Budaya

Ketua FKUB Mimika: Umat Beragama Tetap Kedepankan Nilai Toleransi, Kerukunan dan Harmonis Selama Ramadhan

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jeffry Chris Hutagalung.

MIMIKA, BM

Selama bulan Suci Ramadhan jalinan kerukunan kehidupan antar umat beragama semakin ditunjukan oleh masyarakat dengan terus mengedepankan nilai-nilai toleransi, kerukunan dan harmonis. Ini tentunya sangat penting dalam rangka merekatkan persatuan.

"Kepada seluruh umat beragama senantiasa mendukung saudara-saudara kita kaum Muslim yang sedang melangsungkan ibadah puasa," ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jeffry Chris Hutagalung, Rabu (05/03/2025).

Menurut Ketua FKUB, umat Muslim selain menahan makan dan minum, juga tantangan-tantangan lainnya termasuk kesabaran sebagai ujiannya.

"Kita musti jaga suasana nyaman itu. Selain dari pada itu juga umat beragama harus tetap mengedepankan nilai-nilai toleransi, kerukunan dan harmonis," ucap Jeffry panggilan akrab sehari-harinya.

Oleh karena itu, dikatakan melalui bulan puasa ini menjadi momentum terciptanya rasa aman dari berbagai hal yang mengganggu rasa kebersamaan yang beberapa waktu lalu sempat terkotak-kotak karena kontestasi politik (Pilkada) dengan dukungan yang berbeda-beda.

"Bulan puasa menjadi momentum untuk mencairkan suasana yang telah berlalu. Kita sesama warga Mimika lewat bulan penuh rahmat ini kita kembali dipersatukan untuk membangun negri kita ini. Dan bulan puasa merupakan waktu yang tepat, dan waktu ini adalah Rahmat Tuhan buat semua umat manusia khususnya warga Mimika," katanya. (Ignasius Istanto)

Misa Pembakaran Daun Palma di Gereja Katedral, Pastor Amandus Ingatkan Umat Tentang Kesetiaan

Pembakaran daun palma di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja, Timika

MIMIKA, BM

Sebelum memasuki Masa Prapaskah (yang ditandai dengan misa Rabu Abu) Gereja Katolik Katedral Tiga Raja, Timika mengadakan misa pembakaran daun palma pada Selasa (4/3/2025) sore yang dipimpin oleh Pastor Amandus Rahadat, Pr.

Daun palma kering yang dibakar merupakan daun palma yang dikumpulkan dari umat dan sudah diberkati saat misa minggu palma tahun lalu.

Abu yang dihasilkan dari pembakaran daun palma ini akan digunakan dalam misa Rabu Abu. Abu kemudian akan diusapkan di dahi umat perlambang pertobatan.

Pastor Amandus Rahadat, Pr dalam khotbahnya yang diambil dari Injil Markus mengatakan faktanya setia kepada seseorang disaat untung, semua orang bisa. Tetapi setia disaat seseorang berada dalam kondisi kemalangan tidak semua orang bisa,

Setia kepada orang disaat masih sehat dan bugar katakanlah suami atau istri semua orang bisa, tetapi setia disaat suami atau istri terbaring layu di tempat tidur karena sakit yang tak tersembuhkan tidak mudah.

"Pilih laki laki yang hebat untuk istri yang sakit, pilihlah perempuan yang hebat untuk laki laki yang sakit," kata Pastor Amandus.

Lalu ia menambahkan bahwa setia disaat seseorang masih kaya dan jaya semua orang bisa tetapi sebaliknya setia disaat orang jatuh miskin dan terpuruk tidak semua orang bisa.

"Waktu suami masih punya banyak uang, istri setia di rumah tapi saat suami ikut mogok kerja dan diberhentikan ada istri yang melarikan diri karena tidak tahan," ujarnya.

Setia kepada orang yang punya nama besar mudah tetapi setia di saat teman, suami atau laki laki masuk penjara tidak mudah.

