Ekonomi dan Pembangunan

Cuaca Ekstrem Sebabkan Gangguan Kelistrikan di Timika

 

Salah satu pegawai PLN yang sedang memperbaiki jaringan kelistrikan dampak dari cuaca extrem di Mimika beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah lokasi di Papua dan Papua Barat, berpotensi menyebabkan gangguan kelistrikan di beberapa wilayah.

PLN mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari jaringan listrik, gardu atau pohon besar saat kondisi tersebut terjadi.

Salah satu yang terjadi cuaca ekstrem adalah di Timika pada Selasa (18/1) dan Senin (24/1). General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid melalui rilisnya yang diterima Berita Mimika, Kamis (27/1) menyampaikan hal ini.

"Untuk Timika, sempat terjadi cuaca ekstrem yang menyebabkan beberapa jaringan listrik kami di lokasi Brigif Mapurujaya, Jl. Lokpon dan Jl. SP6 Naena Mukti tertimpa pohon. Namun, kami langsung bergerak cepat untuk memulihkan kondisi tersebut. Berkat respon cepat petugas aat ini suplai listrik di lokasi terdampak telah kembali normal," ungkapnya.

Abdul mengatakan, terkait pemadaman yang sempat terjadi di Timika akibat kondisi itu, PLN memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

"Kami mohon maaf atas pemadaman yang sempat dialami pelanggan. Meski suplai telah normal, saat ini petugas juga terus menyisir titik-titik lain yang mungkin perlu dilakukan pemeliharaan secara minor untuk menghindari gangguan lebih luas," tambahnya.

Dikatakan, bahwa pihaknya terus berupaya melakukan tindakan preventif guna mengantisipasi gangguan yang timbul akibat cuaca ekstrem di lokasi-lokasi lain.

PLN, kata Abdul, secara intensif terus melakukan inpeksi ke seluruh peralatan di masing-masing unit. Selain itu, pemeliharaan jaringan listrik juga rutin dilaksanakan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kami juga terus melakukan perampalan untuk pohon-pohon yang berada di dekat jaringan kami dan berpotensi membahayakan masyarakat serta mengganggu suplai listrik ke pelanggan," ujarnya.

Namun, beberapa kondisi yang tidak dapat dihindari kerap terjadi. Salah satunya cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, tanah longsor atau pohon-pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik.

Katanya, bila kondisi banjir atau ada genangan air yang tinggi di dekat gardu atau jaringan listrik maka PLN terpaksa melakukan pemadaman sementara guna mengamankan masyarakat dari bahaya sengatan listrik.

Menurut Abdul, longsor dan pohon yang tumbang mengenai jaringan akibat cuaca ekstrem juga dapat menjadi salah satu penyebab suplai listrik terganggu.

Beberapa kasus di kondisi tersebut menyebabkan tiang jaringan listrik roboh, sehingga perlu melakukan pengamanan dan perbaikan terlebih dahulu sebelum suplai listrik dapat dialirkan kembali.

"Secara berkala PLN akan terus menyampaikan informasi terkait jadwal pemeliharaan kepada pelanggan. Namun, apabila pelanggan mengalami gangguan di luar dari jadwal pemeliharaan atau melihat potensi bahaya ketenagalistrikan, diharapkan dapat melapor agar petugas PLN segera menindaklanjuti kondisi tersebut," ungkapnya. (Shanty)

Kampung Atuka dan Aikawapuka Direncanakan Dibangun Dermaga Apung



Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat bertatap muka dengan warga Distrik Mimika Tengah di Balai Kampung Atuka, Jumat (21/1)

MIMIKA, BM

Kampung Atuka dan Aikawapuka, Distrik Mimika Tengah direncanakan akan dibangun dermaga apung.

Tujuan dibangunnya dermaga apung ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir, karena selama ini menjadi kendala ketika melakukan bongkar muat barang serta naik turun penumpang.

"Dermaga apung ini adalah bantuan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa. Disini Distrik Mimika Tengah ada dua dermaga apung, yaitu Kampung Atuka dan Aikawapuka. Ini supaya kita tidak setengah mati saat turun di pelabuhan,"ungkap Wakil Bupati Mimika,Johannes Rettob saat bertatap muka dengan warga Kampung Atuka, pekan lalu.

