Guna Mengetahui Kebenaran Laporan Pajak, Bapenda Mimika Pasang TMD di 14 Tempat

Tim Bapenda saat melakukan monitoring TMD di Grand Tembaga Hotel
MIMIKA, BM
Guna mengetahui kebenaran laporan pajak oleh para wajib pajak, baik pemilik restoran, hotel dan tempat hiburan, Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) melakukan pemasangan alat Transaction Monitoring Device (TMD) di 14 tempat.
Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah kepada BeritaMimika mengatakan alat TMD dipasang untuk mengetahui transaksi real di wajib pajak dan akan dipadukan dengan bukti bill dan sebagainya serta dilihat dari hasil uji petik.
"Ini untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah. Selain TMD yang sudah kita pasang di 14 tempat seperti restoran, hotel dan rumah makan, kita juga pasang 30 Mobile Payment Online Sistem (MPOS). Ini kita lakukan untuk pengawasan dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah," ungkapnya.
Kepada BeritaMimika, Benyamin Tandiseno, Kasubid Pemeriksa Pajak Konsultasi Keberatan dan Banding menjelaskan bagaimana bentuk pengawasan TMD.
"Jadi ini merupakan kegiatan monotoring alat TMD tujuannya utuk mengambil data wajib pajak. Sistemnya, data mereka di ekspor ke server dan kita rekam. Di aplikasi ini ada dasboard yang membuat kita monitor langsung lewat hape proses transaksi mereka. Jadi tidak bisa dimanipulasi," jelasnya.
Ia mengatakan 14 hotel, restoran dan tempat hiburan yang sudah dipasang alat ini adalah Hotel Horison, Serayu, Cenderawasih 66 Kangaroo Timika, Emerald Hotel (CV Tuna Mulia Kencana) Grand Tembaga dan Hotel Grand Mozza (PT. Aditama Graha Persada.
Di tempat hiburan yakni PT Mita Suara Sejati (Rumah bernyanyi Nav), PT Fajar Utama (Fun Station) dan Kangaroo Cafe. Sementara restoran adalah PT. Gelael Indotim (KFC), PT Prima Usaha Era Mandiri (AW) dan PT. JCO Donat and Coffee (JCO).

Tim Bapenda saat lakukan monitoring TMD di Rumah Bernyanyi Nav
Benyamin menjelaskan, alat TMD ini merupakan
program KPK untuk seluruh Indonesia melalui OPD pemungut Bapenda. Pengajuan untuk memperoleh alat ini prosesnya dilakukan melalui Bank Papua sebagai penyedia.
"Tahun ini kita kebagian 14 alat, kita akan usulkan tahun depan lebih dari jumlah ini. Kemarin kami sudah programkan di APBD tapi ada program KPK ini jadi kita pindahkan alokasi anggarannya. Alat ini sangat berguna dalam meningkatkan penerimaan kita," jelasnya.
Benyamin juga mengatakan, untuk rumah makan, tempat hiburan dan restoran yang belum dipasang TMD, Bapenda memasang Mobile Payment Online Sistem (MPOS).
"Jadi ada dua kegiatan monitoring online payment, selain TMD ada MPOS. MPOS sudah terpasang di 30 wajib pungut baik hotel, restoran dan rumah makan yang belum mempunyai sistem TMD," ungkapnya.
Dijelaskan, untuk MPOS, setiap transaksi yang terjadi baik di hotel, restoran maupun tempat hiburan akan diimput datanya ke MPOS. Pengawasan alat ini juga dapat dilakukan secara langsung melalui handphone.
"Kalau TMD sudah langsung ke server, kita tingal tarik data. Kalau MPOS butuh pengawasan lebih karena masih manual. Sistem ini langsung dari kami. Jadi setiap transaksi kalau masih menggunakan bil maka semua transaksi akan diimput ke MPOS," jelasnya.

Tim Bapenda saat memonitoring MPOS di salah satu cafe
Untuk membantu pengawasan penggunaan MPOS, Benjamin juga meminta agar setiap masyarakat atau konsumen yang selesai melakukan transaksi wajib meminta resi pembayaran karena akan sangat membantu dalam perekaman data transaksi.
"Kami sudah monitoring 1 bulan kemarin. Untuk TMD dan MPOS tidak ada masalah palingan hanya jaringan saja karena sistemnya online jadi kadang tidak terekspos ke dasboard. Sementara khusus untuk MPOS masih perlu pengawasan serta kesadaran dari wajib pajak dan konsumen. Makanya kita rutin lakukan pengawasan," ungkapnya.
Perlu diketahui, Bapenda Mimika telah melakukan pemasangan Mobile Payment Online Sistem (MPOS) di 30 tempat wajib pajak yakni hotel, wisma, restoran, rumah makan, cafe dan tempat hiburan di Timika.
Beberapa hotel yang sudah terpasang diantaranya Timika Homestay, Perdana Busiri, Omawita Hotel, Grand Papua Hotel, Penginapan Guest House Alia, Penginapan Guest House Alia 1, Hotel Timika Raya.
Sementara restoran dan rumah makan adalah RM Sepakat, Resto Jangkar, RM Berkah, Depot Mulyo Sejati, Warung Bakso Bangdul, Depot Bakso Aneka Rasa, WR. Coto Mangkasara, Warung Pangkep dan Depot Salfa.
Selain itu, RM Danau Toba, RM 2.1.2, RM Ayam Pak Gembus, RM Kampoeng, RM Nusantara, RM Ternate Moy, Restoran Palem, RM Lancang Kuning, Dj Resto, Lesehan Mutiara SP3 dan Rumah Makan Banyuwangi. (Ronald)





