Ekonomi dan Pembangunan

Disperindag Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah 115 Kiloliter

Warga mengantre minyak tanah namun tetap gunakan masker

MIMIKA, BM

Guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 serta menyambut Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Daerah melakui Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika menggelar operasi pasar minyak tanah sebanyak 115 kiloliter (KL).

Operasi pasar minyak tanah ini dilakukan di 18 titik yakni 13 Kelurahan dan kampung, 2 PMT dan Asrama Brimob Mile 32 yang disalurkan oleh agen dibawah Serayu Grup dan CV Bukaye.

Operasi pasar ini dilakukan selama pekan ini dan mulai berlangsung sejak Senin (18/5) hingga Jumat (22/5) nanti.

Jadwal pembagiannya pun telah diatur oleh Disperindag dimana masing-masing titik mendapat minimal 5 KL dengan harga Rp 5000 per liter.

Kelurahan yang sudah menerima yakni Kelurahan Karang Senang, Kelurahan Timika Jaya, Kelurahan Wanagon, Kelurahan Kwamki, Kelurahan Perintis, Kelurahan Timika Indah dan Kelurahan Kebun Sirih.

Untuk jadwal penyaluran hari ini, Rabu (20/5) akan dilakukan di 4 kelurahan yakni Kelurahan Koperapoka, Otomona, Sempan dan Inauga.

Sedangkan, pada Kamis nanti dilakukan di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1, Wania SP 4 dan Pasar Sentral. Hari terkahir yakni Jumat nanti jadwalnya di Asrama Brimob Mile 32, Kampung Nawaripi, PMT Sumber Berkat SP 3 dan PMT Barca SP 2.

“Ini juga sesuai permintaan masyarakat makanya kita ajukan ke Pertamina. Yang kita ajukan itu 140 KL tapi yang mereka setujui itu hanya 115 KL. Awalnya juga hanya 100 KL tapi kami dihubungi lagi bahwa ada penambahan 15 KL lagi di CV Bukaye makanya jadi 115 KL yang akan disalurkan sampai hari Jumat nanti,” jelas Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi saat dihubungi BeritaMimika, Selasa (19/5).

Yoga mengatakan, dalam proses penyalurannya masyarakat harus menunjukkan identitas diri berupa Kartu Keluarga (KK) yang akan diperiksa dan diberi tanda oleh pegawai kelurahan dan Disperindag yang bertugas. Masing-masing kepala keluarga hanya mendapatkan 10 liter.

Pembatasan ini dilakukan agar semua masyarakat yang ada di wilayah tersebut bisa kebagian minyak tanah mengingat situasional pandemi Covid-19 saat ini.

"Ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan minyak tanah. Tahun ini berbeda karena kegiatan yang biasanya dilakukan di masjid kini dialihkan ke kelurahan dengan tujuan agar masyarakat umum juga bisa dapat apalagi semua sekarang terkena dampak dari pandemi Covid-19," ungkapnya. (Shanty)

Tidak Satupun Karyawan Hotel Horison Yang Di PHK

Hotel Horison Ultima Timika

MIMIKA, BM

General Manager Hotel Horison Ultima Timika, Jenner Kasim menegaskan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, tidak satupun karyawan mereka yang di berhentikan atau berikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Hal ini diklarifikasi manajemen Hotel Horison karena sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika, Ronny S Marjen, kepada BeritaMimika menyampaikan bahwa Hotel Horison Ultima Timika telah melakukan PHK terhadap 20 karyawan mereka.

“Tidak ada satupun karyawan kami yang di PHK. Kami pun tidak ada wacana itu, walau dalam kondisi ini, kami tetap melindungi karyawan karena bagi kami mereka adalah aset,” ungkapnya kepada BeritaMimika, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan Hotel Horison hingga saat ini belum memiliki pegawai tetap. Karyawan akan diangkat menjadi pegawai tetap jika telah bekerja selama 5 tahun.

Horison hanya memiliki pegawai kontrak dan pegawai lepas. Pegawai lepas pun hanya digunakan pada saat even atau lagi banyak orderan dan kegiatan. Sehingga mereka tidak memiliki hubungan mengikat dengan hotel.

“Karena hotel baru berdiri jadi kami belum ada karyawan tetap. Yang ada hanya pegawai kontrak dan mereka ini tidak ada yang kami PHK. Mereka tetap kami stanbykan di hotel. Yang dirumahkan iyalah karyawan lepas yang direkrut hanya pada saat-saat tertentu saja dan setelah itu tidak lagi digunakan,” jelasnya.

Menurutnya, Horison saat ini memiliki 70 karyawan kontrak. Dari jumlah ini ada 4 karyawan yang dirumahkan. 2 diantaranya cuti hamil sementara 2 lainnya cuti kerja namun hingga saat ini belum bisa kembali karena terputusnya akses transportasi.

“Karena keadaan, mereka ini kami rumahkan. Walau di rumahkan kami tetap membayar hak mereka seperti THR, BPJS tenaga kerja dan kesehatan. Setelah semua normal mereka akan kembali bekerja karena masih terikat kontrak. Jadi sekarang yang aktif 76 orang,” ujarnya.

Ia mengakui di tengah pandemi ini, kebijakan yang diambil manajemen Horison sama dengan apa yang dilakukan hotel-hotel lainnya. Yakni pemberlakukan jam kerja 15 hari dalam satu bulan dan pengurangan jam kerja bagi karyawan.

“Kami bayar gaji sesuai UMK namun kondisi saat ini kami bayar tidak full karena hitungan 15 hari kerja termasuk pembayaran THR. Kebijakan Inipun kami bicarakan dengan para karyawan dan mereka sangat mengerti kondisi yang kami hadapi saat ini. Keadaan lagi sulit namun kami tidak ingin memberhentikan karyawan dalam kondisi begini. Jika kami lakukan, bagaimana mereka bisa survive di tengah badai ini,” ungkapnya.

