Politik & Pemerintahan

15 Jabatan Pimpinan OPD Pemda Mimika Diusulkan ke KASN untuk Rekomendasi Seleksi Terbuka

Kepala BKPSDM Mimika, Evert Hindom

MIMIKA, BM

Sebanyak 15 Jabatan Tinggi Pratama (pimpinan OPD) Pemda Mimika telah diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dilakukan seleksi terbuka.

Kepala BKPSDM Mimika, Evert Hindom menjelaskan usulan tersebut telah dilakukan sejak Januari 2024.

Evert mengatakan ada beberapa alasan dilakukan pengusulan tersebut yakni karena adanya kepala OPD yang meninggal, pindah tugas (daerah) dan faktor persiapan pensiun.

"Usulan dilakukan pastinya bersama dokumen-dokumen pendukung yang dilampirkan karena pasti akan ditanyakan KASN. Misalnya Kadis Kominfo meninggal, kita lampirkan dengan bukti kematian, dan Kepala Lingkungan Hidup yang pindah ke provinsi Papua Tengah," ungkapnya.

Dokumen pendukung yang diserahkan menurutnya akan dikaji oleh KASN. Dari 15 usulan bisa saja hanya 10-13 yang disetujui.

Ia mengakui bahwa rekomendasi dari KASN sedikit lambat karena alasan persoalan sistem merit sehingga pihaknya harus melakukan sejumlah klarifikasi ke KASN.

"Beberapa yang diminta klarifikasi kami sudah selesaikan dan dalam waktu dekat ini mereka akan keluarkan rekomendasi terkait dengan seleksi terbuka ini," ujarnya.

Ia mengatakan sampai saat ini belum dilakukan pengumuman secara terbuka karena masih menunggu rekomendasi dari KASN.

"Karena rekomendasi itu satu paket dengan penunjukan pansel sehingga nanti pansel mereka yang sampaikan pengumuman dan persyaratan. Usulan kami pansel dan asesment satu paket dengan pansel seleksi sekda definitif ini," ujarnya.

Tidak secara rinci namun Hindom menjelaskan bahwa 15 Jabatan Pimpinan OPD yang diusulkan diantaranya Kominfo, DLH, Kearsipan dan Perumahan Rakyat, Asisten 1 dan beberapa OPD lainnya.

Ketika ditanyakan bagaimana dengan pimpinan OPD yang telah lama menduduki satu jabatan di atas 5 tahun, Hindom mengatakan Pemda Mimika sudah melakukan fit dan proper test jabatan-jabatan tersebut sehingga tidak diusulkan lagi untuk seleksi terbuka.

"Memang ada beberapa pimpinan OPD sudah lebih batas waktu karena paling lama 5 tahun sehingga harus lakukan job fit. Dan ternyata beberapa jabatan itu sudah dilakukan job fit pada 2022 atau 2023 sehingga tidak bisa dimasukan lagi sebagai jabatan yang akan diseleksikan. Kalau dipaksakan akan pasti ditolak," ungkapnya. (Ronald R)

Bappeda Mimika Gelar Bimbingan Teknis Inovasi Daerah

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Inovasi daerah merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inovasi sangat penting dilakukan, terutama inovasi yang berkualitas dan harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Oleh sebab itu, guna untuk memperkuat inovasi daerah maka, Bappeda Mimika menggelar bimbingan teknis inovasi daerah dengan tajuk diseminasi jenis, prosedur dan metode penyelenggaraan pemerintah daerah yang bersifat inovatif.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (23/4/2024) dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Robert Kambu.

Ketua panitia kegiatan Jeni dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan bimtek inovasi daerah adalah meningkatan kapasitas tim pamong inovasi daerah dalam mendorong pembaharuan di masing-masing perangkat daerah.

Selain itu, mengidentifikasi dan menginventarisir inovasi-inovasi yang dihasilkan masing-masing perangkat daerah, mempertajam indikator-indikator serta target atau program daerah sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah dan sebagai sarana dan monsterasi proses pelaporan inovasi daerah sistem indeks inovasi daerah.

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling dalam arahannya menyampaikan, Inovasi di Mimika ini sangat kecil, masih kurang inovasi padahal sumber dayanya sangat luar biasa begitupun SDMnya.

"Kenapa kita tidak bisa mencapai indeks inovasi yang bagus? padahal, Nabire sudah duluan,"kata Yohana.

Yohana mengatakan, Mimika berada di posisi ke 4 dan nilainya sangat jauh. Dari 415 kabupaten Mimika menempati urutan 391 dan ini sangat prihatin.

"Kenapa kita bisa sampai di urutan itu karena kita belum tahu caranya, bukan menyalahkan siapa-siapa. Itulah yang kita buat kegiatan ini dengan menghadirkan narasumber sebagai praktisi inovasi daerah,"ujarnya.

Ia mengatakan telah dilantik pamong inovasi dan pamong ini adalah untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dan nantinya akan dilaporkan ke pusat.

