Politik & Pemerintahan

Komitmen Pemprov Papua Tengah Laksanakan Program Prioritas Nasional

Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, didampingi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, saat apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/1/2024)

MIMIKA, BM

Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Daerah dari delapan kabupaten cakupan berkomitmen untuk melaksanakan empat program prioritas nasional di tahun 2024.

Keempat program tersebut yakni penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi daerah, dan pengentasan pengangguran.

Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, saat memimpin apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/1/2024).

"Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama 8 kabupaten cakupan Provinsi Papua Tengah, kita masih terus akan melaksanakan beberapa program prioritas nasional," ujarnya.

Ribka menjelaskan, terkait dengan penanganan stunting, telah ditargetkan secara nasional bahwa di tahun 2024, stunting akan turun ke angka 14 persen.

Kemudian perihal pengentasan kemiskinan, ditargetkan dalam tahun ini bakal turun di angka 9,17 persen sampai dengan 9,34 persen.

"Serta pengentasan kemiskinan ekstrem yang mana di tahun 2024 secara nasional ditargetkan turun hingga zero (nol)," tuturnya.

"Yang ketiga, pengendalian inflasi daerah dengan memonitor ketersediaan bahan pokok di pasar serta peredarannya di masyarakat kita," imbuhnya.

Sementara program yang terakhir, yaitu pengentasan pengangguran, Ribka menyebut Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah akan terus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Termasuk memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan serta memberikan modal usaha bagi masyarakat pelaku ekonomi kreatif," jelas Ribka.

Dengan begitu, lanjut Ribka, diharapkan masyarakat nantinya tidak hanya menjadi penonton atau bahkan bertumpuh pada lapangan pekerjaan sebagai ASN atau lowongan kerja di perusahaan yang kerap kali tidak mengakomodir.

"Masyarakat kita juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mereka harus menjadi tuan di negeri sendiri," tandasnya.

Menurut Ribka, semua itu akan dapat dicapai dengan adanya kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam menggerakkan seluruh stakeholder terkait.

"Serta melibatkan masyarakat untuk ikut bergotong royong menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut di daerah atau delapan kabupaten yang kita cintai bersama," tuturnya.

"Kiranya kita bersama-sama dapat terus meningkatkan kekompakan dalam tim kerja di masing-masing perangkat daerah dan membangun kerja sama antara perangkat daerah untuk jalannya pemerintahan di wilayah Provinsi Papua Tengah," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Ribka Haluk Tekankan Netralitas ASN dalam Pemilu 2024

Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, bersama pejabat Pemda Mimika dan instansi terkait di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/1/2024)

MIMIKA, BM

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menegaskan kepada para aparatur sipil negara (ASN) untuk dapat menjaga netralitas selama pelaksanaan pesta demokrasi atau pemilihan umum (Pemilu) di tahun 2024.

Ribka menuturkan, tahun 2024 ini merupakan tahun pesta demokrasi, di mana pada tanggal 14 Februari mendatang, akan diselenggarakan Pemilu serentak di seluruh nusantara untuk pengisian anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten, serta pemilihan presiden.

"Sedangkan pada tanggal 27 November nanti, akan dilaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta bupati/walikota dan wakil bupati/walikota di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika," jelas Ribka saat memimpin ape gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/1/2024).

Disampaikan bahwa penyelenggaraan pesta demokrasi merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

Namun, Provinsi Papua tengah sebagai wakil Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai pemilik wilayah berkewajiban untuk terus melaksanakan tugasnya dengan mempersiapkan semua kebutuhan, baik anggaran, data, dan sebagainya.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada bapak ibu semua, ASN sekalian, untuk terus menjaga netralitas ASN dan dapat senantiasa membangun kerja sama dalam menyukseskan pelaksanaan agenda nasional ini," pesannya.

"Ingat, ini adalah pesta demokrasi sehingga selayaknya kita mengadakan pesta, maka harus dilaksanakan dengan suka cita atau hati yang tenang Tidak boleh ada perselisihan bahkan pertikaian dalam proses pelaksanaan Pemilu ini yang dapat merugikan diri kita sendiri dan juga keluarga kita masing-masing," imbuhnya.

Ribka menegaskan, tugas ASN adalah turut menjaga kedamaian dan menciptakan situasi yang aman selama pelaksanaan Pemilu berlangsung.

"Tugas kita bersama sebagai ASN terus menjaga situasi yang aman, damai, dan terkendali di wilayah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah yang kita cintai bersama," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Ari Sihasale Ajak Masyarakat Papua Tengah Bersatu Untuk Tanah Papua Damai

Ari Sihasale didampingi istri Nia Zulkarnaen menari tarian khas Papua tari seka bersama ibu-ibu 

MIMIKA, BM

Calon legislatif (caleg) DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) nasional Papua Tengah Ari Sihasale didampingi istri Nia Zulkarnaen nampak hadir di Car Free Day Mimika Sabtu (20/1/2024).

Kehadirannya dalam rangka Senam Sehat Riang Gembira bersama partai Gerindra tepatnya di Sekretariat Rumah Bersama Prabowo Gibran Jalan Cenderawasih.

Sontak para ibu-ibu yang hadir mengerumuninya dan meminta untuk berswafoto dan berseka bersama.

Disela-sela kegiatan kepada BeritaMimika Ari Sihasale mengajak seluruh masyarakat terutama Papua Tengah untuk bersatu.

“Kita harus bersatu, kerjasama supaya apa yang kita cita-citakan bisa tercapai terutama Tanah Papua Damai. Kalau damai anak-anak bisa belajar dan sekolah, tenaga kesehatan bisa ada dan pembangunan bisa lancar. Harus ada damai di Tanah Papua terutama Papua Tengah supaya semua bisa berjalan. Itu yang utama,” katanya.

Ia menuturkan untuk selalu ada kedamaian, tidak dapat berjalan sendiri dan menghindari diri dari sikap iri hati.

“Kalau hati damai tidak ada iri. Kita koreksi diri sendiri, kita maju bersama. Jangan lupa tanggal 14 Februari harus ke TPS masing-masing, jangan golput (golongan putih-red) karena masa depan itu kita yang menentukannya. Siapapun pilihan itu kembali kepada diri kita. Kita yang tahu siapa yang terbaik untuk tanah ini,” serunya singkat.

Sementara itu, Nia Zulkarnaen selaku istri memberikan dukungan penuh kepada Ari karena diketahui bahwa Ari merupakan kelahiran Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

“Kalau saya sebagai istri pasti selalu mendukung hal yang terbaik untuk suami, apalagi ini panggilan untuk kembali pulang ke tanah kelahiran,” tuturnya.

Ia berharap agar seluruh teman, keluarga dan masyarakat di Papua Tengah khususnya Mimika dan Tembagapura dapat mendukung Ari.

“Karena Ari lahir, besar dan sekolah di Tembagapura, kalau kita mau maju kita harus bersama-sama. Tidak bisa Kaka Ari sendiri, pemerintah sendiri. Kita harus baku (saling-red) tolong, baku topang, baku sayang baru bisa maju. Itu saja,” tandas Nia. (Elfrida Sijabat)

Top