Ekonomi dan Pembangunan

Antisipasi Agar Tidak Terjadi Penimbunan BBM, Polisi Berikan Himbauan ke Semua SPBU

Situasi pengisian BBM di SPBU Hasanudin, Kamis (18/11)

MIMIKA, BM

Salah satu langkah mengantisipasi agar tidak terjadi adanya penimbunan BBM oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan, Kepolisian Mimika akhirnya memberikan himbauan ke setiap SPBU yang ada di Timika. Hal ini dilakukan mengingat kelangkaan BBM yang sedang terjadi.

"Intinya saat ini hanya langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. Jadi kita tadi ke semua SPBU berikan himbauan untuk tidak adanya pembelian BBM gunakan jerigen," kata Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/11).

Kata Yusran, langkah yang sudah dilakukan itu didasari koordinasi bersama Dinas Perindustran dan Perdagangan (Disperindag) Mimika.

"Kita minta untuk pengisian BBM penggunaan jerigen itu diminimalisir atau dibatasi, karena sesuai instruksi dan arahan dari Disperindag. Sebelum kita turun ke setiap SPBU, sudah ada koordinasikan dengan Disperindag," ujarnya.

Menurut Yusran beberapa minggu lalu sempat terjadi pemalangan di Pomako, sehingga mengakibatkan suplai BBM dari Pertamina Jober ke SPBU terhambat.

"Itu yang sebabkan kelangkaan BBM," ujarnya.

Dari himbauan ke tiap SPBU, Yusran mengatakan bahwa pihak SPBU menginginkan adanya surat rekomendasi dari Disperindag terkait pembatasan pembelian dalam penggunaan jerigen.

"Supaya ada dasar, karena secara lisan mereka tidak berani menegur konsumen. Dan kita juga sudah sampaikan silahkan berhubungan langsung dengan Disperindag ," ujarnya.

Terkait kelangkaan BBM saat ini terjadi sehingga mengakibatkan antrian panjang disebabkan karena adanya penimbunan? dirinya belum bisa memastikan secara pasti.

"Kalau untuk mengantongi kriminal seperti terjadinya penimbunan terus mencari keuntungan dari adanya kelangkaan BBM ini kita belum bisa pastikan," ujar Yusran. (Ignas)

Harga Bahan Pokok Masih Normal, Namun Diprediksi akan Melonjak


Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Sentral Timika saat melayani pembeli 

MIMIKA, BM

Menjelang Natal yang tinggal sebulan lagi, harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika masih tetap normal.

Padahal biasanya harga beberapa komoditas sudah mulai mengalami lonjakan. Seperti cabe dan bawang.

Namun, di pertengahan Bulan November tahun 2021 ini, cabe yang biasanya sudah mulai tembus Rp100 ribu, kini masih bertahan di harga Rp80 ribu per kilo atau masih terbilang normal.

Begitupun dengan tomat yang juga masih normal yakni di harga Rp25 ribu per kilo, bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilo.

"Jadi, harga bumbu-bumbu dapur lainnya juga sekarang masih tetap normal," kata Dedi salah satu pedagang di pasar sentral saat ditemui, Senin (15/11).

Walau saat ini harga masih terbilang normal, namun diprediksi harga ini tidak akan bertahan hingga natal nanti, karena kenaikan akan mulai terjadi di Bulan Desember sebagaimana yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Dedi mengatakan, komoditas yang diprediksi akan mengalami lonjakan harga tinggi adalah cabe dan bawang merah. Bahkan menurut Dedi harganya akan naik hingga 2 kali lipat.

"Setiap tahun kan selalu begitu. Naik sampai Rp150 ribu, pernah juga naik sampai Rp200 ribu. Bawang juga begitu naik sampai Rp80 ribu. Tapi tetap saja dibeli masyarakat karena memang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga bukan sengaja dilakukan pedagang, namun memang karena harga pengambilannya juga sudah mahal. Belum lagi kadang stoknya hanya terbatas.

"Biasanya itu kita lebih bayak kiriman karena lokal kan masih sedikit dan juga mahal. Dan itu belum memenuhi betuhan masyarakat di Mimika,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Bude Sri bahwa harga cabai dan bawang akan terus mengalami peningkatan hingga natal dan tahun baru nanti.

"Sudah pasti akan naik, kita lihat saja," katanya.

Ia juga menututkan, kenaikan harga bahan pokok di pasar bukan karena pedagang ingin mengambil untung banyak, tetapi karena memang harga pengambilannya yang tinggi.

Menurutnya, pedagang hanya menyesuaikan saja, kenaikan juga hanya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilonya sebagai upah penjual.

"Jadi sebenarnya kami juga cuma untung sedikit. Tapi kadang orang bilang katanya kami sengaja permainkan harga, tapi itukan kita naikkan karena harga ambilnya juga naik. Kita hanya untung sedikit yang penting ada saja,” ungkapnya. (Shanty)

Kuota BBM Jenis Pertalite untuk SPBU Akan Ditambahkan

Pulihan kendaraan motor tengah mengantri BBM di salah satu SPBU di Timika

MIMIKA, BM

Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Mimika akan ditambahkan. Hal ini karena BBM Premium sejak tanggal 25 Oktober 2021 setiap SPBU di Timika tidak lagi menjual atau melayani pembelian premium.

Sebelumnya, SPBU di Timika diberi 16 KL untuk pelayanan pertalite sementara untuk premium sebanyak 8 KL. Dengan tidak adanya lagi penjualan premium maka kuota premium akan ditambahkan ke pertalite.

"Nanti dijumlahkan. Jadi setelah hilangnya premium berarti 16 KL ditambah 8 KL maka jadinya 24 KL untuk pertalite di setiap SPBU yang ada di Mimika setiap harinya," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Petrus Pali Amba saat dikonfirmasi, Senin (15/11).

Petrus Pali Amba mengatakan pemberhentian penjualan BBM Premium berdasarkan instruksi langsung dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Pusat.

"Kalau kita Pemerintah Daerah Mimika maunya saja tetap ada tapi namanya daerah tetap harus ikuti aturan yang ada," ujarnya.

Dijelaskan, penghapusan BBM jenis Premium yang merupakan subsidi dari pemerintah ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

Selain memperbaiki lingkungan, penghapusan Premium juga mempertimbangkan aspek penurunan jumlah pengguna. Di mana, mayoritas pengguna Premium kini telah beralih ke Pertalite.

"Jadi kita di Timika sudah tidak di distribusikan sejak tanggal 25 Oktober 2021 untuk BBM jenis Premium dan diganti ke Pertalite," tuturnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun tidak mau berkomentar lebih terkait hal ini. Menurutnya, Pertamina hanya diberikan penugasan untuk melakukan pendistribusian.

"Kalo dicabut dan lain-lain silahkan tanyakan ke pemerintah terkait apa yang jadi kebijakan mereka terhadap premium sebagai bbm subsidi," ungkapnya. (Shanty)

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top