Ekonomi dan Pembangunan

Apresiasi Program Presiden Jokowi, Kadin Mimika Berharap Perusahan Besar Ikut Bantu Ekonomi Warga Dengan CSR

Ketua Kadin Mimika Bram Raweyai

MIMIKA, BM

Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo atas program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan (BTPKLWN).

Yang mana melalui program ini, 1000 pengusaha mikro di Mimika merasakan bantuan tersebut secara langsung yang disalurkan melalui Kodim 1710/Mimika.

Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai mengatakan program ini sangat membantu pedagang dan pengusaha kecil di Mimika karena dampak covid sangat dirasakan oleh mereka.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak diihat dari nominalnya namun dapat dipergunakan dengan baik untuk membantu modal usaha mereka.

"Sebagai ketua Kadin Mimika, saya sangat mendukung bantuan yang diberikan bapak presiden ini melalui program BTPKLWN. Ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi mikro di Mimika," ujarnya.

Ia mengatakan, hal ini juga akan menjadi perhatian dan dorongan bagi Kadin Mimika untuk melakukan pembinaan, dan bagaimana menciptakan situasi ekonomi yang kondusif bagi Mimika.

"Kami berterimakasih atas bantuan kepada 1000 penerima manfaat di Timika. Sekarang ini tinggal bagaimana kita duduk bersama untuk bantuan ini dapat berkelanjutan. Paling tidak kami akan terlibat untuk bagaimana memulihkan ekonomi mikro di Timika," ungkapnya.

Bram berharap tim yang sudah dibentuk dalam menjalankan program presiden ini melibatkan Kadin Mimika agar organisasi ini dapat membantu dan berperan di dalamnya.

"Kita juga belum tahu bentuknya seperti apa, bisa jadi cash money, atau dukungan barang dan lainnya. Namun kami siap membantu terutama untuk manajemen dan bagaimana penyaluran serta apa yang bisa kami kontribusikan secara langsung untuk mendukungnya," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa secara harafiah, tantangan ekonomi mikro di Mimika saat ini adalah mulai naiknya harga barang akibat momentum hari raya.

Hal ini terjadi bukan hanya merupakan kesalahan pedagang saja namun juga karena biaya pengiriman (cargo) yang juga semakin naik.

"Ini harus jadi perhatian kita bersama. Banyak perusahan besar di Timika juga harus terlibat aktif melalui CSR mereka untuk membantu meringankan beban masyarakat bawah ini seperti PT Freeport dan lainnya," ujarnya.

"Misalnya kita buat pasar murah sehingga kita bisa membantu masyarakat jelang lebaran nanti dan pastinya berdampak pada stabilitas harga," ungkapnya.

Bram mengatakan, Kadin Mimika ke depan akan melakukan beberapa upaya yang berhubungan dengan program kerja mereka untuk membantu para pengusaha mikro di Timika. Program tersebut nantinya akan dipatenkan pada rapat kerja usai bulan suci Ramadhan nanti. (Ronald Renwarin)

1000 Pelaku Ekonomi Mikro Di Mimika Terima Bantuan Dari Presiden Jokowi

Foto bersama perwakilan penerima manfaat seusai menerima bantuan tunai dari TNI

MIMIKA, BM

Untuk membantu meningkatkan perekonomian di bidang usaha, Kodim 1710/Mimika memberikan bantuan tunai melalui program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan (BTPKLWN) tahun 2022 kepada 1000 penerima manfaat.

Pemberian BTPKLWN kepada 1000 penerima manfaat sebesar Rp600 ribu berlangsung di Koramil kota 1710-02/Timika, Kamis (14/4) dihadiri perwakilan dari pemerintah daerah, pihak kepolisian dan tamu undangan lainnya.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya mengatakan, bantuan yang disalurkan ini dilakukan akibat efek pandemi covid yang telah membawa perubahan terhadap dunia dengan berbagai tantangannya sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat.

Guna mengurangi dampak tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional, diantaranya bantuan presiden untuk ekonomi mikro secara menyeluruh kepada masyarakat dengan mempertimbangkan bahwa masih ada pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan bantuan di wilayah sebagai akibat dari penerapan PPKM.

"Pemerintah menugaskan TNI untuk menyalurkan bantuan tersebut langsung kepada masyarakat, dimana kegiatan ini dilakukan melalui sistem aplikasi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas," ungkap Dandim.

Dengan disalurkan bantuan ini, Dandim Yoga berharap dapat menjadi sinyal untuk menggerakan kembali ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

"Saya berpesan kepada bapak ibu sekalian, kembangkan usaha bapak ibu serta manajemen yang profesional, belajar dan perluas kerjasama dengan berbagai pihak untuk menjual dan meningkatkan usaha," harapnya.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan Setda Mimika, Yulianus Sasarari, mengatakan apa yang dibuat pemerintah hari ini merupakan peran pemerintah pusat kepada seluruh warganya.

"Sudah kita lihat bahwa ada pemberian bantuan ini dari kementrian sosial yang disalurkan melalui kantor pos. Dan hari ini bantuan dari Presiden yang disalurkan melalui pimpinan TNI dan kemudian diturunkan kepada Kodam, dan Kodim," ungkapnya.

