Politik & Pemerintahan

Freeport Sudah Lunasi PBB-P2 Tahun 2022, Nilainya Besar

Tempat layanan pajak di Kantor Bapeda Mimika

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika telah menerima pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari PT Freeport Indonesia senilai Rp. 50.907.618.588.

Artinya, PBB-P2 untuk PT Freeport Indonesia tahun 2022 telah lunas.

"Realisasi PBB-P2 untuk PTFI sudah lunas semua. Tahun lalu target untuk PTFI Rp.47 miliar sekian dan tahun ini naik menjadi Rp. 50.907.618.588 dan sudah lunas," kata Kepala Bidang PBB pada Bapenda Mimika, Hendrikus Setitit saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/8/2022).

Sementara untuk wajib pajak di luar dari Freeport atau masyarakat biasa dari target Rp. 12 miliar sekian sudah terealisasi Rp. 6 miliar.

"Saya optimis bahwa untuk PBB-P2 berada di titik aman karena tinggal Rp.6 miliar lagi dan waktunya masih bisa sampai akhir tahun," tutur Hendrikus.

Walaupun pembayaran masih bisa dilakukan hingga akhir tahun namun wajib pajak akan dikenakan denda sebesar 2 persen setiap bulannya.

"Sekarang kami juga lagi turun melakukan operasi sisir karena jatuh tempo PBB-P2 adalah 31 Agustus. Jadi kami harapkan wajib pajak segera lunasi dan jika lewat dari itu maka denda 2 persen setiap bulan," Jelasnya.

Adapun, operasi sisir dilakukan di wilayah Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana dan Distrik Wania.

Dikatakan, kebanyakan wajib pajak biasanya lupa melakukan pembayaran. Dengan turun ke masyarakat, pembayaran dapat langsung dilakukan di tempat.

Uang pembayaran selanjutnya akan disetorkan ke Bank Papua oleh petugas dan akan dikembalikan buktinya ke wajib pajak.

Saat inu sebenarnya wajib pajak dapat terbantu dengan melakukan pembayaran melalui online yakni melalui Livin Bank Mandiri, Gopay dan ATM Bank Papua.

Hanya saja, kata Hendrikus jika ada tunggakan di tahun 2021 maka tidak bisa lakukan pembayaran dari livin Bank Mandiri, Gopay dan ATM Bank Papua.

"Sehingga wajib pajak harus ke kantor ambil bukti tunggakan di kami baru SPPT bisa kebuka. Banyak yang tunggak karena kebanyakan mereka lupa saja," ungkapnya. (Shanty)

Tingkatkan Kerjasama, SAR Timika Laksanakan Rakor Dan Pelatihan Potensi 2022

Deputi Bidang Operasi Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyanto bersama Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Kepala SAR Timika George L.M. Randang saat menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta kegiatan

MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kerjasama dan memperoleh dukungan dengan potensi-potensi Sar yang ada di Timika, Basarnas Timika menggelar atau melaksanakan rapat koordinasi dan pelatihan potensi Sar 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Senin (22/8) dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyanto.

Turut hadir Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, unsur pimpinan TNI/Polri, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George L.M. Randang.

Tema kegiatan ini adalah melalui rapat koordinasi dan pelatihan potensi sar TA 2022 kita tingkatkan sinergitas dan kemampuan SDM yang berkompetensi dalam rangka mengantisipasi perbantuan pencarian dan pertolongan pada penanganan kecelakaan pesawat udara secara cepat dan prosedural.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyanto berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kemampuan koordinasi, solidaritas pemerintah daerah dan TNI/Polri.

Selain itu diharapkan Basarnas tetap siaga mengantisipasi situasi kedaruratan daerah ataupun kontijensi daerah Timika dengan analisa-analisa aspek matra darat, laut dan udara.

"Kedaruratan apa yang terjadi di sini dengan geografis pegunungan Timika atau Papua sehingga jenis-jenis kedaruratan transportasi darat, laut, udara bisa memberikan suatu aksi pelayanan kepada masyarakat,"ungkapnya.

"Mudah-mudahan ke depan di bawah pemimpin bupati dan wakil bupati kita bisa memberikan suatu pelayanan yang terbaik dalam situasi kedaruratan kepada masyarakat di Timika dan Papua," lanjutnya.

Menurut mantan Danlanal Timika tahun 2008 ini, dengan keterbatasan jumlah personil di Basarnas Timika maka dengan kegiatan ini mampu melatih potensi-potensi Sar baik dari TNI/Polri dan seluruh masyarakat ataupun pemerintah untuk memiliki ilmu search and rescue dalam situasi kedaruratan.

