Ekonomi dan Pembangunan

Wow, Sarang Semut Buatan Mama-mama Ini Tembus Negara Perancis

Uwais, minuman sarang semut kreasi Mama-mama Papua

MIMIKA, BM

Cuaca dingin di Mimika seperti saat ini enaknya ditemani minuman yang hangat baik teh ataupun kopi.

Namun ada satu alternatif lain yang bisa menjadi pilihan masyarakat yakni minuman sarang semut. Minuman ini selain memberikan kehangatan juga mengobati penyakit.

Sarang semut kebanyakan di Mimika dapat kita jumpai di pasar Sentral hanya saja masih dalam bentuk parasit yang tertempel di pohon.

Adalah Mama Agustina Kamaroko atau sapaan akrabnya Mama Roki beserta tiga rekannya dari UKM Sarang Semut yang dibina Dinas Koperasi dan UKM Mimika mengolahnya menjadi minuman sarang semut dan diberi nama “UWAIS”. UKM ini sudah ada sejak 2001.

BeritaMimika berkesempatan berbincang-bincang dengan Mama Roki yang tengah menghidangkan minuman tersebut pada giat peresmian Gedung Baru Kantor Dinas Koperasi dan UKM di SP3 Jumat (24/7).

Mama Roki menjelaskan bahwa minuman ini memiliki manfaat dapat mengatasi berbagai penyakit seperti asam urat, rematik, darah tinggi, memulihkan stamina karena kecapaian, bahkan diakuinya dapat mengatasi tumor.

“Prosesnya sederhana, mama-mama petik parasit sarang semut dari pohon, lalu dikuliti dan dijemur sampai kering. Setelah itu diberi kemasan dan dipajang untuk dijual," ujarnya.

Anggota DPRD Tanzil Azharie saat menikmati Uwais

Mama Roki juga memberitahukan bagimana cara membuatnya. Sangat mudah, ambil empat atau lima keping kemudian dicuci, dimasukan dalam wajan kemudian direbus dengan empat air gelas hingga menyisahkan satu atau dua air gelas kemudian saring lalu diminum.

"Bisa dicampur telur ataupun kunyit. Tapi kalau yang ini sudah jadi,” jelasnya.

Ia menuturkan minuman sarang semut ini dijual dengan harga Rp20ribu hingga Rp100ribu.

“Mama sudah keliling Indonesia. Setiap kali pameran kami juara satu, dari Kabupaten Mimika. Minuman ini sudah dikirim keluar negeri seperti Perancis dan beberapa negara lain,” akunya.

Ia berharap ke depan Dinas Koperasi dan UKM Mimika dapat terus memberikan pembinaan agar mama-mama Papua dapat bersaing dengan daerah lainnya.

Dalam momen persemian gedung baru Dinas Koperasi dan UKM, BeritaMimika melihat mereka banyak didatangi warga yang hadir, satunya Anggota Komisi B DPRD Mimika Tanzil Azharie.

Kepada BeritaMimika Ia memberikan apresiasi kepada mama-mama dan Dinas Koperasi dan UKM Mimika karena menurutnya ini merupakan ide yang sangat cemerlang atau briliant.

“Setelah saya minum, sarang semut ini hangat. Diminum kedua kalinya cukup hangat dan diteguk ketiga kalinya makin hangat. Luar biasa Dinas koperasi memberdayakan UKM ini sangat brilian. Sebuah gagasan yang baik dan kami apresiasi dari komisi B. Tetap berkarya mama-mama memajukan potensi yang ada dari Kabupaten Mimika. Salut,” ujarnya. (Elfrida)

Purba : Kapasitas Terminal Bandara Mozes Kilangin 230 Seat

Kadis Perhubungan Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika telah menetapkan masa new normal sejak 2 Juli lalu, namun aktivitas penerbangan masih dibatasi seperti masa-masa pembatasan sebelumnya.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan Covid-19 di area Bandara Mozes Kilangin.

Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan Selamat Purba saat diwawancarai di Kantor DPRD Mimika, Senin (13/7) mengatakan, sebelumnya kapasitas ruangan terminal di Bandara Mozes Kilangin 500 seat, namun guna menerapkan physical distancing maka dikurangi 50 persen menjadi 230 seat.

"Kita tetap melihat dari kapasitas terminal, karena terminal ini ruangannya terbatas sementara pemberlakuan physical distancing harus tetap ada," tutur Purba.

