Ekonomi dan Pembangunan

Warga Mimika Barat Kini Nikmati Penerangan Listrik, Terimakasih PLN dan Pemda

Peresmian ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersama oleh Wabup John, Kepala PLN, pihak Distrik dan TNI-Polri

MIMIKA, BM

Terjawab sudah harapan masyarakat Distrik Mimika Barat mengenai masalah penerangan listrik yang sejak puluhan tahun lalu menjadi satu persoalan klasik yang terus menghantui kehidupan mereka.

Pasalnya, pada Senin (30/11) Pemerintah Daerah bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Timika melaksanakan Peresmian dan Pengoperasian Listrik Desa untuk enam Kampung, bertempat di Kampung Atapo, tepatnya depan tugu selamat datang di kota Sejarah Kokonao.

Enam Kampung diantaranya, Kokonao, Migiwia, Kiura, Mimika, Atapo dan Apuri. Sementara satu Aparuka belum dilakukan pemasangan listrik, lantaran letaknya jauh dari enam kampung tersebut, namun pihak PLN akan mengusahakan untuk menjadi terget pemasangan listrik selanjutnya.

Peresmian PLN Tenaga Diesel ini ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersama-sama oleh Wakil Bupati Johannes Rettob, Manager UP3 PLN Mimika, Marthinus I Pasensi, Kadistrik Mimika Barat, Ernestina Takati serta perwakilan TNI-Polri, disaksikan seluruh masyarakat.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, dalam sambutan mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN yang sudah menjawab permintaan masyarakat.

"Kita sama-sama lihat mulai hari ini Kokonao terang. Secara spesifik dan secara khusus saya ucapkan terimakasih kepada manajer PLN Timika yang luar biasa dan ini merupakan kerja sama yang baik," ucap Wabup.

Menurut Wabup, Kokonao hari ini terang sesuai dengan permintaan masyarakat bahwa sebelum Desember listrik harus sudah menyala.

"Ini sesuai dengan janji dimana waktu itu saya datang ke Kokonao mendengar permintaan mereka. Sehingga saya pulang dan bertemu dengan manajer PLN sampaikan terkait dengan permintaan masyarakat. Dan satu minggu kemudian manajer PLN telepon dan katakan bahwa tanggal 30 November akan diresmikan," tutur Wabup.

Wabup berharap dengan terangnya Kokonao, masyarakat harus menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

"Kokonao harus di perbaiki seperti masa lalu, kita harus kembalikan kokonao seperti dulu lagi, Kota yang bersejarah di Kabupaten Mimika, sedikit demi sedikit akan kita perhatikan," harap Wabup.

Sementara Manager UP3 PLN Mimika, Marthinus I Pasensi, berharap agar masyarakat dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat mendukung rencana pembangunan lainnya di Kokonao dan sekitarnya.

"Kita menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan untuk sistem pengoperasian listrik hanya satu mesin yang tersedia sehingga tidak bisa digunakan selama 24 jam. Untuk sementara listrik menyala hanya selama 12 jam," ungkapnya.

Disampaikan, jumlah KK secara keseluruhan kurang lebih 700, yang sudah terdaftar sebagai pelanggan sekitar 300 KK dan yang sudah memperoleh penerangan sebanyak 200 pelanggan sementara sisanya sedang dalam proses intalasi.

"300 pelanggan tersebut adalah pelanggan yang kurang mampu sehingga mendapatkan bantuan pemasangan menggunakan melalui Dana Desa," ujar Manajer PLN.

Mewakili masyarakat, Kepala Kampung Migiwia, Estakius Kaway dan Kadistrik Mimika Barat, Ernestina Takati, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan PLN yang sudah menjawab kerinduan masyarakat selama ini.

