Ekonomi dan Pembangunan

KADIN Mimika Gandeng Staf Khusus Presiden Joko Widodo untuk Membantu Anak Muda Papua Jadi Pengusaha

Coffee Morning Kadin Mimika bersama pemerintah, PTFI, BUMN/BUMD dan pengusaha lokal di Timika, Jumat (1/4)

MIMIKA, BM

Kamar Dagang dan Industri (KADIN)  Kabupaten Mimika terus melakukan sejumlah inovasi dan terobosan guna semakin mematangkan program kerja mereka di bawah tongkat kepemimpinan Ketua Bram Raweyai.

Pada Senin (14/3) Kadin Mimika melakukan langkah awala dengan melakukan Coffee Morning bersama guna mematangkan apa yang menjadi visi dan misi organisasi ini dalam membangun Mimika.

Pada pertemuan itu, Kadin menghadirkan tiga narasumber yakni Lawyer Haris Azhar, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Papua Mus Pigai dan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mimika, Robert Mayaut.

Jumat (1/4) kemarin, Coffee Morning kembali digelar oleh Kadin Mimika namun dalam lingkup yang lebih luas dengan menghadirkan Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia, YPMAK, BUMN dan BUMD, organisasi kategorial sejenis hingga para kontraktor dan pengusaha di Timika.

Pada giat ini, Kadin Mimika mengundang Pemda Mimika, PT Freeport Indonesia dan YPMAK sebagai narasumber.

Coffee Morning ini mengusung tema 'Bersama Membangun Mimika' yang mana Kadin Mimika menghadirkan semu guna mengetahui bagaimana progres pertumbuhan ekonomi, regulasi, perkembangan unit usaha, peluang ekonomi, dan lainnya di Mimika.

Semua perkembangan yang dikomunikasikan pada pertemuan tersebut nantinya dikemas sebagai data referensi dan database yang akan mendukung dan menjadi kajian bagi program Kadin Mimika ke depan.

Pemda Mimika Apresiasi Terobosan Kadin Mimika

Terkait pertemuan ini, Pemerintah Daerah Mimika melalui Asisten II Setda Mimika, Syahrial mengatakan apa yang dilakukan Kadin Mimika merupakan sebuah terobosan yang akan berdampak banyak bagi upaya bersama dalam membangun Mimika.

"Kami pemerintah adalah mitra Kadin yang merupakan wadah dari para pengusaha. Kami apresiasi apa yang dilakukan karena berhubungan dengan pengembangan ekonomi agar berjalan kondusif terutama dalam bidang perindustrian, perdagangan, jasa dan lainnya sehingga ekonomi secara keseluruhan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, sebagai mitra, Pemda Mimika akan mendiskusikan apa yang akan dilakukan agar iklim usaha di Mimika lebih kondusif dan tentunya juga melibatkan semua stekholder.

"Ini sudah harus action ke depan agar kekuatan ekonomi kita baik PT Freeport dan daerah lebih berdampak untuk kesejahteraan masyarakat umum lewat para pengusaha terutama pengusaha lokal," ungkapnya.

Menurutnya giat Coffee Morning ini merupakan sebuah langkah bagus yang dilakukan oleh Kadin Mimika. Ia berharap agenda ini dijadwalkan dalam program kerja Kadin Mimika.

"Kalau bisa harus sering berkumpul seperti ini agar kita secara bersama dapat menghimpun apa permasalahan yang selama ini ada termasuk isu-isu terkait rencana strategis memajukan Kadin sehingga wadah ini juga terus berkembang sesuai apa yang diharapkan ketua Kadin Mimika," ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, Pemerintah Daerah Mimika melalui KTSP juga mengingatkan bahwa setiap triwulan, tiap perusahan harus membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Jika tidak dilakukan maka akan mendapatkan teguran dari pusat.

Pada pertemuan ini disebutkan juga bahwa Kabupaten Mimika mendapatkan piagam realisasi investasi dimana Mimika berada pada urutan ke-6.

Pemda Mimika menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terutama perusahan dan para pengusaha yang selama ini memberikan dukungan melalui kepatuhan terhadap apa yang mejadi kewajiban mereka untuk berinvestasi di Mimika.

Walau demikian, diakui masih banyak perusahan di Mimika yang tidak berkantor dan tidak memiliki NPWP Mimika.

