Ekonomi dan Pembangunan

Vebian Magal Umumkan 13 Kepala Divisi Beserta 24 Staf Karyawan YPMAK Terpilih


Direktur Vebian Magal saat memberikan keterangan pers

MIMIKA, BM

Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amunge dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal mengumumkan 37 karyawan terpilih YPMAK, bertempat di Multi Purpose Community Centre (MPCC) Selasa (31/3).

Ia menjelaskan, proses seleksi karyawan dilakukan sejak bulan lalu oleh mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan. Dari sekian banyak pelamar terpilih 37 karyawan yang terdiri dari 13 kepala divisi dan 24 staf.

"Sebenarnya kemarin hasilnya ada, tapi saya harus koordinasi dengan badan pengurus dan tim 11 selaku panitia yang ada di internal untuk membantu premisis konsultan untuk perekrutan dan hasil yang keluar sesuai kebutuhan yayasan," katanya.

Sambung Vebian, dari 37 karyawan tersebut 46 persen merupakan suku asli Amungme dan Kamoro, 19 persen lima suku kerabatan, 19 persen Papua dan 16 persen merupakan Non Papua.

"Harapan kami semua pihak dapat menerima hasilnya, karena banyak yang berbondong-bondong ikut seleksi semua sesuai kebutuhan yayasan. Status Lembaga Pengembangan Masyaralat Amungme Kamoro (LPMAK) kemarin dikerjakan oleh 134 karyawan, tetapi kemudian lembaga berubah menjadi yayasan dan sifatnya yayasan donatur bukan penyelenggara program sehingga harus mengurangi menjadi 37," jelasnya.

Meski demikian direktur yang terpilih 22 November 2019 ini meyakinkan bahwa mereka akan dapat bekerja dan memberikan kontribusi dengan baik dikarenakan yayasan hanya melaksanakan perencanaan, fungsi anggaran dan pengawasan, sementara programnya diselenggarakan oleh mitra bukan yayasan.

"Skema berubah tetapi fokus pelayanannya tetap pada masyarakat di tiga bidang utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi," imbuhnya.

Ia menuturkan para karyawan merupakan eks LPMAK dan karyawan baru. Mereka dapat langsung diaktifkan sambil menyusul tes kesehatan.

YPMAK bukan penyelenggara program lagi melainkan mitra penyelenggara program sehingga untuk peluang kerja ada pada mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan.

"Kami harapkan mereka harus lihat baik dan menerima keputusan ini kemudian mendukung semua proses yang ada," harapnya.

Berikut daftar nama 37 Karyawan YPMAK :
1. Janis Miagoni (Staf Admin Direktur)
2. Kristianus Ukago (Staf Khusus Kemitraan)
3. Onny Wiranda (Staf Khusus Kemitraan)
4. Robertho Kailey (Staf Admin Wakil Direktur)
5. Yeremias Isak Imbiri (Kepala Divisi SDM)
6. Oktovina Veggi Ukapoka (Staf Personalia)
7. Agustinus F. Takati (Staf Pengembangan dan Hubungan Industrial)
8. Ronaldus Ningmabin (Staf Legal)
9. Yohanis Agustinus Tipagau (Kepala Divisi Rumah Tangga)
10. John R. Ohowirin (Staf Maintenance dan Safety)
11. Brigida Cresentia Aim (Staf Pengadaan dan Ticketing)
12. Aji Pramudianto (Kepala Divisi IT)
13. Kefas Kegakoto (Staf IT)
14. Feri Magai Uamang (Kepala Divisi Humas)
15. Martinus Pigome (Staf Publikasi)
16. Irma Siep (Staf Admin Wakil Direktur)
17. Edison Wanggai (Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi)
18. Fransinety Fatin Tiwow (Staf Pembayaran)
19. Sisko Situmorang (Staf Field Audit)
20. Rudolf Wantik (Staf Pembukuan dan Piutang)
21. Marice Ludia Korwa (Staf Admin Wakil Direktur)
22. Fransiskus X Wanmang (Kepala Divisi Program Pendidikan)
23. Fredy Matamoka (Staf Program Perencana Pendidikan)
24. Susana Horik (Staf Program Perencana Pendidikan)
25. Hengky Wonsiwor (Kepala Divisi Program Kesehatan)
26. Gracia Dolce Clara Leisubun (Staf Program Perencana Kesehatan)
27. Marina Beanal (Staf Program Perencana Kesehatan)
28. Billy Enerson Korwa (Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi)
29. F. Dwijayanti Sianipar (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
30. Niked Godfrika Keiya (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
31. Novita Christin Rumboirusi (Staf Admin Wakil Direktur)
32. Dionisius Lewi Burdam (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
33. Bernardus Thomas Sirwutubun (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
34. Riana Wadibar (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
35. Lambertinus Hendrikus Moyao (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
36. Bernadetta Tarigan (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi)
37. Ester Rika Agustina Komber (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi).
(Elfrida)

BRI dan Pegadaian Ubah Jam Operasional Ikuti Instruksi Pemerintah

Kantor Bank BRI Jalan Budi Utomo

MIMIKA, BM

Mengantisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Mimika yakni Bank BRI dan Pegadaian mulai mengubah jam layanan operasional.

Hal tersebut merujuk pada instruksi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang membatasi jam operasinal baik toko, supermarket, pasar juga bank serta kantor-kantor.

