Politik & Pemerintahan

Realisasi Pendapatan di Mimika Sudah Rp3,2 Triliun : Masih On The Track, Optimis Tiga Bulan Terakhir

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat realisasi pendapatan daerah sampai saat ini sudah mencapai Rp3,274 triliun.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa mengatakan capaian ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk Kabupaten Mimika tahun 2022 sebesar Rp4,1 triliun, belum termasuk APBD Perubahan 2022.

Ia menjelaskan, realisasi pendapatan ini terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD yang sah serta dana perimbangan.

Lainnya, termasuk dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil bukan pajak, DAK fisik, DAK non fisik dan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

"Untuk PAD, dari target Rp1,6 triliun sudah terrealisasi Rp976 miliar atau sudah capai 61 persen. Sedangkan pajak daerah dari target Rp245 miliar sudah terealisasi Rp177 miliar atau sama dengan 73 persen. Retribusi daerah ditargetkan Rp21,4 miliar sudah terrealisasi Rp10 miliar," jelas Dwi.

Dwi berharap OPD yang mengelola retribusi bisa mengejar pendapatan di tiga bulan terakhir sampai Desember nanti agar realisasi bisa tercapai.

“Nah ini dia masih kisaran 47 persen, mudah-mudahan retribusi bisa capai Rp21 miliar,” harapnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, untuk pendapatan lain-lain yang sah ini sampai saat ini pendapatan dari pengembalian sudah mencapai Rp11,5 miliar.

Dana perimbangan ditargetkan Rp2,581 triliun sudah terrealisasi Rp2.137 triliun atau sama dengan 83 persen.

“Nanti kita tinggal menunggu beberapa dana transfer saja lagi, itu dari bagi hasil PBB. Dana bagi hasil pajak masih Rp100 miliar lagi," terangnya.

Selain itu, ada juga dana bagi hasil bukan pajak dari royalti yang mana targetnya Rp743 miliar namun baru terrealisasi Rp900 miliar.

Untuk DAK fisik dari target Rp63 miliar sudah terrealisasi Rp52 miliar. Sedangkan DAK non fisik dari Rp118 miliar sudah terrealisasi Rp71 miliar.

“Jadi masih Rp60 miliar lagi,” ujarnya.

Tambahnya, pendapatan dari dana Otsus dari target Rp140 miliar sudah terrealisasi Rp77 miliar atau sama dengan 55 persen. Dana desa ditargetkan Rp132 miliar terrealisasi Rp102 miliar.

Dana bagi hasil dari Provinsi ditarget Rp115 miliar, sampai saat ini baru dibayarkan dua triwulan sebesar Rp72 miliar dan sisa dua triwulan lagi yang belum dibayarkan sekitar Rp60 miliar lebih.

“Jadi kalau kita melihat alur APBD kita sampai saat ini masih on the track, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ungkapnya. (Shanty Sang)

300 Warga Kampung Pomako Sudah Terima BLT Tahap Dua


Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq

MIMIKA, BM

Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq mengatakan, bantuan langsung tunai tahap dua telah disalurkan kepada 300 penerima di Kampung Pomako.

"Semua bantuan sudah disalurkan kepada masyarakat pada Selasa (27/9/2022) kemarin. Ada sekitar 300 penerima," ujarnya saat diwawancarai di Hotel Grand Moza, Timika, Papua.

Bakri menyebutkan bahwa jumlah total nilai bantuan yang diberikan pada tahap kedua ini pun masih terbilang sama dengan tahap sebelumnya.

"Total jumlahnya masih sama, yaitu sebesar Rp 270 juta," ungkapnya.

Lebih lanjut Bakri mengungkapkan, pada saat pembagian bantuan, sempat ada beberapa masyarakat yang melakukan protes karena tidak mendapatkan bantuan.

"Jelas itu (protes) pasti ada. Tapi itu hanya salah paham saja karena ada yang belum tahu kalau penerima hanya boleh mendapatkan satu jenis bantuan saja," jelas Bakri.

"Jadi, mereka yang dapat BLT tidak boleh lagi dapat bantuan melalui PKH atau lewat Kantor Pos. Begitu juga sebaliknya, kalau sudah dapat dari PKH maka tidak boleh lagi ambil yang BLT" pungkasnya. (Ade)

KPU Mimika Beri Edukasi Bagi Pelajar Tingkat SLTA

Suasana kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SLTA oleh KPU Mimika di Hotel Grand Tembaga, Rabu (5/10/2022).

MIMIKA, BM

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika mulai melakukan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SLTA yang termasuk ke dalam pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang.

Bertempat di Hotel Grand Tembaga, kegiatan sosialisasi yang pertama ini telah mendatangkan sejumlah perwakilan dari 10 SMA yang tersebar di Mimika.

"Masing-masing sekolah, kami undang tujuh orang beserta satu pendamping. Tujuannya agar mereka nantinya dapat berpartisipasi dalam pemilu 2024 nanti," Ujar Ketua Divisi Sosialisasi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Fidelis Piligame saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (5/12/2022).

Adapun materi yang diberikan, kata Fidelis, diantaranya mengenai pengertian Pemilu, Asas Pemilu itu sendiri, dan hal-hal lainnya yang masih berkaitan dengan Pemilu.

"Kita juga memberikan edukasi kepada peserta bahwa mereka memiliki peran penting dalam memilih pemimpin untuk kabupaten ini. Tapi itu kita kemas dengan game-game sehingga lebih menarik bagi para peserta yang hadir hari ini," jelasnya.

Fidelis berharap melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan, para pemilih pemula nantinya tidak golput dalam Pemilu 2024.

"Ke depan ini kan potensi pemilih pemula banyak. Artinya jumlahnya lebih meningkat setelah pemilu 2019 sehingga kita jauh-jauh hari sudah mulai melakukan sosialisasi agar mereka tidak golput," ucapnya.

Selain sosialisasi kepada para pelajar, Fidelis mengatakan bahwa ke depan pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada pemilih pemula di kampung-kampung yang kesulitan mengakses informasi dan juga mereka yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

"Untuk sosialisasi kepada mereka yang tidak bersekolah, kita juga sudah menyiapkan kegiatan sosialisasi dengan datang ke kampung-kampung, terus melalui kelompok-kelompok masyarakat," terangnya.

"Jadi hari ini kita mulai dari sekolah-sekolah dulu, berikutnya ke OKP-OKP, ke masyarakat yang mayoritas terdapat pemilih pemula seperti di Mimika baru, Kwamki Narama, dan kampung-kampung di pedalaman," pungkasnya. (Ade)

Top