Diakuinya, pandemi virus corona sangat berpengaruh terhadap pendapatan hotel. Terhitung dua bulan terakhir pemasukan hotel sangat rendah, sangat jauh dari hari normal.

Pemasukan rendah namun mereka tetap harus membayar biaya operasional yang tinggi salah satunya pembayaran listrik yang nilainya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan.

“Dalam dua bulan ini, tamu terbanyak itu pernah 29 orang yang nginap di sini. Mereka adalah rombongan pangdam dan kapolda. Selain dari itu tidak ada. Kalau paling rendah jumlah tamu dalam satu hari 4-5 orang. Sedangkan rata-rata perhari hanya 8-10 tamu,” ujarnya.

Ia mengatakan Timika merupakan kota jasa namun juga sebagai kota kecil. 70 persen pengunjung hotel atau tamu biasanya masyarakat lokal (orang Mimika-red). Dengan diberlakukannya penutupan akses bandara dan pelabuhan, diakuinya sangat mempengaruhi bisnis hotel. Hal ini pun dirasakan oleh semua hotel.

“Tapi mau bagaimana lagi, ini aturan pemerintah yang harus kita semua hadapi di musim pandemi ini. Kami hanya berharap badai ini cepat berlalu, kehidupan kembali normal dan putaran hotel kembali berputar seperti biasanya,” ungkapnya.

General Manager Jenner Kasim berharap, dalam keadaan ini pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada dunia perhotelan karena bagaimanapun mereka memiliki andil dalam membangun Mimika.

“Kami bersyukur Pemda Mimika berlakukan pengurangan pajak hotel sebesar 50 persen. Namun kalau bisa ada solusi terbaik bagi kami dari pemerintah daerah dan PHRI terkait keadaan ini. Karena jika kondisi ini berlangsung lama maka sangat menyulitkan kita semua. Kami tidak tapi ada beberapa hotel yang sudah rumahkan karyawan mereka untuk mengurangi beban di saat ini,” ujarnya. (Ronald)

Bukti Pedulinya Polres Mimika Untuk Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19

Mama-mama pengrajin noken menerima bantuan dari Polres Mimika

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika tidak henti-hentinya menunjukan kepedulian mereka kepada masyarakat Mimika yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19.

Perhatian yang mereka tunjukan patut diapresiasi karena sejak awal virus Corona melanda kabupaten Mimika hingga hari ini, Jumat (15/5), Polres Mimika rutin memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat.

Bertolak dari halaman Kantor Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, pendistribusian bahan makanan hari ini dilakukan ke sejumlah titik yang terbagi dalam III regu.

Regu I dipimpin Kasat Binmas AKP FR. Waloni yang memberikan bantuan bama kepada kepada anak yatim piatu Pesantren Hidayatullah di kilometer IX, Panti Asuhan SP 4, Lembaga Pengembagan Anak Putus Sekolah di Gorong-gorong dan Panti Asuhan Yayasan Cinta Bella.

Bantuan yang diberikan kepada pesantren Hidayatulah ini berupa 10 karung beras 25 kilogram (kg), 15 karung beras 5 kg dan 8 karton supermie.

Bantuan kepada panti asuhan di SP 4 berupa 2 karung beras 17 kg, 13 karung beras 5 kg dan 5 karung beras 8 kg.

Selanjutnya untuk Lembaga Pengembangan Anak Putus Sekolah di Gorong-gorong, Polres Mimika memberikan 10 karung beras 15 kg, 13 karung beras 8 kg dan 9 karton supermie.

Sementara bantuan 5 karung beras 10 kg dan 10 karung beras 5 kg diberikan kepada Panti Asuhan Yayasan Cinta Bella di SP III.

Regu II yang dipimpin Kasat Lantas APK Pandu bersama Kasat Pam Obvid I Agus Ketut Suma memberikan bantuan beras sebanyak 5 kilo kepada 120 tukang ojek di 11 pangkalan yang berada di seputaran kota Timika.

Sementara regu III dibawah pimpinan Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia,S.Sos didampingi Kasat Reskrim AKP M.B.Y.Hanafih,SIK,MH dan Kasat Sabhara AKP Rosman L. Mansyur juga memberikan bantuan kepada 66 tukang ojek di 11 pangkalan.

Regu ini juga memberikan bantuan beras kepada 8 orang penjual noken di samping Eme Neme Yauware, 10 orang penjual pinang di Timika Indah dan 30 mama-mama Suku Komoro di SP 1 dan SP 4.

Tiap orang baik tukang ojek maupun penjual noken, pinang dan mama-mama Kamoro ini diberikan bantuan masing-masing 5 kg beras.

“Harapan kami, masyarakat yang menerima bantuan ini tidak melihat besar atau kecilnya bantuan yang kami berikan. Ini yang bisa kami berikan didasari keihklasan dan rasa kemanusiaan agar dapat membantu meringankan kebutuhan hidup dalam keadaan saat ini,” ungkap Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata,SIK melalui Kabag Sumda Kompol Arifin.

Kompol Arifin mengatakan, sesuai petunjuk pimpinan sebelum dilakukan penyerahan bantuan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan agar bantuan yang diberikan langsung ditujukan kepada mereka yang sangat membutuhkan.

“Selama 3 hari ini Bagian Sumber Daya Manusia Polri Polres Mimika (SDM) dan Satuan Binmas yang melakukan pendataan. Dari pendataan inilah bantuan-bantuan ini kemudian kita distribusikan kepada panti asuhan dan masyarakat,” ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top