Tidak hanya itu, di Mimika juga masih ada perusahan yang lalai dalam memenuhi aturan dan tanggungjawab dasar yang menjadi kewajiban dan kepatuhan mereka, terutama dalam berinvestasi di daerah.

Ke depan Pemda Mimika akan terus berupaya menggenjot semua persoalan ini agar segera terselesaikan karena efek ekonominya sangat besar bagi daerah.

Dan pastinya hal ini juga harus mendapatkan dukungan oleh Kadin Mimika, PT Freeport dan perusahan lainnya terutama yang berhubungan dengan database perusahan pendukung dan sebagainya.

Putaran Uang dan Ekonomi di Mimika Cukup Tinggi

Kepala KPP Pratama Timika, Ambar Ari Mulyono pada pertemuan ini juga menyampaikan bahwa tahun 2021 kemarin, target KPP Ptarama Timika adalah Rp3,4 triliun dan mereka mampu mencapai Rp3,3 triliun.

"Ini merupakan sejarah pencapaian terbesar untuk KPP Pratama Timika. Ini sekaligus menjadi ukuran bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada perekonomian di Mimika," ujarnya.

Ia menjelaskan, penerimaan pajak tahun 2021 yang berhasil dicapai KPP Pratama Timika didominasi oleh PPH Non Migas dan setoran PPh Pasal 21 dimana sumbangsih terbesar adalah PTFI yakni 65 persen.

"Setelah di pusat, dana ini kemudian akan disalurkan ke Mimika dalam bentuk dana bagi hasil yang dibayarkan setelah satu tahun anggaran berjalan. Ini juga yang membuat Mimika merupakan daerah di Indonesia dengan APBD terbesar nomor 2," jelasnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Verry K Boekan menambahkan, upaya Pemda Mimika dan Kadin Mimika dalam menciptakan kenyamanan bagi investor, tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan yakni menciptakan rasa aman dan rasan nyaman bagi para pekerja.

"Tugas kami termasuk BPJS Kesehatan adalah memastikan semua pengusaha ada disini nyaman dalam melakukan kegiatan usahanya. Artinya, ketika ada resiko kecelakaan kerja, kematian, PHK, pensiun dan lainnya, kami sebagai lembaga pemerintah sangat siap untuk mendukung itu," ujarnya.

Ia juga membenarkan pernyataan Kepala KPP Pratama tentang putaran uang dan ekonomi di Mimika cukup tinggi.

Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2021, membayar Rp363 miliar untuk Jaminan Hari Tua, Jaminan Keselamatan Kerja, Jaminan Pensiun maupun Jaminan Kematian.


Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar bersama Haris Azhar, Ketua Kadin Mimika Bram Raweyai dan pengusaha Mimika, Gunawan saat menjadi narasumber

"Bayangkan jika Rp363 miliar itu bisa diserap oleh semua pengusaha di Mimika, baik di sektor UKM atau skala lain, maka dampak roda perekonomiannya akan sangat besar karena sudah pasti akan dibelanjakan," terangnya.

Ia mencontohkan, ada karyawan yang pensiun kemudian mengambil JHT-nya yang kemudian dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp100 juta.

Dana itu kemudian diandaikan disaving sebesar 30 persen, maka 70 persennya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang sudah pasti berintraksi langsung dengan pedagang dan sebagainya.

Ia juga mengatakan APBD Mimika termasuk salah satu terbesar di Indonesia. Hal ini juga berdampak pada target iuran BPJS Ketenagakerjaan Papua Mimika.

"Artinya apa? kondisi ekonomi atau pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini sangat bagus. Karena dasar kami mengumpulkan iuran adalah dasar upah yang dibayarkan pengusaha kepada tenaga kerja. Makanya putaran uang di Mimika sangat besar karena penilaianya dari jumlah jaminan yang kami bayarkan dan jumlah iuran yang kami kumpulkan," jelasnya.

Pada momen ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas dukungan selama ini yang kemudian sangat berdampak juga pada pencapaian target 2021 kemarin.

"Kami berharap di 2022 ini, bapak-ibu pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin bisa terus bergandengn tangan dengan kami. Kami akan terus siap melayani terkait resiko-resiko yang dialami oleh para karyawan. Kalau resiko bapak-ibu tidak perlu mengeluarkan biaya, karena akan dijamin oleh BPJS seoptimal mungkin," ungkapnya.

