Politik & Pemerintahan

Dinas PUPR Gandeng CV Adycitra Consultan Guna Penyusunan Database dan Renstra Sumber Daya Air Di Mimika

Foto bersama para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika menggelar Presentasi Seminar Pendahuluan dan Antara, Pekerjaan Penyusunan Database Sumber Daya Air (SDA) dan Rencana Strategis (Renstra) SDA.

Kegiatan dilaksanakan Rabu (12/10/2022) di Hotel Horizon Diana dan dibuka oleh Sekretaris PUPR Mimika Inosensius Yoga Probadi.

Sambutan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob yang dibacakan oleh Sekretaris PUPR Mimika Inosensius Yoga Probadi, mengatakan bahwa berdasarkan pasal 25 ayat 1 Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, inventarisasi SDA merupakan langkah pengelolaan yang tepat bagi potensi SDA yang dimiliki daerah termasuk Kabupaten Mimika.

“Salah satu bentuk inventarisasi sebagai dasar penyusunan rencana pengelolaan potensi SDA tersebut adalah penyusunan database SDA,” katanya.

Lanjutnya, hal ini bukan saja berupa pemetaan yang terkomputerisasi atau mempermudah perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pendayagunaan SDA, melainkan juga menjadi salah satu pengarah dalam mengambil kebijakan strategis termasuk daya rusak air yang saat ini mengancam keberlangsungan pembangunan daerah serta kesejahtaraan masyarakat Kabupaten Mimika.

“Tahapan penyusunan database SDA Mimika dimulai dari tahap persiapan data, pengumpulan data, analisis data, pemaparan hasil analisis hingga pemaparan hasil rencana. Tahapan-tahapan ini diperlukan untuk mengumpulkan data dan informasi SDA sehingga terwujud inventarisasi SDA sebagai dasar penyusunan rencana pengelolaan SDA,” imbuhnya.

Ia berharap agar OPD-OPD terkait dapat memfasilitasi kebutuhan data dan informasi guna menunjang dan turut menyempurnakan dokumen pekerjaan database dan rencana strategis SDA Mimika.

Selain itu juga, tujuan dari pekerjaan ini adalah rencana strategis (renstra) pengelolaan SDA di wilyah kabupaten Mimika. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan karena berkaitan dengan langkah-langkah strategis kedepan untuk mengambil langkah penyusunan database.

"Hal ini menjadi penting ke depan, pelaksanaan teknisnya dapat dilakukan dengan baik karena memiliki data yang akurat," ujarnya.

Sementara itu, CV Adycitra Consultant dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika merupakan wilayah yang terdiri dari 19 aliran sungai dan memiliki curah hujan yang tinggi berkisar antara 2109 mm sampai 5035 mm atau rata-rata 3525 mm pertahunnya.

Sementara, luas Kabupaten Mimika adalah 18.387,40 km2 atau 4,75 persen dari luas wilayah provinsi Papua.

Luas ini terbagi ke 18 distrik yakni Distrik Agimuga (1958,65 km2), Alama (429,18), Amar (816,55), Hoya (660,23), Iwaka (450,77), Jila (540,39), Jita (1563,96), Kuala Kencana (219,92).

Selain itu, Kwamki Narama (12,33), Mimika Barat (1148,10), Mimika Barat Jauh (1692,52), Mimika Barat Tengah (1665,00), Mimika Baru (1233,69), Mimika Tengah (511,61), Mimika Timur (282,63), Mimika Timur Jauh (2004,10), Tembagapura (2991,14), dan Wania (199,62).

Sungai di wilayah Kabupaten Mimika terbentang dari wilayah distrik Mimika Barat hingga distrik Agimuga serta beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS). Dan, dibeberapa titik aliran sungai masih ditemukan tumpukan-tumpukan sampah.

