Politik & Pemerintahan

Tahap I Pembangunan Kantor KPU Mimika Capai 65,3 Persen, Akhir November Rampung

Tampak pembangunan Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika di Jalan Hasanuddin, Timika, Jumat (14/10/2022)

MIMIKA, BM

Pembangunan tahap I Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Timika saat ini telah mencapai 65,3 persen.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Mimika, Yan Selamat Purba, kepada beritamimika mengatakan, kemungkinan pembangunan tahap I tersebut akan selesai pada akhir bulan November mendatang.

"Kalau yang saya lihat dari kurva S yang sebagai patokan mereka bekerja, mungkin minggu ke empat November sudah selesai," ujarnya saat ditemui di lobi Graha Eme Neme Yauware.

Dijelaskan lebih lanjut, pengerjaan tahap I ini sebatas pembangunan struktur bawah hingga cor dak lantai kedua.

"Jadi bukan gedung keseluruhan jadi, bukan. Sekarang dia punya konstruksi bawah sudah, kolom sudah, nanti sampai ke cor dak lantai kedua," jelasnya.

Di samping itu, Yan menyampaikan pembangunan tahap I ini akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar lebih.

"Dia sebenarnya Rp5 miliar tapi kan ada panitia, administrasi, dan sebagainya. Jadi dia tidak full 5 miliar untuk bangunannya. Sekitar 4,8 miliar lebih," ungkapnya.

Sementara anggaran untuk merampungkan keseluruhan bangunan, kata Yan, akan berkisar kurang lebih Rp20 miliar.

"Karena memang dia membutuhkan gudang lagi. Kemarin setelah dicek ternyata dia membutuhkan gudang logistik. Jadi itu yang akan ditambahkan," katanya.

"Lumayan besar gudangnya sehingga itu yang memakan biaya. Gudangnya itu diupayakan dibikin gudang yang tidak mudah terbakar, yaitu konstruksi baja," imbuhnya menjelaskan.

Bangunan Kantor KPU ini ditargetkan harus selesai pada tahun 2023, yakni pada tahap II.

"Tahun depan sudah harus jadi karena nanti di tahun 2024 bangunan itu sudah dipakai," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Penanganan Banjir di Mimika Perlu Koordinasi Lintas Sektor, Termasuk PT Freeport

Sekretaris PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi

MIMIKA, BM

Mimika sudah berada di musim panas namun bukan berarti persoalan banjir yang terjadi pada musim penghujan beberapa waktu lalu didiamkan begitu saja.

Jangan sampai banjir tiba lagi di tahun depan, semua orang teriak baru semua terlihat seakan panik hingga saling menyalahkan saat menanganinya.

Justru di saat seperti ini, Pemda Mimika melalui instnasi terkait harus memikirkan cara bagaimana penanganan banjir di Mimika pada saat musim hujan.

Bencana banjir tidak hanya terjadi di ibukota Jakarta saja, banjir pun kerap terjadi di Kabupaten Mimika. Beberapa wilayah tertentu bahkan sering terendam.

Salah satu kampung yang sering mengalami banjir adalah Iwaka dan baru-baru ini pada bulan Agustus lalu pun banjir tidak dapat terelakan di sana.

Terkait hal ini, pada Rabu (12/10/2022) ternyata penanganan banjir telah dibahas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta beberapa OPD terkait.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan suatu database dan rencana strategis kedepan yang akan dijadikan acuan apabila banjir terjadi.

Dalam pertemuan tersebut terkuak berdasarkan data curah hujan bulanan, rata-rata curah hujan Kabupaten Mimika masuk dalam kategori menengah sampai sangat tinggi.

Di beberapa lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) pun masih ditemukan sejumlah sampah yang tergenang. Selain itu, tailing dari PT Freeport Indonesia (PTFI) pun berdampak akan terjadinya banjir.

Kepada awak media Sekretaris PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi mengatakan penanganan sumber daya air (SDA) itu juga berdampak tailing PTFI yang cukup masif di pesisir perairan.

“Saran teman-teman disampaikan dengan penanganan banjir, kalau bertepatan dengan drop itu terjadi meluapnya air ke daratan. Hal ini dampak dari pedangkalan sungai dan laut yang sudah terjadi oleh tailing-nya PTFI, kita tidak bisa pungkiri itu sehingga begitu curah hujan tinggi, debit air naik dari laut, pasti daratan sasaran untuk tergenang,” tuturnya.

