Ekonomi dan Pembangunan

Masyarakat Keluhkan Naiknya Harga Gula, Disperindag Akan Lakukan Pengecekan Harga Sembako

Tempat pedagang sembako di Pasar Sentral

MIMIKA,BM

Pembatasan sosial telah dilakukan Pemerintah Daerah Mimika sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, namun sayangnya hal ini berdampak pada naiknya harga sembako di pasar.

Warga mengeluhkan naiknya harga gula yang kini berkisar antara Rp 25 ribu hingga 30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 17-18 ribu.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga mengatakan bahwa bukan hanya gula namun beberapa kebutuhan sembako lainnya pun saat ini mengalami kenaikan.

Terkait hal ini, Yoga mengatakan sudah ada instruksi dari Bupati Mimika agar instansi teknis (terutama disperindag) melakukan pengawasan terhadap harga sembako termasuk BBM.

Menurutnya, tim tersebut sudah dibentuk, namun hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari kepala dinas karena pengawasan ini bukan hanya dilakukan di seputaran kota Tinika namun hingga ke distrik-distrik jauh.

"Sudah ada tim tapi kita hanya tunggu surat tugas dari kepala dinas baru kita turun langsung ke lapangan. Nanti pengawasannya langsung ke pedagang,"tutur Yoga Pribadi saat dihubungi wartawan BeritaMimika.

Yoga mengatakan, untuk melaksanakan instruksi tersebut harus ada dasar hukum yakni surat tugas. Kenaikan harga juga menurut Yoga, dikarenakan terbatasnya jam operasional yang hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIT.

Ia berharap agar pedagang tidak mengambil kesempatan ini untuk memainkan harga dengan seenaknya. Ia memastikan dalam waktu dekat disperindag akan meninjau langsung persoalan ini.

"Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah ada surat tugasnya agar kita bisa cepat lakukan pengawasan. Kita akan cek penyebabnya apa sehingga harga sembako jadi naik karena banyak warga mengeluhkan hal ini. Kita semua harus pahami kondisi ini tapi jangan sampai kita mencari keuntungan yang berlebihan saat semua orang menderita karena situasional ini,” harapnya. (Shanty

Beri Bantuan Ke Distrik Kuala, Wabup Minta Bama Tidak Dijual

Wabup John saat menandatangani berita acara penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

Guna menjamin kebutuhan masyarakat terutama masyarakat yang berekonomi lemah dikarenakan situasi pandemik covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika telah menyiapkan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut sudah mulai disalurkan sejak Jumat (10/4) di Distrik Mimika Timur, menyusul Sabtu (11/4) di Distrik Kwamki Narama dan pada hari ini, Senin (13/4) bantuan diberikan kepada masyarakat di Distrik Kuala Kencana.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Pejabat Sekda Mimika Marthen Paiding dan sejumlah pimpinan OPD.

Adapun bantuan yang diberikan kepada Distrik Kuala Kencana diantaranya, 75 ton beras, indomie 4.000 karton, telur 200 rak, 400 liter minyak goreng, 8.000 renteng kopi, gula pasir 4.000 kg dan teh celup 4.000 dos.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, Ini adalah hari ke 3 dimana pemerintah daerah mendistribusikan sembako untuk masyarakat.

Tentu warga Mimika telah memahami kondisi saat ini yang tengah melanda Indonesia, Papua dan Mimika. Ia berharap apa yang selama ini diinstruksikan pemerintah daerah ditaati oleh masyarakat.

"Ini ada bama yang diberikan untuk masyarakat melalui kepala distrik. Distrik akan menyerahkan ke kepala kampung dan kepala kampung yang akan membaginya kepada masyarakat. Harus dibagi sesuai dengan data yang ada," tutur Wabup John.

Wabup John meminta agar bantuan yang diberikan tepat sasaran terutama kepada warga yang mengalami keterbatasan karena kondisi ini. Bantuan tidak disalurkan untuk ASN, karyawan swasta maupun pekerja lainnya yang memiliki pendapatan memadaai.

Jadi, lanjutnya, pendistribusiannya sebaiknya diatur secara baik. Diharapkan dengan adanya bantuan ini masyarakat bisa terbantu dan tetap tinggal di dalam rumah, ikuti himbauan yang ada untuk menjaga kesehatan.

"Di Mimika penyebaran virus ini sudah cukup banyak, tolong perhatikan warganya jangan kesana kemari. Kalau dibilang pembatasan sampai jam 2 siang maka itu harus betul-betul jam 2. Mungkin besok kita sudah pakai aparat keamanan untuk kalau ada yang masih macam-macam kita pukul saja tapi sekarang masih berharap kepala kampung memperhatikan hal ini, melihat masyarakatnya,"ujarnya.

