Kesehatan

Kasihan, Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah Meninggal Dunia

Ilustrasi kaki bayi (Foto Google)

MIMIKA, BM

Sungguh kasihan bayi perempuan yang sempat mendapatkan perawatan medis saat ditemukan di tempat sampah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika pada Selasa 13 Mei 2025 kini telah meninggal dunia.

"Bayi meninggal sekitar pukul 23.10 WIT dan kami dari rumah sakit maupun kepolisian menyerahkan secara penuhnya kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pemakaman,"kata Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikonfirmasi, Kamis,(15/05/2025).

Seperti diberitakan sebelumnya seorang bayi perempuan diduga dibuang oleh orang tuanya di tempat sampah RSUD Mimika, Selasa13 Mei 2025 sekitar jam 04.30 WIT.

Bayi perempuan ini pertama kali ditemukan oleh petugas cleaning service saat hendak mengangkat sampah depan toilet IRD.

Diketahui bayi ini berjenis kelamin perempuan memiliki berat badan: 1.286 gram, panjang badan: 33 cm dan lingkar kepala: 23 cm dengan usia Gestasi diperkirakan sekitar 30 - 31 minggu. (Ignasius Istanto)

Sentuhan Kasih Untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Satgas TMMD Berikan Layanan Posyandu

Nampak personel Satgas TMMD saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Pigapu.

MIMIKA, BM

Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1710/Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Puskesmas Pembantu Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Kamis, (15/05/2025).

Kegiatan Posyandu ini diikuti puluhan ibu hamil, balita, dan lansia. Selain pemeriksaan kesehatan rutin. Satgas TMMD juga membagikan makanan tambahan (PMT) bergizi seperti bubur kacang hijau dan telur rebus guna membantu meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil.

Komandan Satgas TMMD, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat,” ujarnya

”Posyandu ini menjadi sarana penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan ibu hamil dan lansia. Selain itu kita berikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi,” lanjutnya.

Dengan kegiatan seperti ini, TMMD tak hanya memperkuat pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (Ignasius Istanto)

Kasus Malaria di Mimika Tempati Posisi Tertinggi di Papua Tengah dan Kedua di Indonesia

Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, Yenice Derek

 

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika adalah daerah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Tengah dan menempati posisi kedua di Indonesia setelah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, Yenice Derek mengatakan, dari delapan Kabupaten, angka kesakitan malaria tertinggi ada di Kabupaten Mimika. Hitungan secara nasional itu harus 1/1.000, artinya dalam 1.000 orang cuman boleh 1 orang yang malaria.

"Tetapi di Mimika, dari 1.000 orang yang terkena malaria sebanyak 500 orang, inilah hitungan yang kami dapatkan,” kata Yenice.

Dengan tingginya kasus malaria di Mimika maka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah terus gencar membekali petugas Kesehetan Lingkungan (Kesling) yang ada di 26 Puskesmas di Mimika.

“Jadi kita berikan pemahaman bagimana penanganan saat mereka di lapangan, pengetahuan tentang dasar-dasar entomologi,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab malaria itu dikarenakan nyamuk anopheles khususnya anopheles betina, sehingga diberikan juga ilmu tentang mengidentifikasi nyamuk, kemudian bagaimana diajarkan metode surveilans kepada tenaga Kesling dari 26 Puskesmas ini.

“Bukan hanya materi yang kita berikan, namun juga akan kita berikan stimulasi dilapangan,” tuturnya.

Saat ditanya terkait pelaporan kasus dari Dinkes Mimika, Yenice menjelaskan untuk pelaporan kasus, Dinkes Mimika sangat lancar dalam pemberian laporan. Namun, tingkat malaria yang tinggi ini disebabkan karena daerah Mimika memang cukup kompleks.

“Tingginya kasus malaria di Mimika ini, karena curah hujan yang tinggi, kemudian daerah Mimika kebanyakan rawa, dimana tempat ini yang sangat disenangi oleh nyamuk. Jadi, memang masyarakat yang harus lebih memperhatikan lingkungan,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top