Hukum & Kriminal

Sering Petir dan Angin Kencang, Masyarakat Diminta Waspada

Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono

MIMIKA, BM

Indonesia disebut-sebut sedang mengalami fenomena La Nina atau pertambahan hujan. Selain La Nina, angin barat juga berhembus menyebabkan wilayah Indonesia secara umum mengalami musim penghujan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika, Okto Firdaus Fajri Rianto saat dihubungi BeritaMimika mengatakan Mimika kini telah berada di musim penghujan.

"Pada umumnya Mimika sudah masuk musim hujan sampai bulan Februari, tidak ada pengaruh badai hanya ada sedikit pengaruh Lanina yang berdampak hujan sedikit meningkat. Warga Mimika harus tetap waspada. Kalau ada perubahan lainnya akan kami infokan lagi," ungkapnya.

Sementara itu Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono menambahkan, Kabupaten Mimika unik karena tidak terlalu berdampak banyak pada kedua kejadian cuaca tersebut. Malah di Mimika, hujan dinilai tidak terlalu intens seperti di daerah lain.

"Tapi anginnya lumayan kencang, makanya salah satu efeknya itu terjadi beberapa rumah yang di Amar. Itu karena anginnya memang kencang. Selain angin, petir juga harus diwaspadai," kata Sony, Kamis (13/1).

Meskipun hujan sering terjadi, namun ia meyakini tidak akan terjadi banjir di Mimika. Hal itu, kata Sony, berdasarkan data yang dipunyai pihaknya bahwa hujan lebat dengan durasi yang lebih lama biasanya terjadi di pertengahan tahun.

"Kalau sekarang bisa dibilang tidak akan terjadi banjir karena hujannya juga tidak banyak. Tapi memang beberapa hari belakangan ini hujan lumayan sering terjadi," katanya lagi.

Sementara itu, ia menilai wilayah perairan di Kabupaten Mimika dinilai normal dengan tinggi ombak yang masuk kategori normal atau biasa. (Roberto)

Kasatlantas Devrizal Jelaskan Kronologis Pelajar Mabuk Sebabkan Anggota Satpol Meninggal Dunia

Kondisi dua kendaraan rusak parah dan sudah diamankan pihak kepolisian

MIMIKA, BM

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tikungan depan Pendopo Rumah Negara, Jalan Cenderawasih, Karang Senang SP3, Jumat (14/1) kemarin membuat salah satu korban meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia merupakan salah satu Anggota Satpol PP yang masih aktif di Kabupaten Mimika.

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Devrizal saat dikonfirmasi wartawan BM mengatakan, laka terjadi diakibatkan salah satu pelajar yang sedang mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol.

Kejadian bermula dari dua pelajar berboncengan yang mengendarai motor Vario 150 tanpa plat nomor dari arah Timika mengambil arah yang berlawanan.

Diketahui saat itu jalur searahnya sedang dalam pengerjaan kontraktor, sehingga jalannya dialihkan, namun pelajar ini terlalu memakan jalan.

Dari arah berlawanan kendaraan bermotor CBR putih melaju dan mendapati pengendara Vario 150 tepat dihadapannya, akibatnya kedua kendaraan itu saling hantam hingga seluruhnya terpental dari motor.

"Satpol PP ini dari arah Kantor Pemda pulang kerja. Sedangkan anak sekolah ini (kondisi) mabuk, anak sekolah ini 'memakan jalan' daripada jalur yang digunakan oleh anggota Satpol PP. Kemudian terjadi tabrakan," ungkap Devrizal.

Disebutkan Devrizal, korban kecelakaan itu ada empat orang. Salah satunya meninggal dunia yaitu Minto Yikwa yang merupakan anggota Satpol PP.

Tiga korban lainnya mengalami luka yaitu Yakobus Yikwa luka robek pada pelipis kiri dan hidung serta rasa saki pada dada dan perut, Nelson Bukaleng mengalami lecet di pipi kiri, lutut kaki kiri dan kanan, dan Yakobus Diwitau luka lecet di lutut kiri dan kanan, siku tangan kanan serta pipi.

Selanjutnya, seluruh korban langsung dievakuasi ke RSMM caritas untuk dilakukan penanganan medis, sedangkan korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke ruang jenazah untuk di otopsi. (Lail)

Pria Mabuk Serang Warga Pakai Sangkur Berujung Dalam Jeruji Tahanan

Anggota Polsek Mimika Baru bersama anggota Perintis Polres Mimika saat berada di lokasi kejadian

MIMIKA, BM

Seorang pria berinisial SM harus berakhir dengan mendekam dalam jeruji tahanan Polsek Mimika Baru, Jumat (14/1) sore.

SM yang sudah dipengaruhi miras ini terpaksa mendekam dalam jeruji tahanan dikarenakan menghadang dua orang warga dan mencoba menyerang mereka menggunakan sangkur.

Berdasarkan keterangan korban AM, kejadian bermula ketika ia bersama temannnya yang menumpangi sepeda motor dihadang oleh pelaku di Jalan Ahmad Yani tepatnya dekat bengkel Surabaya Motor. Saat itu sempat terjadi adu mulut.

"Dia (pelaku) hadang kami dan langsung tabrak motor kami, kemudian dia marah dan mau pukul saya. Dia (pelaku) juga bilang untung perempuan kalau tidak saya tikam. Dia juga ludah saya karena tidak terima saya marah," terang AM.

Setelah kejadian tersebut, pelaku kemudian melanjutkan perjalanan. Namun hingga di putaran dekat tempat pencucian motor, jalan masuk gang Singaraja, pelaku kembali melakukan penghadangan.

"Namun saat itu juga adik saya yang mau pergi main Basket turun dari ojek datang bantu kami. Dia (pelaku) juga sempat berkelahi dengan adik saya. Kemudian dia (pelaku) ke motornya dan buka jok motor ambil sangkur dan berusaha mau tikam saya, saat itu saya berusaha lari tapi jatuh, beruntung warga sekitar bisa amankan dia," jelas AM yang mengaku tidak mengenal pelaku.

Atas kejadian tersebut anggota Polsek Mimika Baru bersama unit Perintis Polres Mimika langsung menuju lokasi kejadian. Mereka kemudian mengamankan SM dan sepeda motor miliknya menuju Kantor Polsek Mimika Baru. Sementara korban diarahkan untuk membuat laporan polisi. (Ignas

 

Top