Politik & Pemerintahan

Bupati Omaleng : Jenni Usmany Jadi Penjabat Sekda Hingga Sekda Definitif Kembali Bertugas

Jenni Usmany saat dilantik Bupati Omaleng sebagai peniabat Sekda Mimika

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng SE, MH melantik Jenni O Usmany sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Mimika yang sebelumnya mendapat amanah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda.

Jenni sebelumnya pada Jumat (3/6) lalu telah dipercayakan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Mimika sambil menunggu SK Gubernur terkait Penjabat Sekda Mimika.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Penjabat berlangsung di Pendopo Rumah Negara, Selasa (28/6).

Jenni dilantik menjadi Pj Sekda berdasarkan Keputusan Bupati Mimika dengan nomor SK 821.2-30 tentang pengangkatan jabatan pimpinan tinggi pratama penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika.

Menurut Bupati Omaleng, Masa jabatan berlaku sampai Penjabat definitif Sekda Mimika Michael R Gomar yang kini menjabat Pj Bupati Mappi bertugas kembali.

Walau telah menjalankan tugas sebagai Pj Sekda namun Jeni Usmani juga masih dipercaya bupati sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

"Dalam SK itu kami memberikan 6 bulan untuk Penjabat Sekretaris Daerah bekerja tapi tidak tentukan kapan selesai. Tetap jalan terus, nanti akan menyambung dengan Sekda Definitif," kata Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya.

Ia mengatakan, bahwa menjabat sebagai Pj Sekda tidak bisa lepas dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan.

"Kalau dia diangkat jadi Sekda definitif maka jabatan kepala dinas di lepas. Begitu juga dengan Pj Bupati Mappi Michael Gomar masih menjabat Sekda Mimika Definitif. Jadi angkat Plh atau pj itu jabatan yang ada itu tidak bisa lepas," ujarnya.

Dikatakan, Pelantikan pejabat sekda hari ini merupakan upaya penataan tata birokrasi yang lebih baik. Dengan harapan roda pemerintahan terus berjalan.

Pelantikan ini menjadi penting karena penjabat sekretaris daerah mempunyai tugas strategis dalam membantu kepala daerah untuk menyusun kebijakan dan melakukan koordinasi administrasi pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administrasi.

"Saya berharap kepada pejabat Sekretaris Daerah yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab. Di samping itu juga pejabat Sekda dapat memastikan program prioritas pemerintah Kabupaten Mimika berjalan sesuai dengan perencanaan," harapnya.

Diharapkan agar kinerja dan loyalitas harus tetap dijunjung tinggi dan bekerja cepat, cerdas dan tuntas guna mewujudkan berbagai program pembangunan dari berbagai sektor di Kabupaten Mimika.

Sekretaris daerah, kata Bupati merupakan jabatan paling puncak dalam roda karir ASN di daerah. Dengan demikian harus bisa mengkoordinasikan kepada kepala OPD, mengevaluasi dan berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada publik sehingga visi dan misi pimpinan kepala daerah di Kabupaten Mimika dapat tercapai.

"Saya mengharapkan kepada seluruh kepala OPD untuk bekerja sama memberikan dukungan baik manajerial dan teknis agar pejabat Sekretaris Daerah yang baru dapat melaksanakan seluruh tugasnya sesuai dengan target kinerja dan sejalan dengan aturan perundang-undangan," ucapnya. (Shanty)

80 Warga Mimika Daftarkan Diri Di DPD Partai Nasdem Sebagai Bakal Caleg 2024


Logo Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Indonesia

MIMIKA, BM

Walau Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) baru akan dilaksanakan bersamaan dengan Pilpres pada Februari 2024 nanti namun sejumlah warga Mimika telah mempersiapkan diri jauh hari untuk terjun ke kancah politik ini.

Salah satu yang mereka lakukan jauh hari adalah dengan memilih partai politik yang akan mereka gunakan sebagai kendaraan politik nanti.

Hal ini menunjukan bahwa pilihan menjadi seorang anggota DPRD khususnya DPRD Kabupaten Mimika masih menjadi sebuah pilihan pekerjaan yang menarik dan menjanjikan.

Hingga Juni 2022 ini, sebanyak 80 warga Mimika telah mendaftarkan diri sebagai bakal caleg DPD Partai Nasdem Kabupaten Mimika.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Mimika, Asser Gobai mengatakan jumlah ini diperkirahkan masih akan bertambah karena perekrutan di partai ini terbuka untuk umum dan masih berlangsung.

"Ada 80 bakal caleg yang sudah mendaftar di Nasdem untuk semua dapil di Mimika. 50 persen merupakan kader dan 50 persen lainnya adalah tokoh masyarakat, pemuda, perempuan dan lainnya," ungkapnya.