Menurut orang nomor dua di Kabupaten Mimika bahwa rencana pembangunan  dermaga apung bagi dua kampung di Distrik Mimika Tengah ini merupakan jawaban atas aspirasi yang disampaikan pada saat kunjungan sebelumnya.

"Nanti di Distrik lain itu saya akan sampaikan sendiri. Jadi dermaga apung ini tidak sama dengan dermaga apung yang ada di PPI, yang ini  akan sesuaikan dengan air saat naik maupun turun," ujarnya.

Selain mengupayakan dermaga apung, kata Wabup, pemerintah daerah juga telah membangun satu rumah bagi pegawai kesehatan dan 4 unit MCK.

Hal tersebut merupakan jawaban terhadap aspirasi yang disampaikan warga ketika Wabup John melakukan kunjungan pertama di wilayah ini beberapa waktu lalu.

"Kita coba penuhi sedikit demi sedikit. Jadi saya berharap pembangunan secara pelan-pelan berdasarkan aspirasi masyarakat, berdasarkan musrembang dan berdasarkan apa yang kita lihat. Memang sekarang tidak bisa maksimal sekali, tapi kita coba pelan-pelan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat," kata Jhon. (Ignas)

Program Alam Lestari PT Freeport : Para Peserta Indonesia Dapat Pembekalan Kampanye Lingkungan dari Tasya Kamila

Tasya Kamila (kiri atas) saat interaksi dan menjawab pertanyaan dari salah satu peserta, Althaf A. dari SMP N 2 Timika saat acara daring berlangsung, Rabu (19/1)

MIMIKA, BM
 
Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika yang tergabung dalam program Alam Lestari Departemen Lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapatkan pembekalan secara daring mengenai kampanye lingkungan hidup dari Tasya Kamila, seorang aktris dan pegiat lingkungan pada Rabu, 19 Januari 2022.
 
Manager Departemen Lingkungan PTFI, Gesang Setyadi menjelaskan program Alam Lestari merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Departemen Lingkungan PTFI.

"Peserta diberikan beberapa pembekalan dalam hal pelestarian lingkungan, termasuk dalam mengkampanyekan lingkungan kepada masyarakat salah satunya melalui media sosial,” ujarnya.

Gesang menambahkan dengan media sosial memungkinkan suatu kampanye lingkungan yang semula sangat terbatas mampu melintasi ruang dan waktu.

Dengan penggunaan media sosial dan kampanye yang tepat diharapkan dapat menjangkau setiap orang di daerah-daerah yang jauh secara geografis sehingga menggerakkan berbagai aksi nyata dan memberikan motivasi masyarakat dalam kepedulian lingkungan.
 
Tasya Kamila yang telah menjadi Duta Lingkungan dan mulai berkampanye di umur 13 tahun ini, memberikan motivasi kepada peserta untuk menjadi duta lingkungan.

Tasya menjelaskan karakter pejuang lingkungan perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mau bertindak, memiliki kreativitas untuk menyelesaikan masalah sehingga menjadi bagian dari solusi.

Selain itu harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar bisa memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk bertindak, memiliki optimisme dan pemikiran terbuka, wawasan yang luas dan leadership skills.
 
Aktris penyandang gelar Master of Public Administration (M.P.A.) Energy and Environment dari Amerika Serikat ini berpesan kepada peserta dimana dengan adanya media sosial dan internet tidak ada alasan lagi untuk kita mengabaikan isu lingkungan dan sosial.

“Gunakan gadget untuk hal-hal yang bermanfaat untuk lingkungan dan apa yang bisa kita lakukan untuk lingkungan kita. Apa yang kita lakukan sehari-hari akan berdampak pada lingkungan kita. Gunakan media sosial secara bijak dan bagikan konten-konten yang bermanfaat”, tutup Tasya.
 
Program Alam Lestari merupakan acara tahunan yang digelar PTFI bersama perusahaan swasta di Timika bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika. Diharapkan para peserta dapat menjadi duta lingkungan di masa depan dan mampu menjawab isu lingkungan.
 
Tujuan dari program Alam Lestari ini yaitu untuk membangun pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan kemampuan peserta program dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan, memberikan pengalaman lapangan kepada peserta program serta menghasilkan duta lingkungan Kabupaten Mimika. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top