Kesehatan

Gerakan Gizi Peduli TBC 2025, PT Petrosea Berikan Bantuan 50 Paket Bama Bergizi



Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Lenny Silas saat menyerahkan bantuan

MIMIKA, BM

Melalui Gerakan Gizi Peduli TBC (Gertib) 2025, PT Petrosea memberikan bantuan 50 paket bahan makanan (Bama) bergizi bagi pasien TBC yang ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Pemberian bama bergizi ini diberikan langsung oleh Officers CSR PT Petrosea, Joyner Kambuaya kepada Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Lenny Silas di ruang pertemuan kantor P2P KM-7, pada Rabu (27/8/2025).

Officers CSR PT Petrosea, Joyner Kambuaya memberikan apresiasi kepada pihak Dinkes Mimika, yang telah merespon PT Petrosea dalam melakukan Gertib 2025.

Joyner mengatakan jika sebelumnya PT Petrosea juga telah berkolaborasi bersama Dinkes Mimika, untuk kegiatan skrining TBC pada usia pelajar.

Pada bantuan bama kali ini terdapat paket yang terdiri dari beras 5 kg, telur 1 rak, dan susu Dancow 750 gram.

“Kami ucapkan terima kasih telah diterima dengan baik, kali ini kami memberikan 50 paket bantuan tambahan makanan bergizi bagi pasien TBC,”kata Joyner.

Ia berharap dengan pemberian bantuan ini dapat meningkatkan kolaborasi PT Petrosea bersama Dinkes Mimika, sehingga kedepannya dapat dilibatkan lagi melalui program CSR.

“Kami PT Petrosea sangat terbuka untuk dilibatkan dalam program CSR, sehingga 50 paket ini tahap pertama. Selanjutnya Dinkes dapat mengajukan permintaan, apabila ada penambahan. Dan tahun ini PT Petrosea lebih kepada penyakit TBC dan HIV, sebab 2 tahun lalu kami telah fokus pada malaria,”ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Lenny Silas juga mengapresiasi atas kepedulian PT Petrosea yang telah memberikan sebagian program CSRnya kepada pasien TBC dan HIV.

Pemberian bantuan gizi ini kata Lenny, dianggap sangat bermanfaat mengingat pasien HIV sudah pasti terkena TBC, dan dengan kondisi kesehatan tersebut diharapkan pasien dapat memenuhi kebutuhan gizi sebelum diberikan obat.

“Sekecil apapun kontribusi perusahaan, apabila semua perusahaan mencontoh PT Petrosea ini maka tingkat risiko penyakit ini dapat menurun, dan pembagian bantuan ini akan kita lihat dengan kondisi ekonomi pasien,”tutur Lenny.

Leny juga berharap, PT Petrosea dapat mengambil bagian dalam program pemeriksaan kesehatan gratis, yang saat ini sedang dilakukan Dinkes Mimika. (Shanty Sang

Dinkes Gandeng TP PKK Mimika Gelar Lomba Balita Sehat, Diikuti 40 Peserta

Foto bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob, Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Perina Kemong beserta Pengurus Pokja 4 dan peserta lomba


MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Kelaurga (TP PKK) menggelar Lomba Balita Sehat yang diikuti sebanyak 40 Balita perwakilan dari 10 Posyandu yang ada di Timika.

Lomba yang dilaksanakan di Hotel Serayu, Kamis (14/8/2025) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong didampingi Ketua TP PKK Mimika, Ny. Susy Rettob, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Periana Kemong, dan Kepala Dinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap pertumbuhan anak di Timika.

Memang baru sebagian peserta dari 10 Posyandu yang terlibat, namun ini akan menjadi langkah awal yang diharapkan dapat berlanjut setiap tahun.

Katanya, Lomba Balita Sehat ini bukan sekedar lomba saja melainkan merupakan wujud nyata dari perhatian pemerintah untuk mewujudkan generasi emas di Mimika.

"Menang ataupun kalah dalam Lomba Balita Sehat ini, bukan hal yang penting tapi untuk memastikan anak tumbah kembang dengan baik. Saya harap Posyandu yang lebih banyak harus ada di kampung. Kepala kampung harus bekerjasama dengan distrik, PKK, dan pemerintah untuk memastikan generasi penerus bangsa tumbuh dengan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra mengatakan, bahwa kriteria lomba dilihat dari aspek usia, tumbuh kembang, keseimbangan berat dan tinggi badan, kesehatan gigi dan mulut, mental, serta beberapa kategori lainnya.