Menurutnya bantuan ini menunjukan juga bahwa presiden sangat peduli terhadap apa yang dirasakan masyarakatnya setelah bertahan melalui musim pandemi selama dua tahun terakhir.

"Mewakili pemerintah daerah kami berikan apresiasi kepada TNI, karena di tempat ini boleh lakukan apa yang menjadi tujuan negara. Saya pikir apa yang diberikan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya,"ucapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, seorang pedagang pinang mewakili rekan-rekannya mengucap syukur dan berterimakasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah mau memperhatikan masyarakatnya khusus para pedagang kecil.

"Saya baru pertama kali dapat bantuan ini, dan saya sangat berterimakasih. Harapan saya buat TNI dalam hal ini Kodim Mimika dan Pemda Mimika, tolong mendata lagi karena masih banyak masyarakat yang juga butuhkan bantuan seperti ini,"ucap Meri Sada.(Ignas)

Minta Kejelasan Pembangunan Tempat Wisata, Pemilik Galian C Datangi Kantor Bappeda


Pemilik galian C Selamat Datang beserta rombongan saat mendatangi Kantor Bappeda

MIMIKA, BM

Terkait tindaklanjut rencana pembangunan tempat wisata yang ada dilokasi galian C selamat datang, pemilik lokasi galian beserta rombongan datang ke Kantor Bappeda Senin (11/4) untuk meminta kejelasan.

Pemilik lahan, Mussa Dendegau menyampaikan bahwa kedatangan mereka ingin meminta kejelasan apakah lokasi galian c ini bisa dibenahi secara bersama antara pemerintah dengan masyarakat atau tidak.

"Kami minta kejelasan dan kami juga sudah memberikan masterplan sebanyak dua kali dan ini sesuai dengan permintaan Bappeda,"ungkapnya.

Menurutnya, Bappeda Mimika harus memberikan kejelasan terkait hal ini agar pemerintah bisa mendampingi serta mengarahkan, pasalnya beberapa dinas terkait sudah meninjau langsung lokasi namun sampai saat ini tidak ada kelanjutan setelah diminta waktu dua minggu.

"Kalau memang tidak bisa dijadikan tempat wisata, sampaikan ke kami tempat itu layak jadi apa," ujar Musa.

Ia juga menilai beberapa kali melihat pemerintah memberikan izin di lokasi lain untuk dibuat kolam ikan. Sementara pihaknya belum pernah sama sekali diberikan izin.

"Kalau seingat saya, pernah ada beberapa lokasi yang diberikan untuk dibuat kolam ikan. Dan kami ini yang belum pernah, kami mau mencoba dari niat baik kami,"katanya.

Diakuinya saat ini lokasi galian c secara perlahan sudah dibenahi oleh masyarakat sambil menunggu perhatian dari Pemerintah.

"Sebaiknya pemerintah turun lihat lokasi dulu untuk kasih tahu kami aturan-aturan pembangunan seperti apa. Lalu beri kami kesempatan untuk mengerjakan, jangan bicara tapi belum lihat perubahan saat ini yang ada di sana seperti apa. Jangan menunda-nunda terus," ungkap Mussa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Waterpau bahwa pihaknya yang sebelumnya sudah dijanjikan untuk duduk bersama menyatukan pikiran terkait pembangunan, hingga tidak terealisasi.

"Kami selama ini nekat karena kami mau tempat yang hancur itu jadi bagus. Kami masyarakat mau supaya kita duduk sama-sama menyatukan pikiran. Dengan aturan yang segala macam yang tahun ini ganti, tahun berikut ganti lagi. Tempat yang dulu hancur kita mau bikin bagus supaya orang banyak bisa datang dan tempat ini bisa dipakai oleh Pemda Mimika juga. Kami tidak ada maksud apa-apa," ungkapnya.

Disampaikannya bahwa beberapa minggu terkahir operasi galian C sudah diberhentikan, namun karena kelamaan menunggu dukungan pemerintah, operasi galian c terpaksa diaktifkan kembali guna membantu anggaran pembenahan lokasi.

"Kalau tidak percaya mulai dari dua minggu yang lalu lokasi di sana sudah jauh berubah. Itu karena kami nekat dan kami siap. Masyarakat hari ini kita bicara begini itu kita langsung turun dan lihat lokasi yang minggu kemarin dengan minggu ini,"ujarnya.

Dirinya mendukung pengalihan fungsi galian c menjadi tempat wisata. Hal ini merupakan salah satu langkah yang baik bagi masyarakat asli Papua dalam bersaing.

Kepala Bappeda Mimika, Yohanna Paliling kepada wartawan menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

"Kita hanya diskusi saja, ada keinginan di masyarakat di lapangan lalu masih ada proses dengan OPD terkait. Tadi (kemarin-red) kami diskusi dan akan sampaikan ke pimpinan dengan OPD terkait. Urusannya nanti seperti apa, nanti kita dengar ya," ungkapnya.

Lanjutnya, "Mereka sudah lama menunggu, tetapi OPD teknis yang di situ kan harus bertemu dulu untuk melihat boleh atau tidak. Kalau boleh seperti apa dan kalau tidak pun itu karena apa. Seperti itu saja, tidak ada masalah. Kami cerita baik, dan mereka juga sangat proaktif untuk kita sama-sama diskusi," ucapnya seusai melakukan pertemuan dengan pemilik galian c bersama rombongannya. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top