Hukum & Kriminal

Polisi Akhirnya Menemukan Identitas Mr X Namun Motif Kematian Belum Diketahui

Ilustrasi penemuan jenazah Mr X

MIMIKA, BM

Jenazah Mr X yang sebelumnya ditemukan di pinggir jalan menuju Airport Lama, sekira pukul 23.45 WIT tanggal 25 April lalu, sudah ditemukan identitasnya oleh pihak Kepolisian Mimika.

"Berdasarkan KTP, Mr X itu namanya Sanadi Hendrikus Kafiar (34). Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga, dalam hal ini istri dan orang tuannya,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar saat ditemui di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Kamis (28/4).

Lanjutnya, setelah jenazah diserahkan ke pihak keluarga, mereka menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepihak kepolisian untuk proses penyelidikan dan pengungkapan penyebab kematian korban.

"Motif kematiannya belum diketahui dan saat ditemukan di TKP ada tanda-tanda luka tusukan. Sebelum kejadian korban ini mengkonsumsi minuman beralkohol,"kata Berthu.

Untuk mengungkap kasus ini, kata Berthu sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan termasuk CCTV yang ada.

“Tiga saksi itu ada dua orang dari pihak keluarga korban yang mengetahui kegiatan korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta satu orang saksi yang ada di sekitar TKP temuan jenazah korban,” katanya. (Ignas)

Polisi Bubarkan Puluhan Masyarakat Yang Palang Akses Jalan Perusahaan

Terlihat anggota Polisi saat mendatangi lokasi pemalangan

MIMIKA, BM

Akses jalan perusahaan PTFI di terminal Gorong-gorong yang dipalang oleh puluhan masyarakat dari Distrik Tembagapura berhasil dibubarkan pihak kepolisian Mimika.

Blokade yang dilakukan oleh puluhan masyarakat ini terjadi pada Kamis (28/4) dengan menggunakan batu dan ranting kayu.

"Pemalangan jalan itu disebabkan adanya mis komunikasi terkait rencana keberangkatan warga dari beberapa hari lalu,"ungkap Kapolsek Mimika Baru,AKP Oscar Fajar Rahadian.

Kata Oscar, pihaknya merespon adanya pemalangan jalan tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat.

"Jumlah mereka itu 40 sampai 50 orang. Pada saat di TKP sudah ada perwakilan dari pihak PTFI dan masyarakat. Tadi kami dari pihak kepolisian menyampaikan bahwa harus dikomunikasikan kembali dan tidak boleh melakukan aksi seperti ini lagi,"katanya.

Dengan kejadian ini, kapolsek menuturkan bahw pihak manajemen PTFI dan koordinator masyarakat selanjutnya akan melakukan komunikasi tindak lanjut keberangkatan warga.

"Apabila masih ada upaya untuk mengahalangi aktifitas jalan perusahaan, maka kami pihak keamanan akan melakukan tindakan,"ujar Oscar. (Ignas)

Ketua IKT Puncak Kisahkan Kronologi Almarhum Samsul Ditembak KKB, Jenazah Besok Diterbangkan Ke Kampung Halaman

Mobil ambulance yang mengangkut Jenazah almarhum Samsul Sattu saat tiba di rumah duka

MIMIKA, BM

Jenazah almahrum Samsul Sattu (46) yang menjadi korban penembakan KKB di Kampung Kibologome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Senin (25/4) kemarin, telah dievakuasi ke Timika.

Almarhum saat ini disemayamkan sementara di rumah duka di Jalan Samratulagi, Gang Sesean 3 Timika dan rencananya Rabu (27/4) akan dikirim ke kampung halaman.

"Baru diskusi dengan keluarga dan kemungkinan besok dibawah ke Toraja menggunakan pesawat Batik Air,"ungkap Ketua IKT Puncak, Mulianto kepada wartawan di rumah duka, Selasa (26/4).

Ia mengisahkan, sebelum kejadian, almarhum bersama 4 rekannya sedang bersantai di depan teras rumah sambil minum kopi.

Namun secara tiba-tiba ada 2 orang lewat di depan rumah dan langsung melepas tembakan ke arah dada korban.

"Beliau tersungkur kemudian terjatuh dan meninggal. Teman-teman yang lain mau mengejar pelaku, namun pelaku lari ke jalan raya dan masuk ke sungai kemudian lari terus," ceritanya.

Setelah penembakan itu, pihaknya langsung melaporkan ke Polres dan jenazah almarhum langsung dibawah ke Puskesmas Ilaga.

"Kemudian almarhum kita semayamkan di rumah dinas mes pertanian. Puji Tuhan hari ini diterbangkan ke Timika dan langsung dibawah ke rumah duka," sambungnya.

Almarhum yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini meninggalkan satu istri dan empat anak di kampung halaman.

"Almarhum ini sudah lama di Ilaga kurang lebih 3 tahun. Selain sebagai tukang bangunan, dia juga sambilan sebagai tukang ojek kalau tidak ada bahan bangunan," ungkapnya. (Ignas)

Top