Tidak hanya itu, petugas KKP di bandara juga terbatas sementara penerbangan masih tetap berjalan dengan jadwal yang sebelumnya yakni dua penerbangan untuk setiap rute walau saat ini sudah new normal.

Dijelaskan, yang sudah memanfaatkan rute 2 kali penerbangan adalah maskapai Garuda Indonesia melalui Makassar dan dan Bali. Yang ke Jayapura harus melewati Makassar.

"Kalau untuk Sriwijaya Air melalui rute Jakarta - Makasar - Timika, tidak ada rute lain. Kalau Batik Air dari Jakarta - Makasar - Timika dan mau kembangkan direct Jakarta - Timika lagi nantinya," ungkapnya. (Shanty)

Bawa Bantuan, Warga Kampung Iwaka Curhat Ke Wabup John


Wabup John didampingi Dandim Nainggolan saat mengunjui Kampung Iwaka

MIMIKA, BM

Sejak 2018 lalu, warga Kampung Iwaka Distrik Iwaka hidup dalam ketidaknyamanan dan rasa khawatir ketika hujan besar melanda.

Pasalnya, ketika masuk musim penghujan seperti saat ini, Kampung Iwaka selalu terendam banjir akibat luapan kali Iwaka.

Warga bahkan harus tidur di jalan dan jembatan karena posisinya lebih tinggi dari rumah-rumah mereka.

Tahun 2019 kemarin ketika curah hujan tinggi, kali Iwaka meluap mengakibatkan genangan air di dalam kampung setinggi 1,5 meter.

Hujan terus menerus selama empat hari lalu membuat genangan air kembali meluap hingga pemukiman warga setinggi 75 centimeter.

Akibatnya 107 unit rumah warga terendam banjir dan sebanyak 350 kepala keluarga mengalami dampak luapan air ini.

Warga melaporkan luapan air yang mengakibatkan banjir ini terjadi karena adanya galian c di wilayah ini.

Inilah curhatan yang disampaikan warga Kampung Iwaka saat Wakil Bupati Johannes Rettob membawakan bantuan bahan makanan Pemda Mimika, TNI dan Polri pada Jumat (10/7) kemarin.

"Mereka sampaikan banjir di sana mulai terjadi sejak 2018. Sebelumnya tidak ada seperti ini. Luapan air sungai yang membuat rumah-rumah warga terendam. Kalau tahun lalu air tergenang sampai 1,5 meter, tahun ini 70 centimeter. Rumah, gereja sampai sekolah semua terendam banjir," ungkap Wabup John kepada BeritaMimika, Sabtu (11/7).

Wabup mengatakan selain mengantarkan bantuan pemerintah daerah melalui dinas sosial bersama TNI-Polri, kedatangan mereka juga untuk mendengarkan apa yang dikeluhkan (aspirasi-red) warga Kampung Iwaka terkait masalah tahunan ini.

"Mereka mengajukan dua permintaan ke kami, pertama mereka minta normalisasi sungai dan minta dibuatkan rumah panggung namun saya menjawab bahwa itu bukan solusi dan tidak akan menjawab masalah saat ini," ujarnya.

"Kami harus evaluasi semua secara menyeluruh sehingga tahu secara detail persoalannya. Karena hal ini tidak pernah dilakukan. Kita normalisasi atau buat rumah panggung tapi kalau masih banjir tiap musim hujan maka sama saja sehingga kita harus melihat masalah ini secara menyeluruh," lanjutnya.

Wabup juga mengatakan saat ini di Kampung Iwaka terus dalam pantauan baik oleh pemerintah maupun TNI-Polri karena walaupun air mulai surut namun kondisi ini masih bisa saja terulang kembali.

Sekretaris Distrik Iwaka, Charisma Basham Simatupang, S. STP, MM kepada BeritaMimika malam ini mengatakan kondisi air sejak kemarin hingga hari ini mulai surut. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Air sudah mulai surut dari kemarin tetapi kita semua stanby jangan sampai hujan terus menerus kembali terjadi. Pak wakil bupati sudah datang lihat keadaan di sini dan bertemu dengan masyarakat. Pak Dandim juga sudah meminta anggota kodim untuk selalu stanby jika ada luapan lagi. Kondisi tahun ini memang agak sedikit baik dari 2019 dan 2018 karena saat itu rumah warga bisa terendam 3-4 hari. Tahun ini masih banjir tapi air lebih cepat surut," ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top