Menurutnya, Inovasi harus dibuat lebih berubah ke arah yang lebih baik. Kalau ada inovasi maka perubahan harus positif.

"Kita di sini ada 65 OPD, jadi sekitar 130 pamong yang akan bekerja dan nanti akan ditambah dari Bappeda. Tujuan diadakannya pamong inovasi yaitu sebagai wadah dalam melakukan koordinasi, pendampingan, pelaporan dan tindaklanjut terhadap inovasi baik bersifat inisiasi, uji coba maupun penerapan sehingga tercipta Budaya Inovasi di Mimika,"ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Robert Kambu dalam sambutannya mengatakan inovasi bukan hanya tentang ilmu pengetahuan namun inovasi juga adalah tentang budaya.

Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam rangka mendorong inovasi sehingga membuat daya saing, pelayanan kepada masyarakat dan kemudahan berbisnis di Indonesia menjadi lebih kompetitif.

Setiap daerah diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya untuk mampu bersaing dengan daerah lain dalam rangka mewujudkan pelayanan yang lebih baik.

"Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melalui inovasi daerah. Otonomi daerah telah memberikan ruang bagi pemda untuk berinovasi. Hal ini dipertegas dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah,"tutur Robert.

Katanya, inovasi-inovasi yang dilakukan di daerah akan mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Pusat. Hal ini sesuai dengan amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang menyatakan bahwa "Pemerintah Pusat memberikan penilaian terhadap Inovasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan penghargaan daniatau insentif kepada pemerintah daerah yang berhasil melaksanakan inovasi".

"Sebagai perwakilan pamong dari setiap OPD, peserta pamong adalah motor inovasi daerah Kabupaten Mimika. Diharapkan kejelian bapak dan ibu dalam menangkap ide-ide, bibit inovasi di masing-masing OPD," ujar Robert.

"Melalui bimbingan teknis inovasi daerah ini kami harapkan dapat membuka wawasan baru bagi kita dalam mendorong terciptanya pembaharuan dalam rangka peningkatan pelayanan publik, serta yang tak kalah penting, yaitu pelaporan inovasi-inovasi daerah tersebut ke pemerintah pusat," pungkasnya. (Shanty Sang)

Ada 8-9 Kompetensi yang Jadi Penilaian Tim Asesmen Seleksi Sekda Definitiv

Tim Seleksi dari BKN Pusat, Purwanto

MIMIKA, BM

Yohanna Paliling, Abraham Kateyau, Rony Marjen dan Michael Gomar saat ini sedang mengikuti tahapan asesment seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Hotel Horison Ultima, Selasa (16/4/2024).

Seleksi yang dilakukan secara terbuka dan hanya diikuti empat ASN ini dibuka oleh Pj Sekda Mimika, Ida Wahyuni didampingi Kepala BKPSDM Mimika, Evert Hindom.

Ada 2 tim penilai dari proses seleksi ini, yakni Pusat Penilaian Kompetensi (Puspenkom) Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan tim seleksi yang terdiri atas Sekda Provinsi Papua Tengah (ketua), BKN Regional Jayapura, Inspektur Papua Tengah dan dua akademisi dari Uncen dan IPDN.

Selepas proses seleksi hari ini, tanggal 23 April nanti akan dilakukan seleksi tahapan akhir yaitu wawancara serta pemeriksaan rekam jejak dan pembuatan makalah oleh keempat peserta.

Dan pada 26 April nanti hasil seleksi ini sudah harus diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Disela waktu ishoma siang ini, Tim Seleksi BKN Pusat, Purwanto, mengatakan uji kompetensi ini merupakan uji kometensi manejerial.

Dalam uji kompetensi ini ada sekitar ada 8-9 kompetensi yang diuji diantaranya pengambilan keputusan, orientasi hasil, pengembangan, inovasi, pelayanan hingga kerjasama dan lainnya.

"Semua itu dibuat dalam simulasi. Simulasi yang kita lakukan hari ini ada 3 yakni simulasi psikotes, mengerjakan analisis kasus dan penyusunan bahan presentasi (power point) dan besok (Rabu-red) akan dipresentasikan oleh peserta," jelasnya.

Sebagai tim seleksi, Purwanto mengatakan ia dan rekan-rekan tim lainnya akan berkerja secara profesional dalam memberikan penilaian.

"Kita potret apa adanya dan profesional. Semua penilaian memiliki skor yang nantinya akan diintegrasikan,' tegasnya.

Sementara ini, Kepala BKPSDM Mimika, Evert Hindom mengatakan hasil shelter sekda ini akan dilaporkan kepada Mendagri secara tertulis oleh Pemda Mimika.

"Kita laporkan ke kemendagri menindaklanjuti edaran Mendagagri nomor 100.2. 1.3/1575/SJ. Kami melaporkan dan memohon persetujuan pelantikan," ujarnya. (Ronald R)

Top