Billy Mambrasar Tegaskan Siap Bantu Anak Muda OAP di Timika Jadi Pengusaha

Perlu diketahui, satu terobosan baru yang juga dilakukan Kadin Mimika saat ini adalah menggandeng Staf Khusus Presiden Indonesia, Billy Mambrasar sebagai Direktur Executive Kadin Mimika.

Billy Mambrasar telah bertekad membantu Kadin Mimika dalam upaya mengembangkan anak-anak Muda Papua (OAP) di Mimika untuk menjadi pengusaha, bukan hanya di bidang konstruksi namun berbagai bidang lainnya.

Pada Coffe Morning, Jumat (1/4) kemarin,Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau lebih dikenal dengan Billi Mambrasar juga hadir sebagai salah satu narasumber.

Pada pertemuan ini, ia juga berbagi pengalaman sebagai anak muda Papua yang terjun langsung dalam dunia usaha sebelum diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Setelah mendengar berbagai diskusi yang disampaikan pada pertemuan tersebut, Billi mengatakan bahwa dengan PAD yang besar, termasuk penerimaan pajak dan iuran BPJS serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Mimika, apakah semua ini memiliki multi player effect secara langsung kepada semua orang atau tidak?! Jangan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja.

"Mungki uang banyak sekali tapi ada dimana? Yang jadi masalah adalah uangnya ada, dihasilkan tapi terbang ke luar (capital out flight-red) dan tidak berputar di sini," ungkapnya.

Ia mencontohkan pada PON Papua kemarin walau masih banyak kekurangan namun dia membantu Presiden Jokowi untuk bagaimana menstimulasi ekonomi dan keterlibatan orang-orang Papua terutama setelah PON berakhir.

Dikatakan juga, berdasarkan survei yang dilakukan untuk generasi muda Papua yang lahir di tahun 90 dan 2000-an, banyak anak Papua yang tidak tertarik terjun ke sektor konstruksi.

"Banyak yang tidak ingin tender proyek, kasih masuk proposal namun mereka lebih ingin menjadi pelaku ekonomi kreatif dan digital. Tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, generasi Papua diatas generasinyalah yang lebih banyak memilih bermain di sektor konstruksi dan sangat minim di sektor startup digital.

"Tantangan utama kami yang masih mudah untuk terjun ke sektor bisnis adalah mental. Kadang kita droop duluan ketika mau maju, khususnya untuk sektor startup digital dan finance," ungkapnya.

Menurutnya kondisi ini tercipta karena tidak adanya akses dalam pengetahuan, modal dan jejaring. Ini yang membuat mental anak-anak muda Papua mudah down.

"Ketika Kadin Mimika mengajak saya untuk membuat konsep menjembatani hal ini, saya semangat sekali untuk bantu dan akan ada sesuatu yang beda nanti di sini," ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam memainkan perannya nanti, Kadin Mimika akan mengajak pelaku-pelaku usaha yang besar untuk menyediakan akses.

Kadin Mimika juga akan membangun database pengusaha OAP kemudian dibantu dengan menyediakan pelatihan, pendampingan dan permodalan.

"Dalam sistem mengembangkan mereka nanti tidak ada yang namanyabsistemnya hibah. Harus ada pengembalian modal walau bunganya kecil sehingga mereka berpikir bahwa uang yang mereka dapat itu harus diputar lagi demi kemitraan jangka panjang," ungkapnya.

Peran ini selain dimainkan oleh Kadin Mimika juga bermitra dengan pengusaha baik menengah maupun kecil terutama membangun kemitraan secara langsung dengan pemerintah daerah.

"Kadin Mimika yang harus menjembatani semua ini. Kalau sudah berhasil menjembatani maka semua akan berada dalam satu ekosistem yang saling mendukung sehingga misalnya Freeport membutuhkan suplai tertentu, tidak harus didatangkan dari luar dengan baya mahal namun di sini sudah ada, biayanya lebih murah, dan dimainkan oleh orang lokal. Ini semua butuh proses tapi saya yakin kita bisa," jelasnya.

Menurut Bili Mambrasar, database yang akan dilakukan nanti untuk melihat sejauh mana keterlibatan pengusaha OAP, siapa yang sudah terlibat, siapa yang mau terlibat namun belum memahami mekanismenya, terutama untuk kawula muda, semuanya akan dibina.

