Politik & Pemerintahan

Kelurahan Dingo Narama Gratiskan Iuran Sampah untuk Warganya

Kepala Kelurahan Oktavina Naa

MIMIKA, BM

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa mengungkapkan, tahun ini warga di wilayah Dingo Narama dibebaskan dari pembayaran iuran sampah.

Oktavina menjelaskan, program penjemputan sampah sudah berjalan selama ini di hampir semua lingkungan kelurahan.

Ia mengakui, sebelumnya dilakukan penagihan pembayaran oleh warga karena tidak adanya anggaran untuk membayar petugas sampah.

"Tapi setelah kami dapat anggaran kebersihan dari distrik tahun ini maka iuran sampah ke warga tahun ini saya stopkan," Kata Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/10/2022).

Ia mengatakan, dana kebersihan dari distrik diberikan sebesar Rp46 juta dan dengan dana tersebut digunakan untuk pelayanan kebersihan di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

"Jadi petugas kebersihan silahkan lihat jika ada sampah berserakan, tetapi jalan umum itu tugasnya DLH. Kendaraan kebersihan sebelumnya ada 2 unit tetapi 1 unit sudah rusak sehingga hanya 1 unit saja yang difungsikan," Jelasnya.

Ia berharap dapat diberikan lagi kendaraan untuk Kelurahan Dingo Narama, mengingat setelah adanya pelayanan kebersihan di wilayah kelurahannya tampak bersih.

"Karena sudah tidak ada pungutan iuran jadi kami mohon pengertian warga untuk tahu jam buang sampah. Waktu buang sampah pukul 18.00 - 06.00 WIT. Kita kan ada Perda yang mengatur jadi DLH dan Satpol PP sama-sama menertibkan peraturan itu. Saya bersyukur warga Kelurahan Dingo Narama sudah sadar," jelasnya.

Ia mengtaakan, pihaknya memiliki banyak program namun kendalanya adalah anggaran karena kelurahan bukan OPD.

"Kami di kasih dari Distrik Mimika Baru itu operasional per triwulan Rp50 juta belum potong pajak. Itu kan operasional dan kebutuhan kantor bahkan pelayanan kami gratis. Tapi tidak hanya kantor saja, kegiatan lainnya juga harus di backup juga. Contohnya, listrik kami tanggung walaupun ada pelayanan adminduk, wifi, penerangan di jalan juga kami tanggung,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Wujudkan Satu Data, 'Paten di Gunung Mesir' Hadir di Mimika

Penyerahan rompi serta buku Data Agregat Kependudukan secara sombolis oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Septinus Timang kepada sejumlah Kepala Distrik dan Kepala Dispencapil Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) melakukan aksi perubahan dengan meluncurkan program Pelayanan Adminduk Terpadu Kecamatan atau Distrik Pegunungan menuju Pesisir (Paten di Gunung Mesir).

Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Septinus Timang di lantai 5 Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika pada hari Selasa (18/10/2022).

Membacakan sambutan Plt Bupati Mimika, Septinus menjelaskan bahwa program Paten di Gunung Mesir merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan adminduk secara langsung kepada masyarakat.

"Pembuatan identitas kependudukan yang dilakukan di wilayah distrik ini nantinya akan berdampak baik kepada masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, setiap Lurah maupun Kepala Kampung diharapkan untuk terus memonitor seluruh warganya yang belum memiliki indentitas terkait dengan Adminduk seperti KTP, buku nikah, Akta Kelahiran dan sebagainya.

"Dengan hadirnya pelayanan Paten di Gunung Mesir, maka dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen administrasi kependudukan sebagai pelengkap dalam segala pengurusan di jaman modern ini," jelasnya.

"Karena dokumen kependudukan memberikan keabsahan identitas dan kepastian hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang di alami penduduk dan memberi manfaat bagi kepentingan administrasi dan pelayanan publik lainya," lanjutnya menerangkan.

Septinus juga berharap pelayanan ini nantinya betul-betul dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat di pelosok pegunungan dan pesisir agar mereka pun dapat merasakan hadirnya Pemerintah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

"Saya juga memberikan apresiasi kepada dinas kependudukan dan pencatatan sipil atas kerja kerasnya sehingga dapat berinovasi menjangkau saudara-saudara kita yang ada di pegunungan dan pesisir untuk memberikan pelayan adminduk," ucapanya.

"Saya berharap bagi pegawai kita yang akan bertugas nantinya dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tulus memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat karena kalian adalah orang-orang luar biasa yang di pakai dan siap mengabdi bagi nusa dan bangsa kuhususnya Kabupaten Mimika ini," pungkasnya.

Di samping itu, dalam laporan yang disampaikan Kepala Dispecapil Mimika, Slamet Sutejdo, dikatakan bahwa pada program Paten di Gunung Mesir ini pelayanan Adminduk akan menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Mimika, terlebih wilayah pelososk yang sulit terjangkau.

"Ini merupakan perwujudan Perpres nomor 96 tahun 2019 tentang satu data Indonesia yang mana semua data akan saling terkoneksi," jelasnya.

"Kita selama ini sering berjibaku tentang data yang tidak pernah sama, tetapi mudah-mudahan dengan adanya program Paten di Gunung Mesir, kita semua dapat mewujudkan Mimika satu data, Papua satu data, dan Indonesia satu data," harapnya.

Kegiatan peluncuran ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan rompi serta buku Data Agregat Kependudukan secara sombolis oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Septinus Timang kepada sejumlah Kepala Distrik dan Kepala Dispencapil Mimika. (Endy Langobelen).

Kucurkan Anggaran Hampir Rp1 Miliar, PUPR Mimika Bangun Jalan di Kokonao

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika, Suyani

MIMIKA, BM

Dengan mengucurkan dana kontrak sebesar Rp999 juta, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika siap membangun jalan bagi pejalan kaki di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika, Suyani kepada awak media mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan mobilisasi sejumlah material dari Timika ke lokasi pengerjaan.

"Untuk tahun ini, jalannya kita bangun sepanjang 291,404 meter. Tahun depan baru kita lanjutkan lagi," ujar Suyani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/10/2022).

"Lebarnya 3,2 meter saja karena kan untuk pejalan kaki. Kalau nanti ke depannya sudah ada kendaraan di sana baru kita sesuaikan lagi. Kita akan mulai bangun dari pelabuhan," imbuhnya.

Selanjutnya Suyani menerangkan bahwa dengan melihat kondisi kampung yang kerap terendam maka jalan tersebut akan dibangun menggunakan bahan beton setebal 15 cm.

"Betonnya kita buat dengan kualitas K250. Itu kuat tekannya itu 250 untuk kekuatan per centi. Tapi kita tidak pakai tulangan besi karena kalau pakai tulangan maka dananya tidak sampai," pungkasnya. (Endi Langobelon)

Top