DAS Otokwa memiliki delianiasi paling besar dengan luas 3157,13 km2 yang terbesar di Distrik Agimuga, Hoya, Mimika Baru, Mimika Timur Jauh dan Tembagapura.

Untuk Luas Cekungan Air Tanah (CAT) yang terdapat di Mimika yakni 13.358,66 km2 dengan batas fisik wilayah pengelolaan air tanah paling besar adalah CAT Timika-Merauke meliputi Agimuga, Amar, Iwaka, Jita, Kuala Kencana, Kwamki Narama, Mimika Barat, Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, Mimika Baru, Mimika Tengah, Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, Tembagapura dan Wania.

Sementara untuk bencana alam berpotensi terjadi bencana longsor, banjir bandang, banjir, likuefaksi dan bencana erosi. (Elfrida Sijabat)

Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Guru dan Dosen

Foto bersama anggota Bawaslu Mimika dengan para peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Partisipasi masyarakat dalam Pemilu maupun proses demokrasi nasional maupun lokal dapat berdampak baik pada kualitas demokrasi suatu negara dalam menghasilkan calon-calon pemimpin yang ada di eksekutif maupun legislatif.

Untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif, Bawaslu Mimika menggelar giat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, dengan tema "Peran Guru dan Dosen Dalam Meningkatkan Pengawasan Pemilu Pada Pemilih Pemula".

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (12/10/2022) ini menghadirkan para guru dari berbagai sekolah, dosen dari perguruan tinggi serta sebagian perwakilan siswa.

Tujuan kegiatan tersebut juga untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi sehingga mampu mendorong Pemilu yang berkualitas dan bermartabat.

Kordiv Penindakan Data dan Informasi pada Bawaslu, Tony Lehander mengaku bersyukur karena di Timika masyarakat sudah semakin aktif menuju Pemilu nanti.

"Dengan keaktifan ini membuat kami punya keyakinan bahwa demokrasi akan berjalan baik. Salah satunya peran dari perguruan tinggi di Timika yang mana semua pro aktif dan ingin kerja sama dengan Bawaslu. Kami bersyukur ada peran serta dari perguruan tinggi karena itu bagian dari pencegahan," ungkapnya.

Tony mengatakan, kehadiran Bawaslu berhubungan dengan tiga hal yakni cegah, awasi dan tindak. Kegiatan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari cegah yang mana diharapkan peran guru dan dosen dapat menyuarakan kepada siswa dan mahasiswa untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Setelah itu, akan masuk pada awasi yang juga dibutuhkan peran masyarakat dalam mengawasi guna menyukseskan Pemilu tahun 2024 mendatang. Dan terakhir adalah tindak yang akan dilakukan oleh Bawaslu jika ditemukan adanya pelanggaran dalam Pemilu dan tim Gakumdu yang akan menyelesaikan.

"Kami berharap demokrasi di Mimika bisa berjalan dengan aman, lancar dan baik. Kami sangat berharap kepada guru dan dosen menyampaikan kepada generasi milenial agar dapat memiliki KTP karena itu bagian dari hak pilih mereka," ujarnya.

Menurutnya, dosen dan guru adalah perpanjangan Bawaslu sehingga ke depan dalam pemilihan itu murni suara rakyat dan tidak ada kong kalikong politik.

Katanya, Bawaslu juga memiliki keterbatasan dalam pengawasan karena memiki cakupan yang sangat luas namun secara formal Bawaslu memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penegakkan hukum pemilu.

"Tetapi sesungguhnya kontrol sosial dari publik yang kita harapkan sehingga perlu kerjasama antara Bawaslu dengan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan publik. Maka sangat strategis adanya katerlibatan para guru di pandang dari tiga peran literasi, logikal dan elekteral," ungkapnya. (Shanty Sang)

 

Pemda Mimika Menyusun Master Plan Pengembangan Pariwisata Kampung Ipaya


Tampak suasana pelaksanaan seminar pendahuluan penyusunan master plan pengembangan pariwisata Kampung Ipaya di ruang rapat Kantor Bappeda, Rabu (12/10/2022)

MIMIKA, BM

Dalam rangka pengembangan kawasan pariwisata Kampung Ipaya yang berada di Distrik Amar, Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar seminar pendahuluan penyusunan master plan di ruang rapat Kantor Bappeda, Rabu (12/10/2022).