"Database inilah yang nantinya dikelola oleh Kadin Mimika untuk dilatih dan disiapkan supaya mereka bisa menjadi pelaku usaha dan sektornya bukan hanya di konstruksi saja namun juga di kuliner, hospitality, industri kreatif, kesenian, kecantikan, bahkan pertanian dan peternakan serta perikanan," ungkapnya.

Step berikutnya menurut Billi adalah koordinasi. Ia berharap pertemuan Coffee Morning kemarin tidak hanya sekali namun harus dilanjutkan sehingga selalu ada komunikasi dan diskusi yang saling membantu dan mendukung serta bermitra sehingga apa yang dipresentasikan dalam pertemuan tersebut dapat menciptakan multy player effect.

"Dengan semua ini maka ade-ade Papua kita yang mau jadi pengusaha, mereka punya akses terhadap permodalan dan pengetahuan sehingga uang itu tidak keluar namun berputar saja disini sehingga kesejahteraan anak-anak Papua berdasarkan devinisi ekonomi, dapat menjadi dapat menjadi tuan di tanah sendiri bukan secara politis saja," harapnya. (Ronald Renwarin)

4 Kontainer Dengan 80 Ton Minyak Goreng Masih Tersegel di Pomako, Maksudnya Apa?

Tim Disperindag saat melakukan sidak kontener di Pelabuhan Pomako, Kamis (24/3)

MIMIKA, BM

Kelangkaan minyak goreng secara nasional memang belum terlalu dirasakan di Mimika namun kondisi ini tidak lagi menjadi jaminan karena warga Timika mulai merasa khawatir, bahkan ada yang mulai merasakan dampak kelangkaan tersebut.

Menyikapi situasi ini sekaligus untuk menutup celah adanya upaya penimbunan, tim Disperindag Mimika melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kontainer minyak goreng di Pelabuhan Pomako, Kamis (25/3) kemarin.

Sidak dilakukan guna memahami dan mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebab penyaluran minyak goreng mulai tersendat di Timika.

Dari sidak ini, ternyata ditemukan ada 4 kontainer minyak goreng sebanyak 80 ton masih tersegel rapih di Pelabuhan Pomako.

Puluhan ton minyak goreng ini memany baru tiba di pelabuhan dua hari lalu dan diperkirakan didatangkan melalui ekpedisi.

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa tidak langsung didistribusikan ke kota namun harus mengendap hingga dua hari di kontainer.

Apa jadinya jika tim Disperindag tidak melakukan inspeksi mendadak? Maka bisa dicurigai bahwa ini menjadi bagian dari upaya untuk melakukan penimbunan. Pasalnya, kondisi minyak goreng di Timika semakin menipis.

"Kami tetap akan dicari tahu kenapa tidak langsung di dorong barangnya karena sangat dibutuhkan masyarakat. Kami sudah sampaikan ke distributor bahwa kalau begitu dibongkar barang yang langka langsung disuplay ke pasaran supaya jangan menyusahkan masyarakat," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Mimika, Selfina Pappang.

Selfina kemudian menjelaskan tentang kondisi dan distribusi minyak goreng di Timika. Ia mengatakan kebutuhan minyak goreng di Timika secara fluktuatif adalah 300-an ton untuk sebulan. Namun jumlah ini masih harus didistribusikan sebagian ke Nduga dan Wamena.

Di Timika ada sekitar 8-9 distributor minyak goreng namun kondisi saat ini, gudang mereka sedang dalam keadaan kosong.

"Adapun yang ada di distributor sekarang yang dalam kemasan kecil. Bimoli yang ada 10 ton lebih habis hanya dalam tiga hari," ujarnya.

Menurut Selfina, untuk Timika harga minyak goreng dengan harga tertinggi adalah Rp30 ribu per liter sementara untuk harga di distributor adalah Rp26.500 per liter.

"Kita akan kalkulasi yang ada saat ini. Yang jelas yang sudah kita dapatkan datanya sekitar hampir 80 ton. Artinya, untuk kebutuhan beberapa waktu ke datang untuk sementara bisa aman untuk disalurkan ke masyarakat," ungkapnya.

Selfina juga menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi juga akibat suplay dari pabrik yang tidak berjalan seperti biasanya. Pihaknya bahkan sudah mengkonfirmasi secara langsung dengan distributor terkait kondisi ini.

"Kami sudah komunikasi dengan distributor dan memang dari pabrik sekarang dijatah.
Sebelum berlaku subsidi, berapa saja mereka order tapi kalau sekarang masih masuk dalam daftar tunggu. Kurangnya pasokan minyak goreng di lapangan juga karena pembatasan dari pabrik untuk disuplay ke disributor," jelasnya.