Katanya, karena pembatasan itu maka pemerintah memiliki tanggung jawab lebih dalam melihat kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Wabup John menegaskan sembako ini tidak boleh dijual dan harus sampai di tangan masyarakat. Jika ada laporan penyelewengan dari masyarakat maka kepala kampung dan yang bertugas kendiatribusikan bantuan akan dipidanakan.

"Sebagai aparat kita harus betul-betul berikan untuk masyarakat, kita perhatikan betul masyarakat. Ada laporan kalau beras ini tidak sampai ke masyarakat hanya sampai di kepala kampung saja. Jadi saya harap itu tidak boleh. Bantuan yang diberikan ada beras, indomie, kopi, teh celup, telur, gula pasir dan minyak goreng. Jangan ada yang kemudian menjualnya. Baik kepala kampung maupun warga yang dapat bantuan,"tegasnya.

Wabup juga menghimbau agar masyarakat dan para perangkat kampung selalu menggunakan masker. Masker dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kain, mengingat Mimika saat ini kehabisan stok masker.

Sementara, Kepala Distrik Kuala Kencana, Evert Hindom saat dihubungi mengatakan, bantuan tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat dari 8 kampung yang benar-benar membutuhkan.

"Ini nanti kita akan berikan untuk 8 kampung. Namun karena ada 2 kelurahan sehingga kesepakatan dengan para kepala kampung nanti akan di bagi juga kepada 2 kelurahan untuk dapat dibagi kepada warga mereka juga," tutup Evert Hindom. (Shanty

Pegawai Djarum Mimika Bagi 120 Paket Sembako untuk Masyarakat

 Sembako diberikan kepada mama-mama Papua yang sedang berjualan

MIMIKA, BM

Di saat seperti ini, perhatian orang yang berkecukupan terhadap mereka yang sangat kekurangan merupakan satu wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sesama, apakah masih ada di kehidupan ini.

Bagaimana tidak, pengaruh pandemi Covid-19 jelas sangat terasa mengoyak kehidupan ekonomi banyak orang. Apalagi mereka yang penghasilannya berasal dari kerja serabutan, mereka yang bekerja hari ini, untuk hanya makan hari ini.

Di Mimika, perhatian seperti ini masih ada. Ini terbukti dengan banyaknya warga yang menunjukan kepedulian mereka dengan membantu meringankan beban sesamanya.

Sedari awal ketika Virus Corona mulai ditemukan di Mimika, secara pribadi, kelompok maupun organisasi kategorial hingga pemerintah daerah hadir ditengah masyarakat dengan menunjukan rasa solidaritas dan kemanusiaan untuk membantu sesamanya.

Salah satu perusahan rokok terbesar di Indonesia, yakni Djarum Cabang Mimika juga tidak ketinggalan menunjukan rasa simpati mereka.

Karyawan Djarum Cabang Timika melakukan patungan menyediakan 125 paket sembako (sembilan bahan pokok) yang kemudian disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Pimpinan Djarum Cabang Timika Fauzan Muhammad kepada BeritaMimika, Senin (13/4) paket sembago yang mereka bagikan sudah diedarkan dalam dua hari yakni Sabtu dan Minggu.

“Hari Sabtu kami bagi 70 paket sembako kepada masyarakat di sekitar kota Timika, khususnya kepada tukang ojek dan warga yang kami nilai sangat membutuhkan. Hari Minggu kemarin kami lanjutkan membagi 50 paket kepada warga di Poumako, khususnya Kampung Miyoko,” ujarnya.

Saat membagikan sembako, mereka bahkan menemukan satu orang tua yang tinggal sendiri di gubuknya yang berada di SP 1. Orangtua itu tidak mememiliki sanak saudara dan hidupnya sangat memprihatikan.

“Kami dapat informasi dari masyarakat dan kami datangi. Keadaanya susah sekali. Kami berharap banyak warga mengetahui keadaan oma ini sehingga kita sama-sama membantu dia. Kemarin kami sudah datangi dua kali. Kami berencana akan memperhatikan oma ini secara intens dengan nanti memenuhi apa saja yang menjadi keperluan hidupnya” ujarnya.

Ia mengakui keadaaan ini terasa berat dialami oleh mereka yang hidupnya pas-pasan. Namun apa yang mereka berikan bukan untuk menunjukan bahwa mereka mampu atau memiliki kelebihan secara ekonomi namun ini murni sebagai bentuk kepeduliaan terhadap sesama.

“Saya berterimakasih karena karyawan kami memulai semuanya dengan patungan dana pribadi. Mereka tidak menutup mata dengan keadaan ini. Kami berharap walau seadanya, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban sebagian orang dan saya percaya banyak warga Mimika termasuk organisasi lainnya tidak akan tutup mata melihat keadaan saat ini. Minggu depan kami siapkan 100 paket untuk edarkan lagi ke masyarakat lainnya. Kemarin kami juga bagi masker kain ke masyarakat,” ungkap Fauzan. (Ronald

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top