Ekonomi dan Pembangunan

Bantuan Dari Mabes Polri Akan Diberikan Kepada 1000 KK di Mimika

Kapolres Mimika

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika mendapatkan bantuan 10 ton beras dari Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia.

Bantuan 10 ton beras akan disalurkan kepada masyarakat yang sangat berdampak langsung pandemi Covid-19.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mengatakan bantuan ini akan diberikan kepada 1000 kepala keluarga di tiga distrik yakni Mimika Baru, Kuala Kencana dan Mimika Timur.

“Masing-masing kepala keluarga hanya dapat 10 kilogram namun kita akan ditambahkan gula dan kopi. Bantuan akan diberikan langsung kepada mereka yang dianggap sangat membutuhkan,” ujarnya kepada BeritaMimika.

Penyaluran bantuan ini menurut Kapolres Era nantinya akan dilakukan secara serentak yang dikoordinir masing-masing Babinkantibmas.

“Kita kedepankan babinkantibmas karena mereka yang mengetahui betul warganya. Namanya bantuan pasti tidak semua dapat dan kurang jadi yang ada saat ini kami utamakan yang sangat berkekurangan. Yang lain nanti akan kami berikan juga jika ada bantuan lagi,” ungkapnya.

Di tengah penularan virus corona, harus diakui bahwa institusi polri termasuk Polres Mimika sejauh ini rutin dan paling sering mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Sebelumnya pada tanggal 15 lalu, Polres Mimika juga telah memberikan bantuan bahan makanan kepada tukang ojek, penjual pinang, noken dan panti asuhan serta Mama-mama Komoro di SP1-SPIV.

Tidak hanya itu, bersama TNI Polres Mimika juga pernah membuka dapur umum bagi masyarakat Mimika. Semua ini mereka lakukan sebagai bentuk dan wujud kepedulian mereka kepada masyarakat Mimika. (Ronald)

Pasar Sentral dan Eks Pasar Swadaya Belum Diterapkan ‘Jaga Jarak’

Suasana jual-beli ikan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Mimika yang setiap hari terus bertambah, belum sepenuhnya berdampak pada kesadaran masyarakat untuk menerapkan social distancing dan physcical distancing.

Salah satu yang paling nyata terlihat adalah aktifitas warga di Pasar Sentral dan eks Pasar Swadaya. Jarak antara pedagang dengan pedagang dan juga dengan pembeli masih berlaku seperti biasanya.

BeritaMimika pada Selasa (26/5) kemarin mendapati hal ini saat meninjau suasana jual beli di dua pasar ini paska Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Kalau kita lakukan kesannya kita batasi pembeli. Sementara pembeli mereka maunya pilih-pilih dulu kalau suka maka mereka akan beli,” ujar Budi, seorang pedagang ikan di Pasar Sentral saat berbincang dengan wartawan media ini.

Menurut Budi, jarak jarak bisa saja dilakukan jika ada kesadaran dari masing-masing pedagang, pembeli maupun pengelola pasar. Dengan kondisi ini ia berharap agar dibuatkan semacam pembatas sehingga membatasi ruang gerak pembeli pun penjual.

Selain jarak, ternyata aktifitas di dua pasar ini masih ditemui pedagang maupun pembeli yang melakukan komunikasi dan interaksi tanpa menggunakan masker.

"Secara nyata masyarakat memang belum menyadari betul tujuan pemerintah menekankan hal ini. Jika tidak ada kesadaran juga dari masyarakat ya bagaimana covid ini bisa hilang. Kita juga pedagang kena dampak dari pemasukan karena adanya pembaatasan sosial tapi mau tidak mau kita harus berjualan karena cuma ini mata pencaharian kita," ujar Budi yang berjualan sambil memakai masker. (Shanty

Kabag SDM Beri Bantuan Kemanusiaan Kepada 45 KK Di Jalan Baru

Seorang warga saat menerima bantuan bama di rumah Kabag SDM

MIMIKA, BM

Perhatian kepada masyarakat di tengah pandemi-19 masih saja diberikan oleh sebagian orang kepada mereka yang sangat merasakan dampak pandemi ini.

Salah satunya, Kepala Bagian Badan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika, Hengky Amisim bersama keluarganya.

Pada Minggu, (24/5) kemarin ia memberikan bantuan kepada masyarakat Jalan Baru, RT 14. Bantuan kemanusian berupa bahan makanan ini diberikan kepada 45 Kepala Keluarga (KK) yang dinilai kurang mampu termasuk janda dan duda.

“Kebetulan ada sedikit rejeki dan saya gunakan itu untuk membantu masyarakat yang berkekurangan di sekitar tempat saya. Di sini banyak warga tapi kami berikan khusus untuk mereka yang tidak mampu dan kami di sini tahu siapa-siapa yang harus dibantu,” ujarnya.

Kepada BeritaMimika, Hengki mengatakan bantuan yang diberikan berupa beras ukuran 15 kilogram, minyak goreng, supermi dan sedikit bumbu dapur.

“Ada yang datang tanya apakah ini bantuan dari pemerintah atau dari lembaga mana, tapi saya bilang ini bantuan pribadi dari keluarga. Soalnya mereka mengeluh minggu lalu ada bantuan pemda ke sini tapi tidak cukup apalagi di sini banyak yang kurang mampu. Tapi saya berharap bantuan yang kami berikan bisa membantu menutupi kekurangan yang ada walau mungkin seadanya,” ungkapnya. (Ronald) 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top