Ekonomi dan Pembangunan

Beri Bantuan Ke Distrik Kuala, Wabup Minta Bama Tidak Dijual

Wabup John saat menandatangani berita acara penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

Guna menjamin kebutuhan masyarakat terutama masyarakat yang berekonomi lemah dikarenakan situasi pandemik covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika telah menyiapkan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut sudah mulai disalurkan sejak Jumat (10/4) di Distrik Mimika Timur, menyusul Sabtu (11/4) di Distrik Kwamki Narama dan pada hari ini, Senin (13/4) bantuan diberikan kepada masyarakat di Distrik Kuala Kencana.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Pejabat Sekda Mimika Marthen Paiding dan sejumlah pimpinan OPD.

Adapun bantuan yang diberikan kepada Distrik Kuala Kencana diantaranya, 75 ton beras, indomie 4.000 karton, telur 200 rak, 400 liter minyak goreng, 8.000 renteng kopi, gula pasir 4.000 kg dan teh celup 4.000 dos.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, Ini adalah hari ke 3 dimana pemerintah daerah mendistribusikan sembako untuk masyarakat.

Tentu warga Mimika telah memahami kondisi saat ini yang tengah melanda Indonesia, Papua dan Mimika. Ia berharap apa yang selama ini diinstruksikan pemerintah daerah ditaati oleh masyarakat.

"Ini ada bama yang diberikan untuk masyarakat melalui kepala distrik. Distrik akan menyerahkan ke kepala kampung dan kepala kampung yang akan membaginya kepada masyarakat. Harus dibagi sesuai dengan data yang ada," tutur Wabup John.

Wabup John meminta agar bantuan yang diberikan tepat sasaran terutama kepada warga yang mengalami keterbatasan karena kondisi ini. Bantuan tidak disalurkan untuk ASN, karyawan swasta maupun pekerja lainnya yang memiliki pendapatan memadaai.

Jadi, lanjutnya, pendistribusiannya sebaiknya diatur secara baik. Diharapkan dengan adanya bantuan ini masyarakat bisa terbantu dan tetap tinggal di dalam rumah, ikuti himbauan yang ada untuk menjaga kesehatan.

"Di Mimika penyebaran virus ini sudah cukup banyak, tolong perhatikan warganya jangan kesana kemari. Kalau dibilang pembatasan sampai jam 2 siang maka itu harus betul-betul jam 2. Mungkin besok kita sudah pakai aparat keamanan untuk kalau ada yang masih macam-macam kita pukul saja tapi sekarang masih berharap kepala kampung memperhatikan hal ini, melihat masyarakatnya,"ujarnya.

Katanya, karena pembatasan itu maka pemerintah memiliki tanggung jawab lebih dalam melihat kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Wabup John menegaskan sembako ini tidak boleh dijual dan harus sampai di tangan masyarakat. Jika ada laporan penyelewengan dari masyarakat maka kepala kampung dan yang bertugas kendiatribusikan bantuan akan dipidanakan.

"Sebagai aparat kita harus betul-betul berikan untuk masyarakat, kita perhatikan betul masyarakat. Ada laporan kalau beras ini tidak sampai ke masyarakat hanya sampai di kepala kampung saja. Jadi saya harap itu tidak boleh. Bantuan yang diberikan ada beras, indomie, kopi, teh celup, telur, gula pasir dan minyak goreng. Jangan ada yang kemudian menjualnya. Baik kepala kampung maupun warga yang dapat bantuan,"tegasnya.

Wabup juga menghimbau agar masyarakat dan para perangkat kampung selalu menggunakan masker. Masker dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kain, mengingat Mimika saat ini kehabisan stok masker.

Sementara, Kepala Distrik Kuala Kencana, Evert Hindom saat dihubungi mengatakan, bantuan tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat dari 8 kampung yang benar-benar membutuhkan.

"Ini nanti kita akan berikan untuk 8 kampung. Namun karena ada 2 kelurahan sehingga kesepakatan dengan para kepala kampung nanti akan di bagi juga kepada 2 kelurahan untuk dapat dibagi kepada warga mereka juga," tutup Evert Hindom. (Shanty

Pegawai Djarum Mimika Bagi 120 Paket Sembako untuk Masyarakat

 Sembako diberikan kepada mama-mama Papua yang sedang berjualan

MIMIKA, BM

Di saat seperti ini, perhatian orang yang berkecukupan terhadap mereka yang sangat kekurangan merupakan satu wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sesama, apakah masih ada di kehidupan ini.

Bagaimana tidak, pengaruh pandemi Covid-19 jelas sangat terasa mengoyak kehidupan ekonomi banyak orang. Apalagi mereka yang penghasilannya berasal dari kerja serabutan, mereka yang bekerja hari ini, untuk hanya makan hari ini.