Jumlah 80 bakal caleg yang mendaftar ini juga telah memenuhi keterwakilan 30 persen kuota peremuan karena yang terdaftar ada sekitar 20-an orang.

"Kami bersyukur karena sudah jauh hari, banyak yang mau memilih Nasdem sebagai kendaraan pilihan mereka di 2024 nanti. Ini menunjukan bahwa partai ini diminati masyarakat Mimika," ungkapnya.

Gobai menjelaskan bahwa verifikasi Parpol mulai dilakukan pada 2 Agustus nanti. Setelah itu Nasdem akan langsung melakukan penetapan Caleg DPRD pada pertengahan Agustus, sementara penetapan akhir nanti dilakukan pada September.

"Kalau bicara target, target optimal kami adalah 6 kursi untuk 6 dapil di Mimika karena pileg lalu kami dapat 5 kursi. Ini target yang tidak muluk-muluk sehingga kita semua perlu kerja keras untuk meraihnya. Kalau capaian nanti lebih dari target, justru akan semakin baik," ungkapnya yakin.

Asser Gobai juga mengatakan bahwa penentuan siapa bakal calon presiden yang akan di usung partai ini untuk sementara masih berkiblat pada hasil Rakernas 2022.

"Belum ada keputusan final tapi sesuai hasil Rakernas di JCC Senayan pada 15-17 Juni kemarin, ada tiga nama yakni Anies Baswedan, Muhammad Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo. Kalau Papua kemarin kami usulkan Matius Awito, Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Papua. Jadi dari tiga nama ini nanti akan dipilih satu dan sudah pasti kami semua akan kerja keras untuk mendukungnya," jelasnya.

"Kalau tentang apa yang pusat perintahkan? Kami diminta untuk kampanyekan ke masyarakat tentang persiapan pileg dan pilpres sambil kita siapkan semua dokumen tentang verifikasi partai dan semua administrasi pendukungnya," ujarnya. (Ronald Renwarin)

DPMK Mimika Salurkan Rp569 juta Dan 123 Ternak Babi Kepada Warga Tiga Kampung Di Tembagapura

Mewakili kadis DPMK, Kabid Pemkam Frits Werimon menyerahkan BLT kepada salah satu kepala kampung

MIMIKA, BM

Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika mendatangi Distrik Tembagapura guna menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap 1 Periode Januari - Maret dan bantuan ternak (non BLT) tahun 2022 kepada 366 Kepala Keluarga dari Kampung Wa, Banti dan Arionap.

Rinciannya, BLT di Kampung Waa diserahkan kepada 263 KK sebesar Rp236.700.000 dan bantuan ternak babi sebanyak 52 ekor dari total 125 ekor.

Selanjutnya BLT Kampung Banti Rp161.100.000 kepada 179 KK dan 51 ekor ternak babi dari 100 ekor yang akan diserahkan.

Untuk Kampung Opitawak, jumlah penerima manfaat adalah 191 KK dengan jumlah dana Rp171.900.000. Sementara bantuan non tunai berupa ternak babi sebanyak 20 ekor dari 100 ekor untuk tahun ini.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kabid Pemkam DPMK Mimika Frits Werimon kepada tiga kepala kampung disaksikan Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame di Kampung Banti pada Sabtu (27/6).

"Bantuan non BLT ternak ini dibeli di Mimika dan bawa naik dengan kontener ke Kampung Banti gunakan coper. Kita turun penyerahan memang dalam situasi hujan dan cuaca sangat tidak bersahabat tapi puji Tuhan semua sudah tersalurkan dengan baik," ujarnya kepada BM pagi ini, Senin (27/6).

Werimon menjelaskan, bantuan non BLT bersumber dari 20 persen Dana Desa. Hal ini mendasari Pemendagri 190 tahun 2021.

"Permendagri ini menyebutkan bahwa ada bantuan 20 persen dari non BLT untuk ketahanan pangan dan hewani. Bantuan ternak babi ini juga berdasarkan usulan tiga kampung dalam program yang telah mereka rencanakan untuk tahun ini. Kami sebagai OPD pengguna dan pengawas langsung mengantar bantuan ini ke mereka," jelasnya.

Saat menyerahkan bantuan tersebut, Kabid Pemkam DPMK, Frits Werimon menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, BLT ini merupakan bantuan pemerintah sejak 2020 kepada warga yang berdampak covid sehingga mempengaruhi pendapatan dan penghasilan sehari-hari.

Bantuan ini utamanya diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara non BLT tujuannya untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap agar bantuan ini dapat digunakan dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Pemeliharaan ternak juga harus diperhatikan dengan baik supaya bisa menghasilkan," pesannya kepada masyarakat Kampung Waa, Banti dan Opitawak. (Ronald Renwarin)

Top