnya. Petugas juga merawat tempat sampah sehinga dapat dipakai dalam waktu yang lama," harapnya.

Jonny Lingga menambahkan, PTFI sejauh ini terus bekerjasama dengan Pemda Mimika dalam berbagai hal. Ia juga mengatakan PTFI sangat mendukung Mimika menjadi pusat niaga dan industri.

"Banyak hal akan jadi tanggungjawab Perindag karena Mimika ke depan akan banyak orang yang datang. Ini karena kegiatan ekonomi berkembang seiring dengan meningkatnya pendapatan daerah," ujarnya.

Diharapkan bantuan tempat sampah oleh PTFI yang merupakan hasil pengolahan daur ulang ini dimanfaatkan secara baik demi kebersihan dan kenyamanan Kota Timika, khususnya di pasar.

Jonny Lingga juga mengatakan sebanyak apapun tempat sampah namun jika sampah tidak dibuang pada tempatnya maka semuanya mubazir.

"Semoga bermanfaat tapi paling penting budaya membuang sampah pada tempatnya harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.Pasar bersih, banyak orang datang, pedagang mendapatkan keuntugan, retribusi lancar pendapatan daerah meningkat. Tingkatkan kenyamanan di pasar bukan hanya tugas Disperindag namun kita semua terutama masyarakat yang berkunjung," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Disperindag, Petrus Pali Lamba mengatakan bantuan yang diberikan PT Freeport ini selain ditempatkan di Pasar Sentral, juga akan ditempatkan di Pasar SP3, SP XIII dan SP 5.

"Kami bersyukur dan berterimakasih kepada PTFI karena telah membantu Pemda Mimika melalui bantuan tempat sampah. Ini akan bermanfaat dalam hal mengurangi kebiasan masyarakat kita dalam membuang sampah sembarangan. Harapan kami, dengan adanya tempat sampah ini masyarakat terutama pengunjung di Pasar Sentral dan lainnya semakin sadar dan peduli dalam menjaga kebersihan," ungkapnya. (Ronald)

Baru Satu UMKM di Mimika yang Miliki Ijin Edar, Padahal Pengurusannya Mudah

Peserta giat sinergisme pendampingan pelaku usaha UMKM

MIMIKA, BM

Berdasarkan data dari lintas sektor di Mimika ada sekitar 100 UMKM namun sayangnya dari jumlah ini hanya 1 UMKM yang telah memiliki Ijin Edar.

Hal ini disampaikan dalam giat sinergisme pendampingan pelaku usaha UMKM pangan di Hotel Grand Tembaga, Selasa (10/11) oleh Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Pom) Timika

Kegiatan ini tujuannya agar pelaku usaha UMKM pangan di Mimika peroleh legalitas terhadap prodak mereka.

"Sampai sekaraang hanya ada satu izin edar yang dikeluarkan Loka POM untuk produk olahan pangan UMKM. Ada satu yang sudah mendapat nomor izin edar. Nah ini kita masih menunggu yang lain, kami tidak tahu kendala pelaku UMKM ini apa sehingga tidak mendaftarkan prodaknya," tutur Plt Kepala Loka Pom Timika, Nursinatrya Sari saat diwawancarai usai kegiatan.

Nursinatrya mengatakan, jika ada kendala maka seharusnya pelaku UMKM mendatangi Loka POM agar bersama mencari jalan keluarnya.

Berdasarkan produk-produk yang beredar UMKM di Mimika sangat banyak, tetapi yang terdfaftar memiliki nomor izin edar itu baru satu. Yang terdaftar itu produk kripik.

"Kami bantu pendampingan kemarin dan sudah terbit izin edarnya untuk beberapa produk snaknya seperti kripik. Kami terus senantiasa mendorong pelaku UMKM baik secara personal ataupun institusi untuk mendaftarkan produknya, cuma kita belum tahu masalah teman-teman UMKM lain itu apa,"tutur Nursinatrya.

Katanya, jika persyaratan yang menjadi kendala, itu tidak mungkin karena pengurusan ijin edar sangat mudah yakni hanya dengan menyertakan NPWP, surat keterangan domisili usaha dan hasil pemeriksaan sarana oleh Loka POM.

Ia mengakui pihaknya belum memiliki data base pasti jumlah UMKM di Mimika namun sesuai data lintas sektor jumlah hampir mencapai 100 UMKM.

"Harapan kami agar UMKM yang belum terdaftar mereka bisa mendaftarkan prodaknya, sehingga memiliki legalitas untuk melakukan distribusi dan penjualan. Kalau ada masalah itu kita berupaya mencari jalan keluarnya, apa masalahnya karena di Loka POM itu misalnya prodak-prodak yang memerlukan uji kami akan faslitasi dan itu gratis,"tuturnya.

Terkait persoalan sarana dan prasarana, menurut Sari tergantung kesiapan pelaku usahanya. Loka Pom hanya melihat sarana dan prasarana UMKM yang ada memenuhi persyaratan atau tidak. Jika memenuhi persyaratan maka akan dikeluarkan rekomendasinya.

"Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau alasannya begitu apalagi jika soal pendanaan. Makanya kita selalu arakan coba masuk pada dinas mana yang memiliki program pembinaan UMKM. Makanya saat ini kami undang beberapa lintas sektor yang memiliki binaan supaya mereka tahu apa yang bisa mereka bantu untuk UMKM binaannya,"ujarnya.