Lanjutnya, apabila Mimika sudah memiliki database dan renstra SDA kedepan diharapkan ada cara penanganan banjir baik secara fisik maupun non fisik.

“Diharapkan ada leading sector yang mem-back up, merangkul beberapa opd apabila terjadi musibah banjir. Dengan adanya kajian tersebut, database kita himpun dengan baik sehingga arah kebijakan kita, teknis pekerjaan penanganan banjir dan air baik dalam hal negatif maupun positif bisa dilakukan secara baik dan benar sesuai rencana strategis yang bisa dilakukan,” imbuhnya.

Yoga mengatakan masalah banjir adalah masalah bersama dan dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir dan bantaran-bantaran sungai.

“Di Iwaka selalu banjir. Ketika daya tampung air di sungai Iwaka tidak mencukupi pasti kampung Iwaka akan berdampak. Kita harapkan ada koordinasi dengan semua pihak baik PTFI, tingkat provinsi dan pusat untuk menangani banjir ke depan. Kita harapkan database dan renstra SDA bisa terkumpul untuk menjadi acuan pelaksanaan teknis kedepan,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Perkuat Wawasan Kebangsaan Masyarakat : Papua Urutan Kedua Daerah dengan Kerukunan dan Toleransi Terbaik

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang saat memukul tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan

MIMIKA, BM

Untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan globalisasi, masyarakat harus mengimplementasi wawasan kebangsaan demi memperkuat semangat nasionalisme.

Hal ini sesuai dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Mimika di Hotel Grand Tembaga Jumat (14/10).

Kegiatan dimaksud adalah Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan.

Giat ini bertemakan "Peningkatan Wawasan Kebangsaan Dalam Mewujudkan Masyarakat Mimika Yang Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang dalam sambutanya menyampaikan bahwa ideologi Pancasila itu merupakan kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan dengan berdasarkan lima dasar Pancasila.

"Sehingga masyarakat bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Kata Septinus, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang ciri dan kegunaannya, yang didasari oleh falsafah cita-cita dan perjuangan nasional.

Namun sampai saat ini pemahaman kebangsaan dalam diri masyarakat masih sangatlah kurang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian pemahaman akan wawasan kebangsaan secara utuh.

"Selain itu juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme di Kabupaten Mimika, sehingga secara bersama-sama kita mewujudkan visi misi yaitu terwujudnya Mimika yang cerdas aman dan sejahtera," jelasnya.

Iapun berharap kegiatan ini dapat dicermati dengan baik sehingga benar-benar menyerap informasi, yang mana pada akhirnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh teladan dari masing-masing.

Sementara Kepala Kesbanpol, Yan Selamat Purba menyampaikan bahwa kegiatan wawasan kebangsaan ini untuk mewujudkan masyarakat Mimika yang cerdas, aman dan sejahtera.

"Ini dilakukan mengingat di Mimika perubahan-perubahan dinamika situasi dan kondisi yang sangat tinggi," ujarnya.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika tetap aman, nyaman, damai dan sejahtera.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Provinsi Papua yang diwakili oleh Kabid, Raimondus Motte, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila.

"Sehingga kita sebagai warga yang baik harus bisa mengaplikasikan dan mewujudkan nilai-nilai Pancasila," harapnya

"Kita harus jaga kenyamanan jangan sampai terjadi konflik, kalau sampai terpecah itu akan memusingkan kita semua. Mari kita bersatu padu menjaga kenyamanan di kota ini,"ujarnya.

Ditambahkan Raimondus, Indonesia menganut sistem demokrasi Pancasila yang mana didalamnya ada Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga untuk kerukunan dan toleransi di Papua mendapat urutan ke dua di Indonesia.

"Itu diakui kalau Papua urutan kedua," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan dialog bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Dialog bersama yang diselenggarakan Kesbangpol Kabupaten Mimika menghadirkan nara sumber dari Kesbangpol Provinsi Papua yang diwakili oleh Kabid, Raimondus Motte, Polres Mimika yang diwakili oleh Kasat Intel AKP Budi Santoso dan perwakilan Kodim 1710/Mimika, Kasdim, Mayor Munir. (Ignasius Istanto)

Top