"Kokonao memang cukup lama gelap, dan hari ini kami sangat bangga berkat bantuan pemerintah dan PLN untuk masyarakat kami. Ini sangat berarti karena penerangan merupakan salah satu kerinduan masyarakat di sini sejak bertahun-tahun lalu," ungkap Kadistrik. (Ignas)

Kelompok Binaan Berharap Program Binmas Noken Terus Berlanjut


Binmas Noken menyerahkan 2 ekor babi kepada warga bianaan mereka 

MIMIKA, BM

Program Binmas Noken Polri yang sudah berjalan lama di Papua sudah memberikan hasil yang luar biasa. Sehingga kelompok binaaannya sangat berharap program Binmas Noken terus berlanjut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Kampung Kamoro Jaya, Distrik Wania ketika kembali menerima bantuan ternak berupa bibit babi sepasang dan sembako dari Binmas Noken, Kamis (26/11).

"Saya berharap program terus berjalan, karena kami merasa ada perubahan. Misalkan kelompok tani kami ini yang ada 5 kelompok itu semua sudah berhasil,"harap Juan Tabuni.

Ia juga menuturkan bahwa sejak mendapatkan bantuan berupa 200 ekor ayam dari tahun 2016 sudah membawa keuntungan.

"Itu yang kami rasakan karena ada perubahan. Selain ayam,kelompok tani kami ini juga lagi kembangkan pertanian seperti pinang, buah merah dan coklat,"tutur Juan.

Tak lupa dirinya juga menyampaikan terimakasih karena Binmas Noken yang kembali memberikan bantuan bibit babi.

Sementara ditempat yang berbeda di Kwamki Narama, mewakili kelompok tani, Pendeta Lukas Hagabal juga menyampaikan hal yang sama.

"Terimakasih banyak atas kerjasamanya selama ini. Dengan program binmas Noken ini kami sangat terbantu dalam pengembangan ekonomi," ucapnya.

Menanggapi pernyataan dari kedua tokoh masyarakat, Kasatgas Binmas Noken, AKBP Beny Arjanto kepada BM mengatakan bahwa dengan melaksanakan kegiatan tersebut Polri semakin mendekatkan diri dan membangun silaturhami dengan masyarakat.

"Saya juga berharap kelompok binaan terus mengembangkan bibit ternak yang telah kami berikan kemudian bisa di bagikan kepada masyarakat sekitar untuk dikembangkan lagi. Kami akan terus memantaunya," ungkapnya.(Ignas)

Sore Tadi PLN Buat Rekor Baru 'Lampu Mati Hidup' Terbanyak di Timika

Ilustrasi pemadaman listrik secara berulang-ulang (Foto Google)

MIMIKA, BM

Entah persoalan teknis apa lagi yang sedang dialami PLN UP3 Timika karena sore tadi sekitar 8-9 kali terjadi pemadaman listrik di Nawaripi, seputaran SMA Taruna Timika.

Warga sekitar merasa kesal karena menurut mereka kejadian ini baru pertamakali dan jika terus berulang maka berdampak pada kerusakan barang elektronik.

Roni, warga sekitar menyayangkan kejadian ini. Ia memohon agar keadaan ini tidak lagi terjadi dan meminta PLN agar melakukan pemeriksaan jika terjadi masalah teknis atau jarinan di seputaran tempat mereka.

"Mulai pulul 17.30 Wit hingga pukul 18.02 Wit di wilayah kita ini terjadi lampu mati hidup (padam dan nyala lagi-red) seperti diskotik sekitar 8-9 kali. Mati terus hidup, mati lagi terus hidup lagi. Kalau seperti ini terus maka tinggal tunggu waktu kapan kulkas, televisi, ricecooker dan lainnya rusak," ujarnya heran.

Ia juga mengakui bahwa lampu padam dan nyala lagi secara berulang kali merupakan hal tidak lazim dan jarang terjadi. Ia bahkan mengatakan ini seperti rekor baru yang dibuat PLN.

"Kami di jalur sini paling sering mati lampu. Padahal disebalah kami tidak. Dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali lampu mati, bahkan bisa lebih. Kami tidak tahu apa masalahnya," ungkapnya.

Pada sore menjelang malam tadi, BeritaMimika mencoba menkonfirmasi Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi namun hingga berita ini diturunkan, ia tidak memberikan respon.

Padahal pesan whatssap yang dikirimkan sudah tertandai bahwa ia telah membacanya. Dua kali ditelpon, namun iapun tidak memberikan respon. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top