“Lomba ini juga sebagai upaya untuk mendorong semangat bagi orang tua supaya peka dan semangat untuk bawa anaknya ke Posyandu,” pungkasnya.

Ketua Panitia Lomba, Lenni Silas dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Lomba Balita Sehat di wilayah kerja Dinkes Mimika Tahun 2025 ini merupakan momen yang sangat tepat sebagai sarana pembelajaran tentang manfaat dari sebuah generasi sehat selain itu juga untuk mengetahui dampak program yang telah dilakukan.

Tujuan dilaksanakannya perlombaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan perkembangan anak Balita. Memberikan penghargaan kepada orang tua dan anak yang telah berusaha menjaga kesehatan dan perkembangan anak balitanya. Meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pemantauan kesehatan balita.

Lainnya, mendorong orang tua untuk memberikan gizi seimbang dan perawatan yang baik bagi balita. Mengidentifikasi balita yang sehat dan berkembang dengan baik dan memberikan penghargaan kepada orang tua yang berkomitmen menjaga kesehatan balita.

Adapun, output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan perkembangan anak Balita dan terselenggaranya kegiatan penghargaan kepada orang tua dan anak yang telah berusaha menjaga kesehatan dan perkembangan anak balitanya.

Selain itu juga, untuk meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pemantauan kesehatan balita, meningkatknya gizi seimbang dan perawatan yang baik bagi balita. Teridentifikasinya balita yang sehat dan berkembang dengan baik dan memberikan penghargaan kepada orang tua yang berkomitmen menjaga kesehatan balita.

"Kriteria penilaian Lomba Balita Sehat terdiri dari kelompok usia 6 sampai 23 bulan sebanyak 20 anak, dan usia 24 sampai 59 bulan, sebanyak 20 anak," kata Lenni.

Lenni menuturkan, nantinya juri akan melihat dari usia anak, berat badan, dan panjang harus seimbang. Sementara penilaian dari segi mental, kesehatan gigi, dan mulut serta didukung dengan keikutsertaan anak dalam program kesehatan di Posyandu yang dibuktikan dengan adanya Kartu Menuju Sehat (KMS).

Dikatakan, bahwa lomba diperuntukkan bagi Posyandu yang tersebar di Puskesmas Timika, Timika Jaya, Kwamki Narama, Pasar Sentral, Karang Senang, Bhintuka, Limau Asri, Wania, Mapurujaya, dan Ayuka yang ada di 7 distrik.

Sementara untuk Tim Penilai Lomba Balita Sehat sendiri, diketuai langsung oleh oleh Ketua TP PKK Mimika, Sekretaris Dinas Kesehatan, dan anggota yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter gigi, dan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

"Lomba balita sehat merupakan serangkaian kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80," tutup Lenni. (Shanty Sang)

Dinkes Mimika Sosialisasikan Triple Eliminasi dan Kusta untuk Ibu Hamil

Suasana berjalannya sosialisasi

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, memberikan sosialisasi triple eliminasi (HIV, Sifilis dan Hepatitis) dan Kusta untuk ibu hamil.

Sosialisasi ini diberikan kepada puskesmas, dan klinik juga rumah sakit. Pasalnya, fasilitas kesehatan lah yang akan menangani pasien dengan kasus triple eliminasi tersebut.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Hotel di Hotel Grand Tembaga, Jumat (22/8/2025) dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, bahwa selain triple eliminasi dan kusta, pihaknya juga mendorong skrining hipotiroid saat ibu bersalin.

Triple eliminasi ini merupakan salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Ini kita coba berjejaring supaya semua ibu hamil dilakukan pelayanan standar karena triple eliminasi pada ibu hamil menjadi target SDGs,” kata Reynold.

Reynold menjelaskan, ibu hamil juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan 10 T yang merupakan standar pelayanan minimum bagi ibu hamil. 10 T ini terdiri dari, Timbang berat badan, Ukur tinggi badan, Tensi (tekanan darah), Ukur Lila (Lingkar lengan atas), Tentukan letak janin, Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT), Pemberian tablet tambah darah, Tes laboratorium, konseling (temu wicara), dan Tata laksana kasus.

Ini semua kata Reynold mandatori dan bersifat wajib untuk bagaimana bisa memutus rantai penyakit menular dari ibu dan anak. Karena salah satu penularannya melalui hubungan seksual, seperti diketahui orang hamil itu indikasinya Adalah melakukan hubungan seksual aktif.

“Kalau kita melihat transmisi HIV Hepatitis itu kan melalui hubungan seks jadi bagaimana ini kita deteksi lebih awal supaya tidak terjadi penuklaran ke anak,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top