Kesehatan

Dinas Kesehatan Mimika Anggarkan 14 Miliar Bangun Satu Unit Puskesmas di Kartini Ujung

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika di Tahun Anggaran 2025 akan membangun satu unit Puskesmas Perintis.

Pembangunan Puskesmas ini direncanakan akan dibangun di Jalan Kartini Ujung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, bahwa pembangunan Pusksemas tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Puskesmas, termasuk rasio ideal antara jumlah Puskesmas dan penduduk. 

Dikatakan pembangunan Puskesmas baru ini dilihat dari beban dimana satu puskesmas seharusnya melayani sampai 30 ribu jiwa, tetapi di Puskesmas Timika sudah melayani bahkan lebih dari 100 ribu jiwa.

Tidak hanya itu, Puskesmas Pasar Sentral juga sudah melayani sampai lebih dari 50 ribu jiwa.

“Jadi itu kenapa kita mekarkan Puskesmas,” kata Reynold.

Reynold menambahkan pembangunan Puskesmas tersebut ditargetkan selesai tahun ini dengan menggunakan anggaran sebesar Rp14 miliar. Dari anggran tersebut juga sudah termasuk fasilitas sarana prasarana di dalam gedung. 

Selain itu, ada ruang perawatan dilengkapi dengan tempat tidur lima untuk laki laki dan lima untuk perempuan kemudian ruang persalinan menampung 5 pasien. 

"Untuk rawat jalan kapasitasnya cukup besar. satu hati bisa menampung sampai 150 orang," ujarnya. 

Saat ini, Dinas kesehatan sudah berkoodinasi dengan Tim Penilai (appraisal) Tanah dan Dinas Perhubungan agar terintegrasi dengan Dinas Perumahan dan Pertanahan dan juga BadaPertanahan Nasional (BPN). 

Sementara untuk tahun depan, Dinas Kesehatan juga berencana membangun Puskesmas di wilayah Kebun Sirih dan Nawaripi kampung.

"Pekerjaan pembangunan Puskesmas satu tahun langsung selesai kemungkinan November,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Kasus DBD di Mimika Menurun, Sudah 1600 Warga Terima Vaksin Qdenga

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Sejak dilakukan pencanangan program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Mei 2025 lalu, hingga saat ini sudah sebanyak 1.600 orang telah melakukan vaksinasi DBD dengan suka rela.

Vaksin DBD yang digunakan dalam program ini adalah vaksin Qdenga, yang sebelumnya telah diberikan oleh PTFI sebanyak 6.000 dosis kepada Pemkab Mimika.

"Sudah capai 1.600 orang yang secara sukarela di vaksin DBD. Itu hasil yang bagus terutama di wilayah Pasar Sentral, Mayon, Perintis," kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat ditemui, Senin (7/7/2025).

Reynold menuturkan bahwa saat ini pemberian vaksin DBD Qdenga masih di wilayah kota karena fokus di wilayah sentinel atau wilayah lokus yang memang angka kasus DBD tinggi.

Lanjutnya, hingga pertengahan tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berhasil menekan angka kasus DBD hingga 400 kali lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini, kita berhasil menekan angka DBD hingga 400 kali lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tahun lalu itu rata-rata kasus bisa mencapai seratusan per bulan, tapi saat ini angkanya hanya satu,” jelas Reynold.

Ia menambahkan, bahwa vaksinasi ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka akses bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin Qdenga ini untuk perlindungan diri dari DBD. (Shanty Sang)

Sistem Surveilans Strategi Utama Dinkes Mimika Lakukan Pemantauan Covid-19

Kepala Dinas Ksesehatan Mimika Reynold Rizal Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika tetap mengencangkan pengawasan atau sistem surveilans terkait kewaspadaan Covid-19 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami dari Dinas Kesehatan masih terus melakukan pemantauan Covid-19 melalui sistem surveilans," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra saat ditemui, Senin (7/7/2025).

Reynold menjelaskan sistem surveilans dilaksanakan setiap hari dan rutin dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan disetiap Fasilitas Kesehatan (faskes-red).

Namun menurutnya, masyarakat telah beradaptasi dan hidup berdampingan dengan COVID-19. Hal ini dibuktikan dengan dukungan masyarakat yang telah melakukan vaksin COVID-19. 

Dimana cakupan untuk vaksin dosis pertama di Mimika telah mencapai 80 persen kemudian untuk cakupan vaksin dosis kedua mencapai 70 persen.

“Untuk vaksin dosis ketiga itu memang cakupannya kurang, namun dosis pertama dan kedua itu telah immunity, dimana kekebalan imun kita telah terbentuk,” paparnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan surveilans yang diterima saat ini COVID-19 masih bisa dikendalikan. Hal ini tentunya dampak dari upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, stakeholder terkait dan juga dukungan dari masyarakat.

“Jadi masyarakat hanya perlu memastikan hidup dengan sehat, lingkungan yang sehat sehingga dampak positif yang kita lakukan bersama dapat berpengaruh pada kesehatan kita,” tandasnya. (Shanty Sang)

Top