Politik & Pemerintahan

Menata Kembali Pembagian Guru, Plt Bupati Mimika: Harus Siap Ditempatkan di Pedalaman

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini sedang menata kembali pembagian penempatan guru-guru di setiap sekolah.

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan hal itu dilakukan mengingat sebelumnya sejumlah guru PNS sempat ditarik dari sekolah yayasan dan ditempatkan di sekolah negeri.

Alhasil, banyak sekolah-sekolah yayasan yang hingga saat ini mengalami kekurangan guru.

"Jadi sekarang kita lagi mendata semua guru-guru untuk dikembalikan semua pada posisinya," ujar John saat diwawancarai awak media di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (7/2/2023).

"Kita lagi bagi. Kita bagi guru-guru yang tersebar di mana-mana ini karena banyak yang ditarik," imbuhnya.

John mengungkapkan bahwa di lapangan, ada sekolah yang hanya memiliki tiga guru.

"Makanya ini kita sudah mau kembalikan semua, termasuk guru yang sekarang ada di dinas-dinas juga kita kembalikan semua," tuturnya.

Dia juga mengatakan, dalam pembagian ini, tidak ada pembedaan antara sekolah negeri dan swasta.

"Bukan saja di negeri, ini sekolah swasta dan negeri. Ini kita kembalikan semua, kita sesuaikan dengan kebutuhan guru dan kebutuhan sekolah. Semua guru harus siap untuk ditempatkan di pedalaman, harus," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Ketua Panwaslu Distrik Mimika Tengah Resmi Lantik 5 PKD, Diharap Bekerja Jujur dan Adil

Pelantikan dan pengambilan sumpah didampingi Pastor Paroki Sempan, Pst. Maximilius Dora OFM

MIMIKA, BM

Ketua Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) distrik Mimika Tengah resmi melantik 5 Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) yang ada di wilayahnya.

Pelantikan dan pengambilan janji sumpah dilaksanakan pada Selasa (7/2/2023) pagi di Balai Kampung Mawokauw Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu Mimika, Budiono Muchie mengatakan suksesnya keberlangsungan Pemilu 2024 juga merupakan andil dari tugas dan tanggung jawab seorang PKD.

“Harus dilakukan sumpah janji karena bapa sekarang pejabat, ini salah satu syarat. Sumpah janji dihadapan Tuhan. Jadi, selain tanggung jawab bapa terhadap Tuhan juga kepada negara. Tanggung jawab bapa banyak jadi terus berkoordinasi dengan ketua Panwaslu distrik,” katanya.

Ia menyampaikan, dalam waktu dekat akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dimaksudkan adalah untuk memberikan data terbaru data-data pemilih.

“Misalnya di Atuka, jangan sampai ada warga yang tidak terdaftar memilih sehingga mereka tidak bisa coblos. Karena satu orang memiliki hak satu suara,” ucapnya.

“Pemilu besok serentak di seluruh Indonesia. Pemilu pertama kali bersama-sama semua baik kampung, kelurahan, kabupaten melakukan Pemilu yang sama artinya kita mengamankan daerah masing-masing. Tetap semangat, percayalah ini bagian dari ibadah dan pengabdian kepada negara dan agama,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panwaslu Distrik Mimika Tengah, Makarta Siep menuturkan perekrutan PKD berdasarkan banyaknya kampung di distrik terkait dan untuk Distrik Mimika Tengah ada lima kampung yakni Kampung Kamora, Aikawapuka, Timika Pantai, Kekwa dan Atuka.

“Setelah pelantikan ini nanti mereka yang mengawasi teman-teman dari KPU, teman-teman Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Mereka yang mengawasi adanya penambahan daftar pemilih baru atau perubahan data,” tuturnya.

Ia berpesan agar setelah dilantik, PKD dapat menjalankan tugas sesuai dengan sumpah janji yang baru saja diucapkan.

“Selain itu saya harap kalian dapat bekerja dengan jujur dan adil untuk suksesnya tahapan Pemilu yang akan berlangsung,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Festival Kamoro Kakuru Direncanakan Digelar Pada Saat Jelang HUT Mimika


Plt Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Festival mangrove atau yang disebut Festival Kamoro Kakuru direncanakan akan digelar pada Oktober 2023.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob Kepada awak media, Minggu (5/2/2023), usai mengikuti puncak perayaan Imlek di Graha Eme Neme Yauware.

“Festival Mangrove ini memang rencana akan kita lakukan tahun ini, dalam rangka menyambut HUT Mimika. Kita mau buat pekan budaya, pekan seni, pekan olahraga rakyat, pariwisata. Kurang lebih satu minggu menjelang HUT Mimika dan kita akan buat ini tiga tahun berturut-turut supaya jadi even nasional,” terangnya.

Hal ini tentu akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi terutama bagi para pelaku UMKM yang ada di Mimika terutama UMKM lokal.

Sebelumnya, pada Oktober 2021 kepada Berita Mimika Plt. John menjelaskan bahwa Kamoro Kakuru atau pesta adat suku Kamoro acaranya nanti terdiri dari lomba dayung, lomba ukir, cara hidup di tengah hutan dan cara hidup orang pantai.

Adat ini tidak hilang dari tiga hal yaitu sampan, sungai dan sagu, juga terkait pola hidup masyarakat pantai yang selalu berpindah-pindah. (Elfrida Sijabat)

Top