Hukum & Kriminal

258 Warga Tembagapura Dievakuasi ke Timika

Kedatangan pengungsi di pusatkan di Kavaleri III

MIMIKA, BM

Sebanyak 258 warga dari Kampung Banti I dan Banti II Distrik Tembagapura yang terdiri atas 122 orang dewasa dan 136 anak-anak dievakuasi ke Timika, Jumat (6/3).

Kedatangan mereka yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan anak-anak ini, dipusatkan di Kavaleri III Serigala Ceta, Jalan Agimuga Distrik Kuala Kencana dengan menggunakan tiga kendaraan bus PT Freeport.

Warga di evakuasi atas permintaan mereka karena trauma dengan penembakan yang terjadi beberapa hari lalu di seputaran Polsek Tembagapura. Warga khawatir, kejadian akhir 2017 dan 2018 lalu terulang kembali.

Selain itu, dengan kondisi ini mereka kesulitan memperoleh sembako (makanan-red) akibat terputusnya akses ekonomi.

Setelah di Timika, 258 warga ini selanjutnya di pulangkan ke rumah dan sebagian di bawah ke keluarga mereka yang berdomisili dibeberapa tempat yakni Kwamki Narama, SP13, SP2, SP5 dan SP9. 2 diantara mereka dilarikan ke RSUD untuk perawatan lebih lanjut karena faktor kelelahan.

“Nanti wawancara dengan pak wakil bupati saja karena tadi di rumah jabatan, kami rapat bersama sudah sepakati nanti satu pintu untuk informasinya. Pak wakil yang akan sampaikan semua keadaan ini. Intihnya warga yang minta untuk diungsikan ke Timika,” ungkap Asisten III Setda Mimika, Sihol Parlingotan kepada wartawan.

Sementara itu, terkait situasional di Distrik Tembagapura, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan menambahkan, situasi di Tembagapura akibat kontak senjata beberapa hari lalu kini mulai kondusif.

“Kondusif, semuanya tenang. Proses operasional perusahan PT. Freeport juga tetap berjalan seperti biasa. Warga ketakutan karena kehadiran KKSB dari luar Timika masuk ke Timika. Kontak senjata masih tapi intensitas sudah menurun jauh. Proses evakuasi juga berjalan baik karena sudah di urus oleh rekan-rekan TNI Polri di atas kemudian disalurkan ke Timika dan kami terima. Setelah itu kita salurkan ke keluarga masing-masing di beberapa wilayah di Timika,” jelasnya.

Evakuasi warga Tembagapura ke Mimika ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sore tadi sebanyak 258 orang dari Kampung Banti 1 dan Banti 2. Rencananya, malam ini pukul 20.00 Wit sekitar 400 warga lagi dari Kimbeli dan Kalikapur akan diturunkan dengan 6 kendaraan bus PT.Freeport.

Penjemputan sore tadi dilakukan oleh Pemerintah Daerah, TNI dan Polri. Kedatangan mereka diterima Asisten I dan III Setda Mimika, Kadis Kesbangpol, Kasatpol PP, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil, Dandim Mimika, Wakapolres dan Kabag Ops serta pimpinan kesatuan TNI Polri lainnya. (Ronald)

Polres Mimika Ringkus Empat Pengedar dan Pengguna Sabu

MIMIKABM

Satuan Narkoba Polres Mimika berhasil menangkap empat pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu (IT, AT, RJ dan DR) di empat TKP yang berbeda.

Melalui Press Release di Kantor Pelayanan Jalan Cenderawasih, Rabu (29/1), Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memberikan apresiasi atas kinerja bawahannya.

"Saya apresiasi Satnarkoba yang anggotanya minim hanya 13 personel tapi mampu menangkap dalam waktu cepat di empat TKP dengan barang bukti yang sudah diamankan," ujarnya.

Kapolres Era mengapresiasi kinerja bawahannya karena hanya dalam dua hari bukan hanya begal yang ditangkap namun mereka juga berhasil menangkap pelaku curanmor dan pengedar narkotika.

"Ini adalah tuntutan masyarakat yang mengingnkan adanya ketertiban dan keamanan kota Timika menjelang Pesparawi dan PON," ungkapnya.

"Kita akan kembangkan jaringan-jaringan mereka dan akan mengejar walaupun diluar Timika. Biasanya kelompok pengedar ini tidak hanya di Timika. Kita akan dalami siapa yang memasukan barang ke sini," tegasnya.

Dari penangkapan ini barang bukti yang didapati berjenis sabu dengan berat diperkirakan melebihi lima gram. Kapolres menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan barang haram ini beredar di Timika begitu saja.

"Sekarang masih proses penyelidikan. Penangkapan ini diharapkan ada efek jera pada masyarakat Timika. Mereka ini akan dikenakan ancaman empat dan lima tahun sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ungkapnya. (Nal)

Polisi Kembali Bekuk Tiga Pelaku Begal Dalam Waktu Singkat

 

MIMIKABM

Apresiasi patut diberikan kepada Jajaran Satuan Reskrim Polres Mimika yang dalam hitungan jam, pada Rabu (29/1) kembali membekuk tiga pelaku begal yang akhir-akhir ini membuat resah masyarakat Timika.

Ketiga pelaku ini adalah VP dan SM. Sementara satunya yakni PA diserahkan secara langsung oleh tokoh masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku.

Melaui Press Release, Rabu (29/2), Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era menjelaskan, SM bersama rekan-rekannya merupakan pelaku begal di depan Uno Mart.

"Aksi mereka ini sempat viral di Timika. Dua diantaranya masih dalam pengejaran. Barang bukti yang diamankan adalah pakaian, tas yang dalamnya ada barang-barang make up dan motor yang mereka gunakan saat lakukan aksi minggu kemarin," jelasnya.

Diakui, SM juga terlibat dalam kasus pembegalan di Rumah Makan Saiyo bersama pelaku VP pada Sabtu (25/1) lalu.

"Mereka ada lima orang. Dua sudah kita tangkap sedangkan 3 masih dalam pengejaran (DPO-red). Kalau PA ini diserahkan oleh Pak Marianus, PA sangat terbuka dan koperatif mengakui perbuatanya bahkan dia sudah tujuh kali lakukan pembegalan," ungkapnya.

Dari hasil penelusuran kasus begal, hingga saat ini Polres Mimika telah menangkap
tujuh orang yang terdiri atas lima pelaku begal dan dua penada.

"Jadi kita sudah tangkap dua kelompok yang berbeda dari kasus begal dan lain-lain. Masih ada beberapa kelompok lagi. Semua dalam target. Tentunya masih ada tindak pidana lain yang masih kita selidiki termasuk curanmor dan maraknya pencurian di rumah," ujarnya.

Ia mengatakan kelompok kedua yang ditangkap tergolong spesialis khusus penjambretan dengan menggunakan sepeda motor.

"Kami sangat berharap kepada masyarakat Mimika, jika ada indikasi seperti ini segera laporkan ke kami. Kami akan langsung ke TKP. Laporan dari masyarakat sangat membantu kami mengungkap dan menangkap para pelaku. Bukan hanya kejahatan begal tapi lainnya juga. Kami juga berterimakasih kepada tokoh masyarakat Komoro, Marianus Maknaipeku dan Gregorius Okoare yang sudah menyerahkan seorang pelaku PA dan turut hadir dalam press release ini," ujar Kapolres Era. (Nal)

Top