Hukum & Kriminal

Curi 8 Laptop Milik SMK Penerbangan, Ambo Dibekuk Polisi

Polisi menunjukan tempat masuknya pelaku melalui jendela

MIMIKA, BM

AW alias Ambo, pada Minggu (15/3) subuh sekitar pukul 04.00 Wit bersama seorang rekannya melakukan pencurian di SMK Penerbangan yang berlokasi di Jalan Budi Utomo.

Tidak tanggung-tangung, keduanya berhasil mencuri 8 buah laptop dengan berbagai merk usai membobol sekolah ini dengan cara merusaki ram atau trali jendela. Akibat kejadian ini, pihak sekolah langsung menghubungi polisi.

Usai menerima laporan, Tim Subnit II Reskrim Polsek Mimika Baru langsung bekerja ekstra mencari kedua pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, pada Minggu siang pukul 15.30 Wit AW berhasil dibekuk di Gorong-gorong.

Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Ipda Rumthe Yongky Ateng mengatakan dari hasil olah TKP diketahui 8 unit laptop yang berhasil dicuri pelaku bermerk Toshiba, HP dan Asus.

"Mereka ada dua orang. AW kita sudah tangkap dan amankan di Polsek Mimika Baru sedangkan temanya yang berinisial P melarikan diri saat kita mau tangkap di Jalan Baru. Pelaku sedang kita lacak keberadaanya sekarang,” ungkapnya.

Rumthe membenarkan bahwa penangkapan AW berdasarkan laporan dari warga dan informasi saksi. Sementara temannya P yang kini buron, sedang ditelusuri keberadaanya oleh tim.

"8 laptop ini disiapkan di sekolah karena mau digunakan untuk UNBK tingkat SMK (hari ini). Kita berharap proses UNBK di SMK Penerbangan berjalan baik dan tidak terkendala kejadian ini,” ungkapnya. (Red)

Jika Situasi Aman, Pemda Fasilitasi Warga Kembali ke Tembagapura

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA,BM

Jika situasi dan kondisi kemananan di wilayah Distrik Tembagapura kembali normal maka Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika akan memfasilitasi warga yang dievakuasi dari Tembagapura untuk kembali ke kampung.

"Warga yang dievakuasi ke sini adalah permintaan mereka dan untuk dikembalikan juga ke kampungnya merupakan permintaan dari warga sendiri,"tutur Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (9/3)

John mengatakan, evakuasi warga ke Timika membuat mereka meninggalkan segala yang mereka miliki di kampung masing-masing seperti kebun dan ternak yang selama ini menjadi penopang kehidupan ekonomi. Oleh sebab itu, jika keamanan sudah kembali kondusif maka warga berharap pemerintah dapat memfasilitasi mereka untuk kembali.

Dijelaskan, evakuasi warga yang dilakukan terdiri atas dua kelompok yakni kelompok warga pendulang dan kelompok warga dari perkampungan di Tembagapura diantaranya Kampung Banti 1, Banti 2, Waa, Opitawak dan Kimbeli.

Berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk asli di wilayah Distrik Tembagapura berjumlah 620 orang. Sisanya adalah masyarakat pendulang dan mereka ini setelah tiba di Timika langsung kembali ke rumah masing-masing.

Sebenarnya, kata Wabup John, masyarakat yang dievakuasi jni rata-rata mempunyai rumah sendiri di Timika dan mempunyai sanak saudara atau keluarga. Sebagain besar rumah warga ada di sekitar 32 dan ada perumahan yang dibangun pemerintah di daerah di lapangan 23.

Katanya, di wilayah 32 dan 23 diperuntukan untuk warga Banti 1, Banti 2. Dari Opitawak banyak yang ke sp2 sementara untuk warga yang dari Kampung Kimbeli banyak yang saat ini berada di SP 9, SP 12 dan Kwamki Narama.

"Mereka yang tidak punya rumah di Timika sudah ikut keluarganya, itu mereka sendiri yang minta. Semua sudah aman tidak ada persoalan lagi bahkan di pos tempat dievakusi sudah tidak ada warga lagi tapi pos tetap standby terus," ungkapnya. (Shanty)

Selamat Jalan Sertu La Ongge

Situasi terkini di RSUD

MIMIKA, BM

Kabar duka kembali menyelimuti Satuan TNI-Polri di Kabupaten Mimika, pasalnya salah seorang prajurit terbaik dari satuan TNI meninggal dunia akibat tertembak saat melaksanakan tugasnya di Distrik Jila.

Kronologi kejadian yang diterima BeritaMimika, sekitar pukul 05.00 WIT, Senin (9/3), Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) menyerang pos Koramil Jila. Penyerangan ini mengakibatkan Sertu La Ongge tertembak di bagian telinga.

Ia kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mimika. Namun tidak lama berselang, almarhum menembuskan nafas terakhir di RSUD.

Di kamar jenazah, selain Dandim 1710 Mimika Let. Inf Pio L Nainggolan hadir pula Danrem 174/ATW Brigjen TNI R Agus Abdurrauf. Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob juga meluangkan waktunya melayat jenazah di RSUD.

“Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Mimika saya sampaikan turut berdukacita. Almarhum ini saya tahu persis dulu waktu pileg beliau sangat aktif. Semoga keluarga diberikan kekuatan menghadapi duka ini,” ujarnya singkat kepada media.

Hingga saat ini, Dandim Mimika belum dapat dimintai keterangan terhadap penyerangan tersebut. Pasalnya ia bersama jajarannya sedang memberikan perhatian kepada almarhum dan keluarga korban di RSUD.

Sementara di RSUD, keluarga almarhum terus berdatangan. Bersama anggota TNI, mereka saat ini sedang mempersiapkan pemulangan jenazah ke rumah duka.

Kepada BeritaMimika, salah satu kerabat koban mengatakan almarhum memiliki 3 putera, anak sulung merupakan pelajar salah satu SMP di Timika.

“Kami sama-sama tinggal di asrama kodim,” ujarnya singkat. (Ronald)

Top