Walau demikian, ia mengatakan bahwa Disperindag akan rutin melakukan pengawasan secara menyeluruh terkait pendistribusian minyak goreng ke Timika, termasuk peredarannya di pasar.

Hal ini dilakukan agar menekan adanya upaya dan rencana kotor untuk melakukan penimbunan minyak goreng.

Soalnya, ketika suplay mencukupi maka harga di pasar akan bersainng namun jika barang langka atau susah ditemukan maka sudah pasti harganya melambung jauh.

"Untuk sekarang kita jaga dan amankan pasokannya dulu. Kalau sudah stabil baru kita masuk di harga. Sebenarnya tol laut juga akan tiba namun karena kondisi cuaca sehingga mereka masih tertahan. Kita berharap ada stok lagi yang masuk supaya bisa mengurai kekurangan yang ada. Kami akan terus pantau ini supaya jangan ada upaya penimbunan yang berdampak pada harga," tutur Selfina.

Pengusaha Yang Menimbun Minyak Goreng, Akan Berhadapan Dengan Hukum

Sementara itu, Polres Mimika telah menegaskan bahwa pihaknya akan memproses siapapun yang secara sengaja melakukan penimbunan minyak goreng.

Bahkan penegasan ini merupakan instruksi langsung dari Kepolisian Republik Indonesia, yang mana juga menugaskan kepolisian untuk melakukan pengawasan secara ketat.

Polres Mimika pada Senin (21/3) bahkan secara langsung telah mendatangi beberapa toko besar di seputaran kota Timika untuk mengecek secara langsung stok dan penjualan mereka.

"Jadi monitoring ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada penimbunan. Kita juga akan awasi jangan sampai ada pembelian dalam jumlah yang besar yang berakibat pada kelangkaan minyak goreng. Kami harap ini jadi perhatian semua pedagang," tegas Kasat Reskrim Polres Mimia, Iptu Berthu Harydika Eka Anwar saat itu. (Shanty dan Ignas)

Ayo Mari Nikmati Rasa Dan Aromanya, Rumah Kopi Amungme Gold Kini Hadir Di Kota Timika

Peresmian Rumah Kopi Amungme ditandai dengan pembukaan papan nama oleh pihak manajemen PT Freeport Indonesia bersama Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Masyarakat kota Timika kini bisa menikmati kopi Amungme secara bebas karena secara resmi telah hadir Rumah Kopi Amungme Gold yang berada di Jalan Budi Utomo, tepatnya di samping Klinik Chandra.

Kopi Amungme ini berasal dari produksi masyarakat lokal di daerah dataran tinggi Mimika di sekitar areal pertambangan PT Freeport Indonesia.

Selaku Ketua Koperasi Amungme Gold, Jeremias Egatmang sangat berterimakasih kepada PT Freeport Indonesia dan semua pihak yang sudah membantu serta memberi dukungan penuh dalam pengembangan kopi Amungme.

"Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membina kami dari awal hingga sekarang sehingga hari ini bisa diresmikan Rumah Kopi Amungme Gold," ucapnya dalam memberikan sambutan peresmian hadirnya Rumah Kopi Amungme Gold, Senin (14/3$).

Vice President Community Development PT. Freeport Indonesia, Nathan Kum dalam sambutannya menjelaskan bahwa produksi hasil kopi ini sangat panjang perjalanannya dari tahun ke tahun.

Manajemen PTFI telah melakukan pendampingan budidaya kopi ini hingga marketnya dimulai sejak 1998 lalu hingga 2014.

"Kenapa saya sampaikan tahun 2013 atau 2014, itu karena kita bekerjasama dengan pemerintah sehingga atas dukungan pemerintah kita juga sehingga sudah ada Mou dengan pemerintah dari tahun itu," jelasnya.

Kata Nathan Kum, dari tahun 1998 program ini sudah didampingi oleh PTFI. Bahkan pada tahun 2005 mulai diproduksi dalam skala kecil.

"Jadi produksi saat ini setiap tahunnya itu memang terbatas yaitu 1,7 ton dan itu masih gabah, tapi kalau bersih mungkin dia turun. Mari kita kerjasama dengan petani kopi di kampung-kampung agar bisa naik 2 atau 3 ton," harapnya.

