Politik & Pemerintahan

Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Assessment

Narasumber Kepala Balai Besar KEMENSOS RI Regional VI Jayapura, John. Mampioper, saat memberikan materi kepada relawan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Assessment yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kamis (26/6/2025).

Sosialisasi dan Pembinaan Assessment ini diberikan kepada para Relawan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Mimika, Paulus Saile mengatakan pembinaan ini diberikan kepada relawan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan efektivitas pelayanan sosial di lapangan.

Tidak hanya itu, LKS dan TKSK juga dibekali untuk bagaimana menghadapi berbagai permasalahan ataupun kasus saat berada di lapangan.

“Relawan inikan yang sering mendampingi pegawai Dinsos untuk langsung turun ke lapangan. Jadi, ini penguatan untuk mereka, apabila ada masalah dilapangan mereka bisa menyelesaikan secara baik,” kata Paulus.

Paulus menambahkan dalam pembinaan, relawan diberikan penjelasan untuk pemberian suatu bantuan sosial kepada masyarakat, sehingga pada saat memberikan bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran.

Relawan juga menerima penjelasan terkait bagaimana mendata masyarakat miskin, mendata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan mendata korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dengan demikian, maka relawan dapat memberikan bantuan dan dukungan kepada korban.

“Jadi apabila ditemukan masyarakat yang mendapatkan KDRT, relawan juga dapat mengetahui langkah apa yang harus dilakukan, karena setiap permasalahan memiliki langkah sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan ini sangat penting, dimana tantangan sosial dan geografis di Mimika membutuhkan relawan yang tangguh dan terlatih.

“Kami berharap dengan adanya bimbingan ini, relawan dapat membantu kami dalam melakukan pekerjaan sosial di Mimika,” harapnya. (Shanty Sang)

Disparbudpora Gali Potensi Bakat Menyanyi Pemuda Terbaik di Mimika Untuk Ikut Even Nasional

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Evert Hindom, Kepala Disparbudpora Elisabeth Cenawatin dan para peserta foto bersama 

MIMIKA, BM

Guna untuk menyaring atau menyeleksi pemuda pemudi yang ada di Kabupaten Mimika khususnya di bidang olah vokal atau menyanyi, maka Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) menggelar Workshop Pop Singer Pemuda Pelajar.

Workshop dilaksanakan selama dua hari sejak Jumat (4/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025) di Hotel Horison Ultima dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Hindom.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Hindom dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (sdm) khususnya di kalangan generasi muda.

Pemuda adalah aset masa depan daerah dan bangsa maka dari itu, potensi mereka harus terus diasah, diarahkan, dan diberdayakan secara tepat dan terukur.

Workshop Pop Singer ini bukan sekadar pelatihan menyanyi, melainkan juga menjadi ruang ekspresi diri dan pengembangan karakter bagi para pemuda-pemudi berbakat di bidang musik, khususnya musik pop. 

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kualitas vokal, memperkuat rasa percaya diri, serta memahami pentingnya profesionalisme, kerja keras, dan etika bermusik," kata Evert.

Evert menambahkan di balik penampilan yang memukau dan suara yang merdu, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Mulai dari latihan yang konsisten, kesabaran dalam membentuk teknik, hingga mental yang kuat untuk tampil di hadapan publik.

Semua itu membutuhkan dedikasi dan semangat pantang menyerah.

"Saya harap bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti. Setelah workshop ini selesai akan muncul langkah-langkah lanjutnya lagi," harapnya.

Sementara itu Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin dalam kesempatan tersebut menuturkan output dari workshop ini akan terpilih pemuda terbaik yang nantinya akan dipersiapkan pada ajang atau even nasional kedepan yang sering diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yakni Pegang Kreatifitas Pemuda Indonesia.

"Kegiatan ini sangat positif untuk muda mudi yang usia 16 sampai 22, karena usia tersebut sudah termasuk dalam kategori pemuda," kata Elisabeth.

Elisabeth menjelaskan peserta berasal dari 22 atau 23 sekolah SMA/SMK yang ada di Mimika. Yang mana setiap sekolah akan mengutus 2 orang yang mempunyai minat atau bakat akan olah vokal.

"Inti dari kegiatan ini yaitu bagaimana kita mengembangkan potensi mereka dalam bidang bernyanyi atau mengolah vokal suara,"ujarnya.

Pasalnya, banyak anak muda sekarang lebih banyak ke musik, sehinga sayang sekali jika potensi atau bakat minat yang dimiliki tidak dikembangkan.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah melihat hal itu sehingga membuat salah satu workshop untuk bagaimana anak-anak ini dapat dikembangkan bakat minat menyanyi.

"Ini bukan cuma di sini saja tapi nanti mereka akan dipilih untuk diikutkan pada even Se-Indonesia di Jakarta," ungkapnya. (Shanty Sang)

Gelar Pasar Murah Ke-9 Kali, Dinas Ketahanan Pangan Konsisten Tekan Angka Inflansi

Gerakan Pasar Murah di SP4

MIMIKA, BM

Dinas Ketahanan Pangan Mimika kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi harga pangan dan menekan laju inflasi di tahun 2025 ini dengan menyediakan bahan pangan yang relatif lebih murah bagi masyarakat, Kamis (26/6/2025).

GPM yang kesembilan ini menyasar warga yang berada di seputaran SP4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Kabupaten Mimika secara konsisten mendukung dan melaksanakan GPM sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, tanpa mengurangi kualitas dan kuantitasnya,” harapnya.

Evert mengatakan bahwa pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan yang memadai dan distribusi yang merata hingga ke pelosok distrik dan kampung di Kabupaten Mimika. 

Kegiatan hari ini juga merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, yang terus mendorong sinergi kebijakan untuk ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi daerah.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus bekerjasama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujarnya.

Ia meminta kepada pelaku usaha dan distributor, agar semua menjunjung tinggi prinsip keadilan dan tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga.

“Mari kita wujudkan Mimika yang sejahtera, berdaulat pangan, dan kuat menghadapi tantangan inflasi. Semoga kegiatan GPM ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Koga mengatakan GPM yang diadakan hari ini merupakan kegiatan yang ke-9 kalinya dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Untuk anggaran sendiri itu Rp1,7 miliar dengan jumlah kegiatan sebanyak 17 kali, namun ada juga penambahan di hari-hari besar keagamaan,” katanya.

Tujuan dari GPM ini, kata Koga, untuk menekan laju inflasi dan menjaga ke stabilitas harga pangan di Mimika.

“Hari ini kita adakan di SP 4, karena kami juga sudah lama tidak masuk di sini dan antusias dari masyarakat begitu banyak,” ujarnya.

Koga mengaku, di Kabupaten Mimika akhir-akhir ini kenaikan inflasi terjadi pada komoditi beras yang harganya naik.

“Jadi sekarang beras masih tinggi di Mimika, contohnya beras premium sekarang dijual dengan harga Rp18 ribu per kilo,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top