Di Mimika, perhatian seperti ini masih ada. Ini terbukti dengan banyaknya warga yang menunjukan kepedulian mereka dengan membantu meringankan beban sesamanya.

Sedari awal ketika Virus Corona mulai ditemukan di Mimika, secara pribadi, kelompok maupun organisasi kategorial hingga pemerintah daerah hadir ditengah masyarakat dengan menunjukan rasa solidaritas dan kemanusiaan untuk membantu sesamanya.

Salah satu perusahan rokok terbesar di Indonesia, yakni Djarum Cabang Mimika juga tidak ketinggalan menunjukan rasa simpati mereka.

Karyawan Djarum Cabang Timika melakukan patungan menyediakan 125 paket sembako (sembilan bahan pokok) yang kemudian disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Pimpinan Djarum Cabang Timika Fauzan Muhammad kepada BeritaMimika, Senin (13/4) paket sembago yang mereka bagikan sudah diedarkan dalam dua hari yakni Sabtu dan Minggu.

“Hari Sabtu kami bagi 70 paket sembako kepada masyarakat di sekitar kota Timika, khususnya kepada tukang ojek dan warga yang kami nilai sangat membutuhkan. Hari Minggu kemarin kami lanjutkan membagi 50 paket kepada warga di Poumako, khususnya Kampung Miyoko,” ujarnya.

Saat membagikan sembako, mereka bahkan menemukan satu orang tua yang tinggal sendiri di gubuknya yang berada di SP 1. Orangtua itu tidak mememiliki sanak saudara dan hidupnya sangat memprihatikan.

“Kami dapat informasi dari masyarakat dan kami datangi. Keadaanya susah sekali. Kami berharap banyak warga mengetahui keadaan oma ini sehingga kita sama-sama membantu dia. Kemarin kami sudah datangi dua kali. Kami berencana akan memperhatikan oma ini secara intens dengan nanti memenuhi apa saja yang menjadi keperluan hidupnya” ujarnya.

Ia mengakui keadaaan ini terasa berat dialami oleh mereka yang hidupnya pas-pasan. Namun apa yang mereka berikan bukan untuk menunjukan bahwa mereka mampu atau memiliki kelebihan secara ekonomi namun ini murni sebagai bentuk kepeduliaan terhadap sesama.

“Saya berterimakasih karena karyawan kami memulai semuanya dengan patungan dana pribadi. Mereka tidak menutup mata dengan keadaan ini. Kami berharap walau seadanya, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban sebagian orang dan saya percaya banyak warga Mimika termasuk organisasi lainnya tidak akan tutup mata melihat keadaan saat ini. Minggu depan kami siapkan 100 paket untuk edarkan lagi ke masyarakat lainnya. Kemarin kami juga bagi masker kain ke masyarakat,” ungkap Fauzan. (Ronald

Disperindag Siapkan Sembilan Tempat Cuci Tangan di Pasar Sentral

Salah satu tempat pencucian tangan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyiapkan tempat cuci tangan yang disediakan di pasar sentral, untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona.

"Kami menyiapkan tempat cuci tangan di sembilan titik di Pasar Sentral yang menggunakan profil tank,"tutur Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi saat dihubungi BeritaMimika, Senin (13/4).

Yoga mengatakan, tempat cuci tangan yang disiapkan di Pasar Sentral dapat digunakan oleh pengunjung pasar maupun pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Dalam keadaan ini, Yoga mengingatkan agar masyarakat memaksimalkan proteksi diri dari pencegahan penyebaran covid-19, salah satunya dengan upaya mencuci tangan. Karena tangan sangat rentan menularkan virus, terlebih jika mengalami kontak fisik dengan penderita.

Ketersediaan tempat cucian tangan ini dimaksudkan agar pembeli yang datang, sebelum dan sesudah berbelanja tangan mereka harus dibersihkan. Begitupun para pedagang yang melayani para pembeli.

“Karena dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir dianggap sebagai langkah pencegahan yang penting dan pasar adalah salah satu tempat yang selalu ramai dan di pasar ini masyarakat kalau mau beli sesuatu pasti pilih-pilih dulu,” tutur Yoga.

Dikatakan, bahwa ini merupakan salah satu upaya dan keseriusan Pemda Mimika dalam memerangi penyebaran virus corona. Pemerintah juga terus berupaya memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan virus.

Yoga memastikan profil tank akan selalu terisi air. Begitu pun dengan sabun, sehingga baik pembeli maupun pedagang tidak akan mengeluh kekurangan air dan sabun saat mencuci tangan.

“Teman-teman keamanan pasar akan selalu mengisi profil tank dan kami sangat berharap kerja sama yang baik dari pembeli dan pedagang dalam hal ini. Mari sama-sama kita sayangi keluarga kita yang ada di rumah,” ujar Yoga mengingatkan. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top