Bank BRI mengubah jam layanan kas mulai pukul 09.00-14.00 Wit dan pelayanan nasabah sampai pukul 15.00 Wit. Operasional ini mulai berlaku sejak hari ini, Senin (30/3) kemarin sampai Kamis (9/4).

Namun, dengan perubahan jam layanan ini Bank BRI menyarankan nasabahnya untuk memanfaatkan layanan perbankan dari rumah melalui aplikasi BRI seperti BRIMo, Mobile Banking, Internet Banking dan LinkAja.

Kepala BRI Sukarno saat dihubungi BeritaMimika mengaku mengubah jam operasional dengan mengikuti instruksi pemerintah guba keamanan bersama serta menghindari kontak fisik dengan pihak luar.

Menurutnya dengan adanya digitalisasi perbankan diharapkan memudahkan masyarakat atau nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

"Nasabah dapat mengakseanya melalui Webb Ib.bri.go.id atau smartphone dengan aplikasi Brimo, Mobil Banking, Internet Banking untuk transaksi non tunai sedangkan untuk transaksi tunai nasabah disarankan untuk datang ke Agen Beilink, ATM atau CRM,"tutup Sukarno.

Untuk Kantor Pegadaian, pelayanan hari Senin-Jumat dimulai pukul 09.00-14.00 Wit. Khusus hari Sabtu hanya sampai pukul 12.00 Wit. Layanan ini sudah berlaku sejak tanggal 23 yang lalu sampai tanggal 2 April mendatang.

Untuk memudahkan seluruh nasabah dalam melakukan transaksi baik perpanjangan, cicilan, tebus dan membayar angsuran, Pegadaian menyarankan nasabah untuk melakukannya secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

“Jadi kita kurangi jam layanan tatap muka tetapi nasabah tidak perlu khawatir karena kita juga punya aplikasi online jadi silakan manfaatkan itu. Pelayanan kita melalui PDS bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, apalagi sekarang pemerintah minta kita yang tidak memiliki kepentingan keluar rumah untuk tetap di rumah,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Timika, Sambud Hendrik Tooy saat dihubungi BeritaMimika, Senin (30/3) kemarin. (Shanty

Walau Lesuh, Grand Tembaga Hotel Tidak Berlakukan PHK Karyawan

Penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan hotel

MIMIKA, BM

Imbas penyebaran Covid-19 di Indonesia, membuat sejumlah hotel di Bali dan Jakarta merumahkan karyawannya. Bahkan ada yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Entah hotel di Mimika ikut melakukan PHK atau tidak namun hal ini tidak diberlakukan di Grand Tembaga Hotel yang berada di Jalan Yos Sudaro.

Hotel ini memiliki 76 karyawan yang mengisi beberapa posisi pekerjaan dengan pemberlakukan sistem shift work.

Kepada BeritaMimika, Sabtu (28/3) General Manger Grand Tembaga Hotel, Samuel Tandiyono, melalui telepon mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah, walau hotelnya sangat mengalami dampak langsung dari kebijakan tersebut.

“Bagi kami apa yang dilakukan pemerintah daerah adalah melindungi kita semua. Dan kami sangat merasakan dampaknya. Tetapi kami tidak memberlakukan PHK bagi karyawan. Kami sikapi masalah ini dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Kami berlakukan perubahan shift jam kerja masuk sehingga semua terhindar dari PHK dan karyawan kami sangat mengerti kondisi ini,” ujarnya.

Walau mengalami penurunan pendapatan sebesar 80-90 persen namun hingga hari ini, masih ada tamu yang menginap di Grand Tembaga Hotel. Mereka adalah tamu longstay dan beberapa tamu lokal.

“Lesuhnya pendapatan bukan hanya di kami tapi semua dunia perhotelan, baik di Timika maupun di daerah-daerah lain. Dunia perhotelan termasuk dunia usaha yang sangat mengalami depresi ini,” ujarnya.

Samuel mengatakan, mengukuti instruksi Bupati Mimika Nomor 2 Tahun 2020, sampai saat ini pihaknya rutin melakukan penyemprotan desinfektan bagi tamu yang masuk maupun seluruh ruangan di hotel ini.

“Satu hari kita semprot desinfektan dua kali, pagi dan sore di hotel. Termasuk semua tempat umum di dalam hotel yang dipegang atau diduduki kami lap dengan desinfektan. Bukan hanya itu, kami juga siapkan westafel khusus dan hand sanitizer di beberapa areal hotel. Tamu yang ada wajib ikuti semua aturan ini demi kesehatan banyak orang,” tegasnya.

Ia juga berharap agar seluruh hotel di Mimika mengikuti instruksi pemerintah daerah. Minimal menyiapkan westafel plus hand sanitezer dan melakukan penyemprotan rutin.

“Mungkin yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam situasi saat ini adalah lebih memprioritaskan sektor informal dan UKM karena mereka yang merasakan dampak ini secara langsung. Ini harus disikapi agar masyarakat merasa nyaman sehingga konsentrasi hanya satu yakni memerangi corona. Gimana orang mau fokus di rumah kalau mereka harus kerja tiap hari untuk makan. Harapan kami ada kebijakan khusus untuk mereka-mereka ini,” ungkapnya ketika diminta memberikan saran untuk pemerintah daerah. (Ronald

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top