"Dalam ilustrasi ini saya ingin masuk dalam Injil sore ini, di saat Yesus berjaya banyak orang termasuk murid-murid-Nya berjubel, berkeliling Yesus tetapi disaat Yesus terpidana semua orang lari termasuk 12 murid-Nya," tuturnya.

Dijelaskan, bahwa di saat Yesus adalah idola Petrus, ia berjanji siap mati bersama Yesus. Namun, disaat Yesus berada di ruang pengadilan saat di adili, Petrus bersumpah tidak mengenal Yesus.

Penyangkalan itu diucapkan Petrus ketika seorang perempuan dan beberapa orang menegurnya bahwa dirinya selalu bersama Yesus tetapi Petrus katakan tidak mengenal orang yang disebut itu.

"Hal itu langsung mengingatkan Petrus yang dikatakan Yesus kepadanya bahwa sebelum ayam berkokok Petrus akan menyangkal dirinya. Dan akhirnya Petrus terdiam," ucapnya.

Lanjutnya, jika ada yang sudah pernah atau akan ke Basilika St Petrus, Roma maka akan menemukan patung Petrus berwarna hitam dan telapak kaki patung Petrus sebelah tebal dan sebelah lagi tipis. Kenapa tipis? Karena umat Katolik di seluruh dunia mengusap kaki itu dan itu dilakukan oleh jutaan peziarah yang melihat ada gambaran dirinya.

"Di saat seseorang jaya kita dekat dengannya, seperti Petrus dekat dengan Yesus, tetapi ketika seseorang terpuruk kita menjauhkan diri dari orang itu," tuturnya.

Dikatakan, satu tahun yang lalu di hari Minggu Palem sosok daun Palma ini masih segar. Daun Palma setelah diberkati dan masuk dalam perarakan semua orang bersorak hosana.

Sesudah itu, daun di bawa pulang ada yang menaruh di salib dan beberapa tempat di dalam rumah.

"Daun ini adalah saksi hidup, kalau daun ini punya mata dia akan melihat semua yang kita lakukan di rumah. Kalau daun ini punya telinga akan mendengar semua yang kita omong (bicara-red) entah omong baik atau berdosa. Daun ini menjadi kering setelah satu tahun karena capek (lelah-red) melihat dan mendengar kelakuan kita, saking capeknya daun layu dan kering," tandasnya.

Pastor Amandus mau mengajak umat untuk tidak berani lagi mengangkat daun ini tinggi-tinggi dan katakan hosana. Kenapa? Karena sepanjang tahun ini lebih banyak dari kita yang mengatakan “Salibkan Dia, Salibkan Dia”. (Shanty Sang)

Polres Mimika Kerahkan Personil Untuk Pengamanan Shalat Tarawih

Foto Kabag Ops Polres Mimika, AKP Hendri Alfredo Korwa.

MIMIKA, BM

Guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Islam di bulan suci Ramadan, Polres Mimika mengerahkan personel jajaran untuk melakukan pengamanan shalat Tarawih di sejumlah masjid di wilayah hukum Polres Mimika.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Hendri Alfredo Korwa menyampaikan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi jamaah yang melaksanakan ibadah di masjid-masjid dalam wilayah Polres Mimika.

"Kami menempatkan personel di masjid-masjid untuk memastikan situasi tetap kondusif," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (03/03/2025).

Kata Kabag Ops, jumlah personil yang dikerahkan untuk pengamanan tersebut berjumlah 140 personil.

"Jadi nanti untuk pengamanan di semua masjid itu ada yang 4 personil, juga ada yang 5 personil. Nanti untuk keterlibatan dari organisasi masyarakat, itu pada saat operasi ketupat," kata AKP Hendri.

Lanjutnya, selain dalam melakukan pengamanan, personel juga turut mengatur arus lalu lintas di sekitar masjid guna mencegah kemacetan yang dapat terjadi akibat meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari. (Ignasius Istanto)

Top