Sangat Membantu Pasien, Program 'Sa Antar Ko' RSUD Mimika Sudah Layani 461 Pasien OAP

Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu
MIMIKA, BM
Program “Sa Antar Ko” di RSUD Mimika benar-benar menjadi terobosan inklusif dalam pelayanan kesehatan, dari dilaunching pada 17 Juli hingga 7 September 2025, tercatat 461 pasien Orang Asli Papua (OAP) telah memanfaatkan layanan ini.
Program “Sa Antar Ko” yang digagas oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT melalui arahan Bupati Mimika ini mencerminkan kebutuhan nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program pelayanan “Sa Antar Ko” dari periode 17 Juli hingga 7 September 2025 telah melayani sebanyak 461 pasien,”kata Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL, M.Kes, saat ditemui diruangannya, Kamis (11/9/2025).
dr Anton menjelaskan, dari jumlah 461 pasien ini apabila dilihat berdasarkan suku paling banyak dari suku Kamoro, kemudian Amungme dan selanjutnya Papua lainnya.
Sementara, apabila dilihat berdasarkan usia pasien, untuk pasien dewasa yang terlayani sebanyak 52 persen sedangkan pasien anak 48 persen.
“Kalau kita lihat berdasarkan distrik yang terbanyak berturut-turut adalah Distrik Mimika Baru, Wania, Mimika Timur dan Kuala Kencana. Untuk pelayanan terjauh yakni wilayah Pomako, SP 12 dan SP 13,” jelas Anton.
Anton mengatakan, bahwa program ini nantinya akan dievaluasi pada bulan ketiga. Dan untuk saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan, baik dari pihak pasien maupun pihak Maxim sebagai pihak penyedia layanan “Sa Antar Ko”.
Namun memang kendala teknis seperti hilangnya jaringan internet yang membuat alur pemesanan sedikit berbeda. Dimana satu hari sebelum pengantaran pihak Maxim akan diinfokan untuk jumlah pengantaran pasien.
“Jadi saat jaringan down, kami sudah berkoordinasi 1 hari sebelumnya dengan pihak Maxim untuk standby saat jam pulang pasien, di pukul 14:00 hingga 16:00, begitu juga dengan sistem pembayarannya, saat jaringan normal pembayaran dibayarkan secara online melalui aplikadi maxim, namun saat down kami lakukan pembayaran cash,”tutur Anton.
Sedangkan dari sisi masyarakat selama ini pasien merasa puas karena memang sangat membantu dalam hal sisi biaya dan dapat memastikan pasien dapat tiba dirumah mereka dengan aman dan nyaman.
"Dengan pelayanan Sa Antar Ko yang gratis, pasien sangat terbantu dan mereka berharap program ini terus berjalan dan berkelanjutan,"terangnya.
Ia menambahkan, layanan 'Sa Antar Ko' dalam pelaksanaannya hingga saat ini masih sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak Maxim.
Baik dari standar kendaraan dan driver, setiap hari program ini dimonitor oleh tim RSUD. Sampai saat ini belum ada temuan yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama dengan pihak maxim.
"Semua sudah sesuai dengan PKS. RSUD memantau dengan ketat pelayanan Sa Antar Ko ini. Ada petugas khusus yang melakukan pemantauan setiap hari dan memastikan pasien diantar sampai ke tempat tujuan,"ungkapnya. (Shanty Sang)