"Supaya kita tidak jadi penonton tapi bisa jadi bagian tim yang menolong sesama. Ini harapan kami sehingga ke depan ini bisa terorganisasi dengan baik dan pemerintah daerah mampu mengayomi stakeholder di daerahnya dalam menangani kedaruratan,"ungkap Eko Suyanto.

Apresiasi juga diberikan oleh orang nomor dua di Kabupaten Mimika, Johannes Rettob kepada Sar Timika mengingat bagaimana terjalinnya kerjasama dan koordinasi yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

"Ini membuktikan bagaimana kita bekerjasama selama ini dengan baik. Tetapi akan lebih baik lagi dengan rencana-rencana yang matang, bukan hanya karena kejadian baru kita buat tapi kita harus punya satu sistem,"ungkap Wabup.

Menurutnya, rakor ini merupakan hal yang baik agar pemerintah bisa memetakan dan membuat kontijensi agar bisa bekerja dengan semua pihak.

"Saya juga baru sadar sepenuhnya bahwa harusnya kita sudah mempunyai rencana kontijensi yang harus kita lakukan,"ujar Wabup.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan oleh Wabup terkait keberhasilan dalam pelaksanaan evakuasi atas dua kejadian atau musibah transportasi udara beberapa waktu lalu.

"Atas nama pemerintah daerah saya ucapkan terimaksih banyak dimana semua dapat dilaksanakan dengan selesai dalam waktu 2 kali 24 jam," ujar Wabup.

Ditambahkan Wabup bahwa Basarnas Timika kini membawahi tiga provinsi dikarenakan perkembangan DOB.

"Jadi Kantor Sar Timika ini membawahi Asmat yang masuk di Provinsi Papua Selatan, Timika yang masuk dalam Provinsi Papua Tengah dan Kaimana masuk dalam Provinsi Papua Barat," ungkap Wabup John. (Ignas)

Jenuhnya Warga Kampung Iwaka Menanti Janji Manis Pemerintah Daerah

Kondisi Kampung Iwaka Distrik Iwaka saat tergenang banjir

MIMIKA, BM

Warga Kampung Iwaka, Distrik Iwaka sudah jenuh dan lelah mengharapkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir yang terjadi di kampung mereka.

Mereka sudah merasa bosan karena hampir 7 tahun berturut-turut pemerintah selalu berjanji akan mencari jalan keluar terhadap persoalan luapan banjir dari dua kali yang melintasi kampung mereka.

Warga Iwaka merasa bahwa Pemda Mimika hanya mengubar janji kosong. Pasalnya, setiap saat banjir pemerintah selalu berupaya hadir dan memastikan akan memberikan penanganan lanjutan namun setiap tahun hal ini selalu disampaikan tanpa ada tindakan nyata.

"Coba pemerintah jangan hanya lihat saja ka. Tiap kali datang janji-janji dan pesan-pesan saja terus tapi hasilnya? Masyarakat bosan dengar janji itu tiap tahun," ujar Herman Kumiyu, mewakili masyarakat Kampung Iwaka.

Herman menuturkan, tiap kali banjir, air kali meluap dan masuk ke perkampungan warga bahkan menenggelamkan rumah penduduk.

"Tidak ada jalan lain, ketika banjir kami biasa naik ke atas jalan. Kami tinggal disitu, mau kemana? rumah-rumah terendam banjir. Kondisi rumah masyarakat lebih rendah sehingga mau dan tidak mau harus naik ke jalan raya," ungkapnya.

Herman menuturkan kemungkin banjir sering terjadi hingga saat ini di Kampung Iwaka disebabkan karena galian material dan penebangan pohon yang sering terjadi di sepanjang aliran kali Iwaka.

"Kami juga warga Mimika, warga Indonesia. Kami tidak minta banyak, kami hanya ingin tinggal tenang dan tidak lagi menderita karena banjir terus tiap tahun," paparnya.

Tidak hanya banjir, warga Kampung Iwaka yang penduduknya merupakan orang asli Papua ini juga mengalami dampak lain yang sangat mengkhawatirkan kesehatan mereka yakni limbah sampah.

"Ya mau bagaimana lagi. Kami sudah dengan hati berikan tanah kami dijadikan TPA jadi kami juga harap pemerintah harus bangun kampung kami ini juga dengan hati," harapnya. (Ade)

Top