Hukum & Kriminal

Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, Ini Nama 28 Penumpang Yang Selamat

Tim SAR Timika segera melakukan pertolongan

MIMIKA, BM

Rombongan Speed Boat 40 PK dan Long boat berpenumpang 28 orang yang berangkat dari Asmat sekitar pukul 14.00 wit menuju Timika pada Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20:50 wit.

Berdasarkan rilis Tim SAR, rombongan yang direncanakan akan tiba di Timika sekitar pukul 20.00 wit tersebut dilaporkan mengalami kehabisan BBM (bahan bakar minyak) di sekitar perairan Pasir Hitam antara Kampung Manasari dan Pulau Puriri.

Rombongan langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas jaga Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat untuk meminta bantuan pertolongan.

Menerima laporan tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H.,M.M. melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, S.E. langsung memberangkatkan tim SAR gabungan dari Timika bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan 1 unit RBB 600 PK Basarnas dan 1 unit Perahu karet Bermesin 25 PK guna melakukan pertolongan.

Rombongan tersebut diinformasikan pada Minggu (5/4/2026) pagi pukul 09:00 wit seluruhnya telah tiba di Pelabuhan Pomako dalam kondisi selamat.

Informasi itu diterima oleh tim SAR gabungan saat masih melakukan pencarian rombongan speed boat dan long boat di perairan Pasir Hitam.

Menurut informasi dari pelapor pak Yosep bahwa Speed Boat dan Long Boat tersebut berhasil tiba di Pelabuhan Pomako setelah mendapatkan bantuan BBM dari pihak keluarga korban yang ikut melakukan pencarian.

Speed boat berpenumpang 8 orang telah tiba terlebih dahulu sekitar pukul 24:00 wit tadi malam dan long boat berpenumpang 20 orang tiba pukul 09:00 wit Minggu pagi.

Dengan dipastikanya seluruh penumpang speed boat dan long boat tersebut tiba di Timika dengan selamat maka operasi SAR diusulkan tutup dan potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.

Berikut identitas 28 penumpang tersebut (1) Yosep Witayau, (2) Hendrika, (3) Adrianus Witayau, (4) Kristina Meauta, (5) Lliana Kimirop, (6) Yakobus, (7) Reni Witayau, (8) Margareta Nar, (9) Terianus Wiapayu, (10) Pianos Waripi, (11) Eriko Wipayau, (12) Alex Wiyaou, (13) Bruno Wemiyaupia dan (14) Iraldo Wipayau.

Selain itu juga (15) Anton Kameripi, (16) Atonia Wipayau, (17) Agustina Ewaki, (18) Albertina Ewaki, (19) Aknes Itiyaya, (20) Paulina Sikokor, (21) Afransina Pakawa, (22) Deta Wipayau, (23) Sisilia, (24) Tenesina Tene, (25) Vero, (26) Verninqndus Siat, (27) Wiliem Tapo dan (28) Kristina Wemiyouoeya (Elfrida)

Irwasda Papua Tengah Tinjau Pos Pam dan Pos Yan di Mimika

Irwasda Papua Tengah dan Rombongan saat melakukan peninjauan di Pos Pam dan Pos Yan

MIMIKA, BM

Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Perayaan Idul Fitri 1447 H/2026, Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H beserta rombongan melakukan pengecekan dan kontrol di beberapa lokasi Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan Terpadu (Pos Yan) Operasi Ketupat 2026 di wilayah Mimika Senin (16/03/2026).

Dalam kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri, Karo Ops Polda Papua Tengah, Kombes Pol Adnan Ratmoro, S.I.K dan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, Kombes Pol. S. Kunto Hartono, S.I.K., M.T dan didampingi oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hilldiario Budiman, S.I.K., M.H dan para pejabat utama Polres Mimika.

Kegiatan ini dilakukan guna memonitoring dan mengevaluasi kesiapan personel yang terlibat jaga di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Terpadu Operasi Ketupat.

"Kegiatan ini merupakan salah satu tugas untuk pengecekan selama operasi ketupat sudah sampai di mana pelayanan kita kepada masyarakat. Alhamdulillah pos-pos ini ditempatkan di titik sentral yang dekat dengan masyarakat, sehingga jika ada permasalahan di sekitar maka kita langsung backup,"kata Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H seusai melaksanakan kegiatan.

Katanya, pengecekan terfokus pada Mimika dan Nabire, karena dua wilayah ini banyak kegiatan sholat taraweh dan sholat Idul Fitri.

"Kami sudah minta beberapa Kapolres untuk masing-masing mengamati masjid-masjid yang digunakan taraweh. Kemudian untuk sholat Idul Fitri itu kita minta untuk didatakan, nanti kita lakukan pengamanan,"ujarnya.

Ia mengimbau kepada para Kapolres agar bersinergi dengan masyarakat dan tokoh agama untuk melakukan pengamanan. Sehingga sinergisitas Polri dengan masyarakat dan tokoh agama itu berjalan baik. (Shanty Sang)

YS Ditemukan Gantung Diri Di Kontrakannya

Seorang pria gantung diri

MIMIKA, BM

Seorang mayat pria ditemukan dalam kondisi gantung diri di dalam kontrakannya di Jalan Leo Mamiri, Pasar Damai, Senin (16/3/2026) siang.

Temuan ini membuat warga sekitar geger. Hasil pemeriksaan, polisi mendapatkan identitasnya berinisial YS.

Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Teguh Krisandi Fardha, S.Tr.K, MH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, jenasah telah dievakuasi ke RSUD Mimika.

"Benar, ada seorang pria ditemukan gantung diri dan saat ini untuk motifnya kita sedang dalami," Kata Ipda Teguh.

Diterangkan Ipda Teguh bahwa pada saat mendapatkan informasi dari masyarakat adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian.

"Saat tiba dilokasi posisi korban masih dalam posisi tergantung dengan mengenakan baju corak belang merah pituh dan celana selutut warna abu-abu," ujarnya.

Disampaikan juga bahwa dari keterangan saksi itu awalnya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Namun, dari keterangan tetangga kostan sempat terdengar ada suara gaduh.

"Karena merasa tidak enak, tetangga tersebut mengintip dan ditemukan korban sudah dalam posisi tergantung," jelasnya.

Pihaknya juga mendapat informasi dari saksi bahwasannya dirinya sempat dihubungi oleh seorang wanita yang saat ini juga belum tahu statusnya, dimana menyampaikan pesan untuk melihat ke sebelah jangan sampai dia melakukan hal tersebut (gantung diri).

"Semua informasi yang didapat itu juga kita masih dalami," tutur Teguh.

Dikatakan, bahwa bahan yang digunakan oleh korban untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri bukan dari tali melainkan kain.

"BB yang sudah diamankan baru HP milik korban, nanti kita akan koordinasikan lagi dengan tim Inafis Polres Mimika terkait hasil olah TKP nya," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top