Seminar tersebut dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob mewakili Plt Bupati Mimika yang dihadiri sejumlah OPD terkait serta pihak konsultan dari PT Satria Creasindo Prima yang hadir sebagai pemateri.

Melalui sambutan pembuka, Maria Rettob menjelaskan bahwa Kampung Ipaya adalah salah satu daerah tujuan wisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

"Kawasan ini mempunyai potensi yang besar sehingga perlu ditingkatkan untuk menjadi satu kawasan yang menjadi kawasan pariwisata pantai. Oleh karena itu, kegiatan hari ini kita akan bersama-sama menyusun rencana pengembangan kawasan pariwisata Ipaya," ujarnya.

Maria mengimbau agar setiap pembangunan fisik yang nantinya dimasukkan ke dalam master plan tidak mengganggu atau menghilangkan aspek budaya yang ada di kawasan tersebut.

"Untuk itu, di awal pembentukan master plan ini, kita dapat melihat penjelasan dari pihak konsultan sehingga setelah ini kita bisa mencatat dan memberi masukan kepada konsultan yang akan menangani pengerjaan ini," katanya.

Selain itu, lanjut Maria, dampak lingkungan juga harus benar-benar diperhatikan. Sebab, sasaran yang ingin dicapai dari program master plan ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pariwisata Ipaya.

"Perencanaan harus dilakukan secara baik sehingga tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan terjadi di lingkungan pariwisata tersebut," tegasnya.

"Pembangunan aspek wisata ini juga harus dapat mengakomodasi peluang meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di kawasan pariwisata. Oleh karena itu, masing-masing OPD terkait diimbau dapat melihat peluang ini sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ipaya merupakan salah satu dari 26 destinasi wisata di Kabupaten Mimika, Papua. Sebagai kawasan destinasi wisata, Ipaya telah memenuhi empat kriteria wisata, yakni keindahan, keunikan, kealamiahan, dan kekhasan.

"Keindahan itu termasuk kondisi alamnya seperti pantai pasir dan hutan mangrove. Keunikannya dapat melihat sinset dari titik yang strategis. Ipaya juga memang belum ada secara masif pembangunan yang dapat mengganggu keunikannya. Kekhasan tentu karena pantai ini berada di bumi cendrawasih yang secara karakteristik budayanya sangat potensial," jelas Firdaus, Konsultan PT Satria Creasindo Prima.

Di samping itu, adapun tiga pendekatan yang harus dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Ipaya, yaitu accessibility, aminities, dan attraction.

"Accessibility atau aksesibilitas, orang mau berwisata kalau aksesnya cepat, murah, jelas rutenya. Kalau tidak jelas maka orang cenderung tidak tertarik. Kemudian aminities atau fasilitas sarana prasarana, meski pun kita punya empat kriteria, tetapi kalau tidak didukung den3gan sarana prasarana seperti air minum, listrik, telekomunikasi, tempat restoran, tempat tinggal homestay, dan sebagainya, itu pun tidak akan maksimal karena orang tidak nyaman," terangnya.

"Attraction atau atraksi juga harus ada. Kalau cuma pantai saja pasir putih, pohon mangrove itu sudah ciptaan Tuhan, tetapi bagaimana orang bisa tertarik datang dan menikmati kawasan itu. Jadi bisa diadakan atraksi-atraksi seperti memancing, diving, snorkeling, banana boat dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk membuat orang rindu untuk datang kembali lagi. Itulah poin keberhasilan sebuah destinasi wisata," imbuhnya. (Endy Langobelen)

Top