Disampaikan Nathan, pihak manajemen yang telah memberikan pendampingan kepada anggota koperasi yang aktif sampai saat ini sudah bekerja keras untuk memberikan sosialisai serta pemahaman kepada masyarakat yang ada dilingkungan atau ada didataran tinggi.

"Karena kopi ini butuh waktu lama 5 sampai 10 tahun baru bisa kita lihat hasilnya. Luar biasa tim koperasi ini dengan susah payah mendukung, mendorong dan memfasilitasi serta bekerjasama dengan kepala kampung. Kerjasama dengan kepala kampung ini juga membuat kita kembangkan kopi diatas tanah sendiri," ungkapnya.

Lanjutnya, "Dengan budaya yang berbeda beda dan hak ulayat yang berbeda, sehingga polanya kita rubah dengan harapan bagaimana kopi ini ditanam di tanah sendiri supaya tidak ada masalah dengan yang lain. Dan ini bukti bahwa di kampung-kampung, di tanah atau hak ulayat sendiri, sudah banyak kopi sekarang," terangnya.

Saat ini, keanggotaan yang aktif di koperasi tersebut tercatat sebanyak 154 petani kopi. Dengan potensi ini, ia berharap masyarakat makin gencar dan semuanya harus memiliki lahan menanam kopi.

"Saya bisa sampaikan kopi ini tidak akan habis. Mari kita kembangkan dan kerjasama dengan pemerintah. Saya berterimakasih kepada pemerintah karena mulai tahun 2014 kita sudah MoU dan mulai jalan dengan koperasi ini," ungkap Nathan Kum.

Dengan diresmikan Rumah Kopi Amungme Gold, Nathan Kum menilai sudah bisa dijadikan bisnis karena perusahaan sudah memberikan akses, fasilitas dan sudah membina serta kerjasama dengan pemerintah daerah.

"Harapan kami PTFI, bagaimana mengelolah koperasi ini dari anak-anak lokal. Kopi ini sudah dikenal bukan hanya di Papua saja tapi sampai di luar Papua. Dan perlu saya sampaikan bahwa koperasi ini kerjasama dengan pemerintah mulai hari ini sampai dengan tiga tahun ke depan," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada karyawan dan ketua koperasi agar terus didorong agar masyarakat lebih banyak menanam kopi. Pasalnya tempat dan distribusinya sudah jelas.

"Adanya koperasi ini juga bisa memberikan manfaat buat masyarakat kita untuk tampung hasil kopinya mereka," ucap Nathan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Irene Wanma, menyampaikan bahwa kopi merupakan salah satu komoditi unggulan yang ada di Kabupaten Mimika.

Bahkan menurutnya, kopi Amungme selain terkenal dikalangan masyarakat Papua, juga sudah terkena secara nasional bahkan mendunia.

"Kami sebagai pemerintah ucapkan terimakasih kepada PTFI lewat binaan sehingga kopi ini boleh ada ditengah masyarakat di Kabupaten Mimika. Karena kopi ini kami susah dapat," katanya.

Dijelaskan, untuk kerjasama antara PTFI melalui Departemen SLD bidang ekonomi dengan pemerintah daerah tahun 2022 hingga 2024 terdiri atas komoditi kopi robusta sebanyak 300 hektar, kopi arabika 100 hektar, kakao 100 hektar, kelapa 900 hektar dan penataan kebun sagu 300 hektar.

"Itulah program-program kedepan untuk memajukan masyarakat, sehingga nanti kedepannya masyarakat bisa capai kesejahteraan," ujar Alice.

Menurutnya, selain kopi Amungme yang ada sejak tahun 2014, di instansinya ada dua komoditi yang dibudidayakan yaitu kopi robusta dan arabika dan kini sudah tersebar di seluruh Kabupaten Mimika.

"Jadi diantara 18 Distrik itu kami sudah ada petani-petani kopi yang luar biasa. Dan untuk pemerintah daerah sendiri kami juga ada kopi Amuro yaitu kopi Amungme dan Kamoro. Itu sudah ada tahun lalu dan sudah mulai jalan waktu PON," ujar Alice.

Pada momen peresmian Rumah Kopi Amungme Gold, dilakukan juga pemberian penghargaan kepada tiga petani yang sudah pensiun serta penandatangan MoU Pemda dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika dengan PT Freeport Indonesia (FI) melalui pengembangan masyarakat. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top