Ekonomi dan Pembangunan

Disperindag Siapkan Sembilan Tempat Cuci Tangan di Pasar Sentral

Salah satu tempat pencucian tangan di Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyiapkan tempat cuci tangan yang disediakan di pasar sentral, untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona.

"Kami menyiapkan tempat cuci tangan di sembilan titik di Pasar Sentral yang menggunakan profil tank,"tutur Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi saat dihubungi BeritaMimika, Senin (13/4).

Yoga mengatakan, tempat cuci tangan yang disiapkan di Pasar Sentral dapat digunakan oleh pengunjung pasar maupun pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Dalam keadaan ini, Yoga mengingatkan agar masyarakat memaksimalkan proteksi diri dari pencegahan penyebaran covid-19, salah satunya dengan upaya mencuci tangan. Karena tangan sangat rentan menularkan virus, terlebih jika mengalami kontak fisik dengan penderita.

Ketersediaan tempat cucian tangan ini dimaksudkan agar pembeli yang datang, sebelum dan sesudah berbelanja tangan mereka harus dibersihkan. Begitupun para pedagang yang melayani para pembeli.

“Karena dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir dianggap sebagai langkah pencegahan yang penting dan pasar adalah salah satu tempat yang selalu ramai dan di pasar ini masyarakat kalau mau beli sesuatu pasti pilih-pilih dulu,” tutur Yoga.

Dikatakan, bahwa ini merupakan salah satu upaya dan keseriusan Pemda Mimika dalam memerangi penyebaran virus corona. Pemerintah juga terus berupaya memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan virus.

Yoga memastikan profil tank akan selalu terisi air. Begitu pun dengan sabun, sehingga baik pembeli maupun pedagang tidak akan mengeluh kekurangan air dan sabun saat mencuci tangan.

“Teman-teman keamanan pasar akan selalu mengisi profil tank dan kami sangat berharap kerja sama yang baik dari pembeli dan pedagang dalam hal ini. Mari sama-sama kita sayangi keluarga kita yang ada di rumah,” ujar Yoga mengingatkan. (Shanty)

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Pandemik Covid-19

Mobil pertamina yang mengangkut BBM (foto google)

MIMIKA, BM

Pertamina MOR VIII Maluku Papua memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG dalam kondisi aman, baik untuk saat ini maupun hari-hari ke depan, di tengah merosotnya pandemik virus corona.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun saat dihubungi BeritaMimika, Senin (13/4) mengatakan, ketahanan stok BBM di Kabupaten Mimika bisa mencapai 31 hari.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kelangkaan BBM setelah pandemi corona ditetapkan sebagai bencana nasional.

"Penyaluran itu tetap seperti hari biasa, kalau posisi di Mimika sekarang itu kita ada di sekitar 31 hari, jadi 31 hari aman itu ada di Kabupaten Mimika termasuk untuk minyak tanah,"tutur Edi.

Edi mengatakan, penyaluran BBM ini stoknya per hari sesuai stok nasional, kalau stok nasional itu ada di 26 hari dan untuk Kabupaten Mimika hari ini ada di 31 hari.

Katanya, minggu depan ada kapal tengker masuk ke Mimika khusus membawa minyak tanah. Jadi, untuk stok BBM baik minyak tanah, premium, pertalite dan solar di Mimika masih aman walau dalam situasi saat ini.

"Kalau untuk harga tetap dan tidak ada pengaruh, kalau pun didapati harga yang dinaikkan itu di luar Pertamina dan dilakukan oleh pengecer. Jadi koordinasi harga di pengecer ada di teman-teman Disperindag, kami dari Pertamina hanya bertanggungjawab sampai di SPBU dan pangkalan minyak tanah karena sesuai dengan amanat undang-undang Migas seperti itu,"ungkapnya. (Shanty)

Disperindag Bantah Isu Rencana Penutupan Pasar Sentral Selama 3 Hari

Suasana di Pasar Sentral Mimika

MIMIKA, BM

Isu rencana penutupan Pasar Sentral yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan mulai Jumat-Minggu (10-12/4) yang kini beredar di masyarakat dibantah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika selaku dinas teknis.

Kepala Disperindag, Bernadinus Songbes saat dihubungi BeritaMimika.com, Rabu (9/4) malam membantah isu tersebut.

Songbes menegaskan pihaknya tidak pernah mengumumkan kepada pedagang ataupun kepada masyarakat bahwa akan menutup total aktivitas Pasar Sentral selama 3 hari.

“Kami tidak pernah menyampaikan soal penutupan itu. Tapi kalau misalnya ini benar seharusnya kami sebagai dinas teknis mengetahuinya, tapi memang kalau dari kami langsung kami tidak ada rencana itu,” tutur Songbes.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi yang juga membantah isu tersebut.

Yoga mengatakan, bahwa Disperindag tidak pernah membicarakan hal tersebut dan bahkan dirinya pun juga kaget ketika mendapat informasi ini.

“Saya juga kaget kok ada informasi ini, karena kami tidak pernah menginformasikannya. Mungkin masyarakat merujuk pada edaran yang dibagikan di sosial media itu yang katanya menghentikan aktivitas selama 3 hari tanggal 10-12 April,” kata Yoga.

Namun, tambah Yoga, pihak Disperindag tidak pernah mengeluarkan instruksi tersebut dan kalaupun benar maka harus ada pemberitahuan atau pertemuan bersama pimpinan daerah guna membahasnya.

"Kami tegaskan bahwa isu yang marak beredar bahwa pasar sentral akan ditutup selama tiga itu tidak benar. Kami tidak berikan istruksi apapun kepada pedagang bahkan masyarakat," tutup Yoga.

Sementara itu kepada BeritaMimika, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding melalui pesan pendeknya mengatakan belum ada perintah dari bupati maupun wakil bupati terkait larangan dimaksud.

“Belum ada perintah dan Pemerintah Daerah Mimika tidak keluarkan himbauan itu,” balasnya melalui whatssap. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top