Ia menjelaskan, jikapun sarana dan prasarana yang menjadi alasan maka pihaknya akan melakukan pendampingan. Termasuk pengujian laboratorium, akan difasilitasi.

Menurutnya, Loka POM akan sangat tegas ketika menemukan pangan olahan yang tidak memiliki izin edar. Produk pangan olahan tersebut akan langsung ditarik dan dimusnahkan.

"Produknya akan ditarik dan kita akan panggil produsennya. Tindaklanjut ini dilakukan oleh semua Loka POM atau BPOM yang ada di Indonesia yakni emusnahkan produk yang ditemukan tidak memiliki izin edar. Hal ini dilakukan supaya ada jaminan bahwa produk tersebut tidak akan di jual kembali. Cuma kadang memang proses dari pelaku Usaha ini tidak sabar dengan proses dalam mengurus izin edar," ungkapnya.

Pelaku usaha kadang beralasan pengurusannya lama dan ribet namun sebenarnya mereka tidak menjalankannya karena prosenya sangat mudah dan cepat.

Selain itu hal utama yang juga harus diperhatikan adalah sanitasi hygienes artinya tempat, proses produksi, perlatan yang digunakan harus bersih. Termasuk bahan baku yang digunakan semuanya harus aman.

"Untuk mendaftar di BPOM tidak harus punya label halal. Kalau punya label halal masukkan dan kalau belum punya yah ngak apa-apa. Artinya ngak boleh cantumkan logo halal di kemasannya, tapi kalau mau mencantumkan harus punya sertifikat halal,”ungkapnya. (Shanty)

Menata Pasar, Disperindag Bongkar 150 Lapak Pedagang Pasar SP 2

Pembokaran lapak-lapak di Pasar Sp2

MIMIKA, BM

Pedagang Pasar SP2 hanya pasrah melihat lapaknya dibongkar untuk dilakukan penataan oleh Pemerintah Daerah melalui Tim Gabungan yang dipimpin Disperindag, Selasa (10/11).

Penataan Pasar SP2 sempat mendapat penolakan dari sejumlah pedagang, yang beralasan karena belum memiliki tempat untuk ditempati dan menyimpan barang-barang dagangan mereka.

Dengan komunikasi dan pendekatan persuasif yang baik oleh pegawai Disperindag, pedagang akhirnya bisa menerima dan berharap peran dari pemerintah untuk mempersiapkan lokasi atau tempat sementara bagi pedagang untuk melakukan aktivitas jual beli.

Pembongkaran lapakpun akhirnya dilakukan dengan menggunakan sebuah alat berat excavator.

Kepala Disperindag, Michael R. Gomar di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa penataan Pasar SP2 ini sesuai dengan hasil pendataan kepada pedagang pada minggu lalu.

"Jumlah lapak yang dibongkar itu mencapai kurang lebih 150-an," ungkapnya.

Untuk pelaksanaan penataan Pasar SP2 sendiri, kata Gomar, sudah disosialisasikan kepada para pedagang termasuk pedagang mama-mama papua yang berjualan dipinggir jalan.

Yang mana satu harapan dari mama-mama Papua bisa segera dilakukan penataan sehingga mereka bisa berjualan di bangunan Pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah.

"Dalam pembongkaran Pasar, yang namanya pro kontra itu ada diantara pedagang yang terima maupun yang tidak menerima penataan yang kita lakukan ini. Namun dengan komunikasi secara persuasif dan pendekatan mereka bisa menerima," katanya.

"Selain itu mereka juga berharap peran dari pemerintah untuk mempersiapkan sementara lokasi atau tempat untuk mereka melakukan aktivitas jual beli. Ini nanti akan dibicarakan karena mereka tidak menginginkan keluar dari lingkungan Pasar SP2," tambah Gomar.

Lanjutnya, terkait hal tersebut maka usai dilakukan penataan pasar, pedagang akan tetap diizinkan berjualan.

"Jadi mereka tidak dikeluarkan dari Pasar SP2, nanti selesai penataan Pasar mereka akan dibagikan tempat los untuk pembangunan lapak sementara untuk berjualan. Untuk lapak sementara itu mereka akan membangun secara swadaya,"ungkap Gomar.

Kemudian untuk tata tempat dan ukuran lapak sendiri, kata Gomar nanti akan disampaikan kepada para pedagang sehingga tidak menutupi bangunan mama-mama Papua yang sudah dibangun. Serta tidak menutupi lokasi parkiran yang sudah disiapkan.

"Kita juga belum bisa pastikan apakah bangunannya nanti sama persis dengan Pasar Sentral. Tapi nanti kita akan coba usulkan dianggaran tahun 2021. Tetapi yang paling utama kita akan kembali melihat status kepemilikan dari lokasi tanah SP2 ini,"katanya.

Ditambahkan, untuk ke depan nanti pengelolaan Pasar SP2 setelah ditata akan tetap dibawah pengawasan Disperindag.

"Supaya semua pedagang yang melakukan transaksi tetap terdata dengan baik dan sebagai data terakurat buat kami," tutup Gomar. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top