Ekonomi dan Pembangunan

Ini Penyebab Mengapa Listrik se-Timika Padam Total

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi

MIMIKA, BM

Pada Selasa (24/11) pukul 00.09 Wit, selama satu setengah jam Kota Timika mengalami pemadaman listrik total dan baru menyala pada pukul 01.20 Wit secara bergilir.

Pemadaman disebabkan karena terjadinya peralihan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) berkapasitas 10 megawatt ke PLTD secara bersamaan sehingga mengakibatkan terjadi gangguan pada salah satu penyulang.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi menyampaikan keadaan tersebut saat dihubungi BeritaMimika, Selasa (24/11) sore.

"PLTMG itu akan ada pemeliharaan karena sudah mencapai running hours atau jam operasi 3.000 jam maka secara manual harus dilakukan periodik maintanance atau pemeliharaan berkala. Jadi tadi malam itu sebenarnya kita ada schedule peralihan namun bersamaan dengan itu ada gangguan sehingga pemadaman listrik terjadi di seluruh Kota Timika," jelasnya.

Martinus mengatakan pemadaman total terjadi bukan karena adanya gangguan pada mesin pembangkit atau karena kehabisan bahan bakar namun murni karena gangguan teknis.

"Pada saat peralihan itu sepertinya ada kelelawat atau pohon yang terkena jaringan sehingga gangguan terjadi. Hanya saja kalau ada kejadian seperti itu, jika terjadi di salah satu jalur penyulang maka gangguan hanya di jalur itu," ungkapnya.

Saat peralihan aliran, menurut Martinus kedua mesin pembangkit sedang dalam kondisi tidak siap sehingga mengakibatkan kepincangan saat beban tersalurkan dan diwaktu bersamaan terjaninya gangguan teknis karena terjadinya lonjakan beban.

"Inilah yang disebut dengan over current atau beban (arus lebih). Kejadian seperti ini biasa disebut black out atau padam total. Jadi setelah recovery pukul 01.20 Wit semua kembali menyala normal," jelasnya.

Melalui BeritaMimika, pihak PLN menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena kejadian tersebut terjadi diluar prediksi.

"Kami salah karena tidak mengumumkan dulu ke masyarakat. Kenapa tidak umumkan karena kami tidak merencanakan pemadaman, tapi karena ada gangguan satu penyulang maka harus padam. Kepada masyarakat Timika, kami sampaikan permintaan maaf atas kejadian ini," ujar Martinus. (Shanty)

Disperindag Temukan Ada Pedagang dan Pengusaha Mainkan Alat UTTP

Kadisperindag Mimika, Michael R Go Marani

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Mimika menemukan adanya pedagang dan pengusaha yang memainkan alat ukur takar, timbangan dan perlengkapannya (UTTP).

Tim Disperindag menemukan permainan kotor ini setelah hampir 2 minggu rutin melakukan tera dan tera ulang. 

"Ada pedagang dan pengusaha ketahuan bermain peralatan UTTPnya sehingga tidak sesuai dengan nilai takar ukurnya maupun nilai timbangnya. Mereka buat begini untuk cari keuntungan,"tutur Kepala Disperindag Michael R Go Marani saat diwawancarai di Pasar Sentral.

Ketika ditemukan tim Disperindag terkait adanya kecurangan di lapangan, maka mereka langsung melakukan justifikasi dan perbaikan terhadap ukuran takar dan timbang.

"Untuk sanksi bagi pedagang atau pengusaha yang memainkan alat UTTP itu tidak ada tapi kami berikan peringatan supaya jangan di ulang lagi, ke depan kita akan berikan sanksi. Begitu juga dengan seluruh nosel-nosel yang ada di SPBU," ujarnya.

Marani menjelaskan dari kegiatan tera dan tera ulang yang sejauh ini sudah dilakukan,  Perindag telah mengantongi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp25 juta dari target tahun ini Rp29 juta.

Michael menjelaskan kegiatan tera dan tera ulang tujuanya untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai arti pentingnya kejujuran dalam berniaga dan tanggung jawab dalam berusaha. Dengan demikian konsumen merasa terlindungi hak-haknya.

“Ini merupakan komitmen pemerintah melalui Disperindag untuk memberikan perlindungan konsumen, hak masyarakat dan mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah yang tertib ukur,” pungkasnya. (Shanty)

SK Mendagri dan Instuksi Bupati Sebabkan Wisata Kuliner di Pasar Sentral Diliburkan

Kadisperindag Mimika saat menyampaikan penutupan sementara tempat wisata kuliner kepada para pedagang

MIMIKA, BM

Demi kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19, wisata kuliner yang ada di kawasan Pasar Sentral terhitung mulai Jumat (20/11) diliburkan untuk sementara waktu.

Hal ini disampaikan Kepala Disperindag, Michael R. Go Marani pada saat bertatap muka dengan seluruh para pedagang wisata kuliner, di gedung Blok A2 Kamis (19/11) malam.

"Tentu hal ini menjadi kesedihan bagi bapak ibu para pedagang UKM yang sudah mulai berjualan dan mulai merasakan dampak serta manfaatnya namun keadaan pandemi saat ini tidak dapat dihindarkan dan ini merupakan kepatuhan bagi kita semua," ujarnya.

Dijelaskan, penutupan sementara tempat wisata kuliner ini sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 6 tahun 2020 tentang Menegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia.

"Ini juga berdasarkan perintah dan instruksi dari bupati, dan kita juga sudah lakukan pertemuan bersama pimpinan OPD dan bupati membahas hal ini," ungkapnya.

Instruksi SK Mendagri ini menegaskan bahwa seluruh masyarakat dilarang untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa.

"Kami sudah mencoba upayakan yang terbaik untuk wisata kuliner ini, kita sudah perketat penerapan protokol kesehatan termasuk dengan memasang baliho prokes namun kepadatan pengunjung terutama dalam menjaga jarak sangat sulit ditaati masyarakat. Ini juga merupakan regulasi yang harus dipatuhi untuk diterapkan," ungkapnya.

Michael mengakui bahwa keputusan penutupan sementara wisata kuliner ini merupakan sebuah putusan sulit terutama bagi pedagang namun demi kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi ini, pemerintah daerah harus menerapkannya.

"Selama hampir satu bulan dipindahkan ke sini, banyak pedagang sudah merasakan dampaknya karena ada peningkatan ekonomi namun semua ini harus dilakukan demi kebaikan bersama," ujarnya.

Dengan penutupan sementara hingga waktu yang belum pasti maka pedagang yang berjualan di areal wisata kuliner akan kembali berjualan di luar pasar atau ke tempat mereka sebelumnya.

"Bagi pedagang yang sudah punya gerobak atau tempat usahanya kami sarankan untuk bisa di bawah berjualan di luar Pasar Sentral, tapi kalau mau disimpan disini kami sampaikan kepada security untuk menjaganya sampai aktifitas wisata kuliner kembali dibuka," jelasnya.

Menanggapi hal ini, pedagang kuliner di Pasar Sentral menerima keputusan tersebut, namun demikian mereka berharap secepatnya wisata kuliner kembali dibuka.

"Kami terima keputusan ini demi kesehatan dan kebaikan kita bersama. Kita berharap pemerintah bisa mencari solusi supaya kami bisa kembali lagi  berjualan di sini," harap sejumlah pedagang yang dirangkum BM. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top