Ekonomi dan Pembangunan

Minimarket Negara Papua New Guinea Akan Dibuka di Timika


Bupati Mimika Eltinus Omaleng foto bersama dengan Consul General PNG, Hon Geoffrey L Wiri (baju merah, kiri)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH menerima secara langsung kunjungan dari Consul General Papua New Guinea, Hon Geoffrey L. Wiri beserta rombongan di Mimika, Jumat (4/3).

Kunjungan dilakukan guna mempererat kerja sama antara Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan Papua New Guinea (PNG) terkait perdagangan.

Pasalnya, kedua negara ini yakni Indonesia dan PNG sudah melakukan MoU sejak lama untuk menjalankan dagang seperti supermarket.

"Dalam satu tahun ini mereka akan keliling setiap kabupaten di Papua untuk lakukan pertemuan bersama. Terakhir kemarin mereka di Biak." kata Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, di Hotel Grand Mozza.

Menurut Bupati Eltinus, pihak PNG akan menjalankan kerja sama dagang di seluruh Papua. Pihak Consul General PNG akan membuat mini supermarket kemudian ditempatkan di setiap kabupaten di Papua.

Consul General PNG juga sudah berkonsultasi dengan pemerintah di Jakarta terkait apa yang bisa didagangkan di Jakarta.

"Jadi setelah kunjungan ini selesai, mereka akan berangkat ke Jakarta membawa laporan-laporan yang sudah ada," jelasnya.

Kunjungan ini juga sekaligus untuk mengatur jalur penerbangan udara dari PNG ke Indonesia, khusunya di Papua sehingga pesawat dari PNG bisa mendarat di setiap bandara kabupaten yang ada di Papua.

Sementara itu, ke depannnya ketika akan mendiSehingga, misalkan mereka mau impor atau distribusi barang ke Timika, mereka tidak harus singgah lagi di Jayapura.

"Jadi ke depan kalau mereka mau impor atau distribusi barang mereka bisa langsung mendarat di Timika. Kecuali kalau ke Jakarta, itu baru nanti lewat Jayapura. Jadi seperti itu tujuan dari kunjungan ini,"ungkap Omaleng. (Shanty)

Inovasi Baru Kampung Nawaripi : Sediakan Depot Air Minum Dengan Harga Paling Murah di Timika

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat menggunting pita sebagai tanda diresmikannya depot air mimum dengan harga murah

MIMIKA, BM

Satu lagi inovasi cerdas dicetuskan Desa atau Kampung Nawaripi yaitu dengan mendirikan depot air minum isi ulang.

Depot ini merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan harga termurah yakni Rp5 ribu pergalon.

Hari ini, Senin (28/2), terobosan yang merupakan salah satu program Kampung Nawaripi 2021 ini kemudian dilauncing penggunaannya oleh Kepala Kampung, Norbertus Ditubun.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat disini kalau program ini baru dilaunching hari ini karena tahun kemarin untuk anggaran yang berasal dari ADD itu terlambat dicairkan," ungkap Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat memberikan sambutan Senin (28/2) sore.

Kata Norman, harga depot air minum yang hanya sebesar Rp5 ribu merupakan depot dengan harga termurah di Timika. Keputusan terkait harga merupakan keputusan bersama yang disepakati melalui musyawarah.

"Jadi harganya ini tidak dibuat-buat oleh saya atau pengurus BUMDes tapi ini kesepekatan bersama dalam musyarawah," ujarnya.

Selain depot air, Norman mengatakan bahwa di tiap RT Kampung Nawaripi akan dibangun pos penampungan air.

"Kita akan korbankan untuk bangun pos, dimana tujuan pos ini untuk mempermudah jangkauan masyarakat dalam pembelian air, karena ada beberapa RT yang lokasinya cukup jauh,"ungkapnya.

Sementara itu Andi selaku Direktur BUMDes, mengucapkan terimakasih atas kerja keras Kepala Kampung Nawaripi yang sudah berusaha dan keras mendirikan depot dengan harga termurah di Timika.

"Selain sudah ada depot air minum dengan harga murah, kedepannya juga kita akan laksanakan program lainnya yaitu penyebaran bibit ikan. Kami berharap dukungan semua pihak agar depot air ini tetap berjalan baik untuk masyarakat disini,"ucapnya. (Ignas)

Tahu Tempe di Pasar Sentral Mulai Kosong, Apa Penyebabnya?

Ketersediaan tempe dan tahu beberapa hari lalu di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Tahu dan tempe kini semakin diminati dan telah menjadi makanan pilihan bagi sebagian warga Mimika. Namun sayangnya, stoknya di Pasar Sentral mulai kosong terutama pada pekan lalu.

Kekosongan tahu dan tempe di pasar bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan akibat naiknya harga kedelai di Jawa yang berpengaruh terhadap produksi tahu tempe di Timika.

Tiara salah satu pedagang di pasar sentral saat ditemui BM mengaku, pasokan tahu dan tempe sudah berkurang. Bahkan, pernah tidak didatangkan samasekali dari pabriknya.

"Tempe berkurang sudah beberapa hari karena tidak di kirim dari pabriknya. Tahu juga baru ada, sebelumnya tidak ada dan sangat sulit untuk dapat," ujarnya.

Tiara mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya menyebutian bahwa kedelai di Timika kosong dan mahal dari Jawa sehingga pengusaha tahu dan tempe di Timika memproduksinya dalam jumlah yang sedikit.

"Biasanya kita di kasih 3 kantong tempe, kalau tahu 1 ember. Tapi sekarang sudah kurang dan biasa juga kosong karena ada produksinya," ujarnya.

Selain tahu dan tempe, ternyata jahe merah dan kacang merah juga mengalami kekosongan.

"Jahe merah dan kacang merah juga sekarang kosong, karena kita ambilnya dari luar Timika dan dari Jawa kosong makanya di sini juga kosong. Padahal jahe merah ini banyak di cari masyarakat," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top