Ekonomi dan Pembangunan

BRI dan Pegadaian Ubah Jam Operasional Ikuti Instruksi Pemerintah

Kantor Bank BRI Jalan Budi Utomo

MIMIKA, BM

Mengantisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Mimika yakni Bank BRI dan Pegadaian mulai mengubah jam layanan operasional.

Hal tersebut merujuk pada instruksi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang membatasi jam operasinal baik toko, supermarket, pasar juga bank serta kantor-kantor.

Bank BRI mengubah jam layanan kas mulai pukul 09.00-14.00 Wit dan pelayanan nasabah sampai pukul 15.00 Wit. Operasional ini mulai berlaku sejak hari ini, Senin (30/3) kemarin sampai Kamis (9/4).

Namun, dengan perubahan jam layanan ini Bank BRI menyarankan nasabahnya untuk memanfaatkan layanan perbankan dari rumah melalui aplikasi BRI seperti BRIMo, Mobile Banking, Internet Banking dan LinkAja.

Kepala BRI Sukarno saat dihubungi BeritaMimika mengaku mengubah jam operasional dengan mengikuti instruksi pemerintah guba keamanan bersama serta menghindari kontak fisik dengan pihak luar.

Menurutnya dengan adanya digitalisasi perbankan diharapkan memudahkan masyarakat atau nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

"Nasabah dapat mengakseanya melalui Webb Ib.bri.go.id atau smartphone dengan aplikasi Brimo, Mobil Banking, Internet Banking untuk transaksi non tunai sedangkan untuk transaksi tunai nasabah disarankan untuk datang ke Agen Beilink, ATM atau CRM,"tutup Sukarno.

Untuk Kantor Pegadaian, pelayanan hari Senin-Jumat dimulai pukul 09.00-14.00 Wit. Khusus hari Sabtu hanya sampai pukul 12.00 Wit. Layanan ini sudah berlaku sejak tanggal 23 yang lalu sampai tanggal 2 April mendatang.

Untuk memudahkan seluruh nasabah dalam melakukan transaksi baik perpanjangan, cicilan, tebus dan membayar angsuran, Pegadaian menyarankan nasabah untuk melakukannya secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

“Jadi kita kurangi jam layanan tatap muka tetapi nasabah tidak perlu khawatir karena kita juga punya aplikasi online jadi silakan manfaatkan itu. Pelayanan kita melalui PDS bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, apalagi sekarang pemerintah minta kita yang tidak memiliki kepentingan keluar rumah untuk tetap di rumah,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Timika, Sambud Hendrik Tooy saat dihubungi BeritaMimika, Senin (30/3) kemarin. (Shanty

Walau Lesuh, Grand Tembaga Hotel Tidak Berlakukan PHK Karyawan

Penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan hotel

MIMIKA, BM

Imbas penyebaran Covid-19 di Indonesia, membuat sejumlah hotel di Bali dan Jakarta merumahkan karyawannya. Bahkan ada yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Entah hotel di Mimika ikut melakukan PHK atau tidak namun hal ini tidak diberlakukan di Grand Tembaga Hotel yang berada di Jalan Yos Sudaro.

Hotel ini memiliki 76 karyawan yang mengisi beberapa posisi pekerjaan dengan pemberlakukan sistem shift work.

Kepada BeritaMimika, Sabtu (28/3) General Manger Grand Tembaga Hotel, Samuel Tandiyono, melalui telepon mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah, walau hotelnya sangat mengalami dampak langsung dari kebijakan tersebut.

“Bagi kami apa yang dilakukan pemerintah daerah adalah melindungi kita semua. Dan kami sangat merasakan dampaknya. Tetapi kami tidak memberlakukan PHK bagi karyawan. Kami sikapi masalah ini dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Kami berlakukan perubahan shift jam kerja masuk sehingga semua terhindar dari PHK dan karyawan kami sangat mengerti kondisi ini,” ujarnya.

Walau mengalami penurunan pendapatan sebesar 80-90 persen namun hingga hari ini, masih ada tamu yang menginap di Grand Tembaga Hotel. Mereka adalah tamu longstay dan beberapa tamu lokal.

“Lesuhnya pendapatan bukan hanya di kami tapi semua dunia perhotelan, baik di Timika maupun di daerah-daerah lain. Dunia perhotelan termasuk dunia usaha yang sangat mengalami depresi ini,” ujarnya.

Samuel mengatakan, mengukuti instruksi Bupati Mimika Nomor 2 Tahun 2020, sampai saat ini pihaknya rutin melakukan penyemprotan desinfektan bagi tamu yang masuk maupun seluruh ruangan di hotel ini.

“Satu hari kita semprot desinfektan dua kali, pagi dan sore di hotel. Termasuk semua tempat umum di dalam hotel yang dipegang atau diduduki kami lap dengan desinfektan. Bukan hanya itu, kami juga siapkan westafel khusus dan hand sanitizer di beberapa areal hotel. Tamu yang ada wajib ikuti semua aturan ini demi kesehatan banyak orang,” tegasnya.

Ia juga berharap agar seluruh hotel di Mimika mengikuti instruksi pemerintah daerah. Minimal menyiapkan westafel plus hand sanitezer dan melakukan penyemprotan rutin.

“Mungkin yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam situasi saat ini adalah lebih memprioritaskan sektor informal dan UKM karena mereka yang merasakan dampak ini secara langsung. Ini harus disikapi agar masyarakat merasa nyaman sehingga konsentrasi hanya satu yakni memerangi corona. Gimana orang mau fokus di rumah kalau mereka harus kerja tiap hari untuk makan. Harapan kami ada kebijakan khusus untuk mereka-mereka ini,” ungkapnya ketika diminta memberikan saran untuk pemerintah daerah. (Ronald

Harga Telur Meroket, Ini Penjelasan Kadis Peternakan Mimika

Kadis Peternakan Mimika

MIMIKA, BM

Harga telur melambung tinggi di pasar merupakan ulah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan kesengsaraaan dan kepanikan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 di Mimika.

Pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Kabupaten Mimika, Yosefine Sampelino mengklaim bahwa harga telur dari peternak atau kandang tetap normal dan tidak mengalami kenaikan.

"Telur dari kandang kami itu harganya hanya Rp55 ribu jadi seharusnya di pasar itu hanya dijual dengan harga maksimum Rp60-65 ribu tapi ini sudah sangat keterlaluan,"tutur Kepala Dinas Yosefine Sampelino saat diwawancarai di Mozza, Rabu (25/3).

Katanya, pihaknya akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) kepada mereka yang memanfaatkan kesengsaraan rakyat saat ini untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Dinas ini juga akan mencari tahu para pelaku atau pemilik telur dengan harga selangit itu untuk dimintai pertanggungjawaban mereka.

"Yang jelas yang bisa kami kontrol adalah dari kandang karena kami ada perhimpunan yang mengatur harga dan tidak boleh lebih dari yang sudah ditetapkan. Sampai sekarang kami punya produksi tetap normal 10-11 ton per hari, kalau naik harga tiba-tiba ini tidak wajar dan ini adalah kelakuan dari pedagang-pedagang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Ia pun menjamin, bahwa para peternaknya tidak akan permainkan harga jual kepada pedagang. Kondisi ini kadang terjadi jika harga jual sebelum ke pasar juga melambung. Akibatnya pedagang menjual dengan harga selangit.

"Saya jamin dari kandang atau peternak tidak akan menaikkan harga. Kalau di pasar kami tidak bisa awasi yang kami awasi adalah di kandang. Ini yang akan kami caritahu,"tegasnya.

Ia menjelaskan, ketika harga jua dari peternak mahal maka pihaknya dapat melakukan pemesanan telur dari luar daerah.

Jika kondisi ini terjadi, sudah tentu para peternak lokal akan mengalami kerugian sehingga selama ini mereka tidak mempermainkan harga dan biasa berkisar Rp55 ribu untuk satu rak telur.

“Ini bisa terjadi kecuali harga pakan ayam naik maka pasti harga jual telur ayam juga naik. Kalaupun demikian, biasanya kita duduk bersama dengan Hipukami dulu untuk menentukan kenaikan harganya. Jadi tidak mungkin akan sebesar itu,” jelasnya.

Yosefine Sampelino menegaskan, untuk Mimika tidak ada distributor telur. Hanya ada peternak binaan pemerintah yang bekerjasama dengan Hipukami.

Sebelum di pasarkan, pedagang biasanya membeli langsung di peternak. Ia juga tidak mengetahui jika mungkin ada yang berlaku nakal, membeli banyak dan menimbun kemudian menjual dengan harga saat ini.

“Selama ini peternak berupaya agar menjaga kestabilan telur pasar karena kalau telur kurang dan didatangkan dari luar maka itu ancaman bagi mereka. Karena jika peternak menjual mahal maka akan didatangkan yang lebih murah,” ujarnya.

“Kalau yang bermain pedagang maka itu di luar pengawasan kami. Peternak itu tidak sembarangan menentukan harga. Kami himbau kepada pedagang agar membeli telur dari peternak dan harga maksimum yang dijual di pasar adalah Rp65 ribu," tegasnya. (Shanty

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top