Hukum & Kriminal

Ayah, Mengapa Kau Tega Melakukan Semua Ini Padaku?! 

Ilustrasi pemerkosaan (Foto Google)

MIMIKA, BM

'Judul Diatas' merupakan sebuah tangisan yang sangat menyayat hati yang mungkin ingin diungkapkan oleh seorang gadis belia terhadap ayahnya yang begitu ia cintai, andai ia bisa menyampaikannya.

Bagaimana bisa, seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung, sandaran dan tempat berteduh, malah menjadi neraka yang membakar masa depan buah hatinya sendiri.

YR, siswi pelajar SMA yang beralamat di Nawaripi Dalam, kini hidup dengan pertanyaan tersebut. Hari-harinya akan menjadi kelam ketika mengingat penggalan kata 'ayah' dalam hidupnya.

YR yang seharusnya tumbuh mekar bersama kasih sayang orangtua, malah harus menanggung penderitaan seumur hidup akibat ulah ayahnya.

Ia telah menjadi korban bejat ayah kandungnya berinisial SAS (53). Ayahnya menyetubuhinya tanpa sedikitpun memiliki perasaan bersalah dalam dirinya. Bahkan kebejatan ayahnya ini sudah dilakukan berulangkali.

YR merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Sejak kecil, mereka telah kehilangan kasih sayang seorang ibu yang telah berpulang selamanya meninggalkan mereka.

Walau demikian, ia dan saudara-saudaranya dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang dari tantenya.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, pada Kamis (24/2) mengisahkan, kejadian bermula ketika korban kembali tinggal bersama ayah kandungnya.

"Sejak ibu kandungnya meninggal, korban dirawat dari kecil oleh tantenya. Karena ada masalah dengan tantenya, korban kembali ke bapaknya (pelaku) yang mana bapaknya ini sudah menikah lagi. Saat kembali ke bapaknya, korban mengalami kejadian tersebut," ungkapnya.

Kepada polisi, YR bahkan mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh ayahnya ini telah dilakukan terhadapnya, berulang kali.

"Pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap anaknya sejak November 2021. Saat itu sebanyak dua kali. Pada Januari 2022 lalu, pelaku bahkan masih melakukan aksi bejatnya itu," ujarnya.

Disampaikan Kasat Reskrim, modus yang dilakukan pelaku adalah meminta korban untuk memijat badan.

"Bahkan sampai memijat, ia pertontonkan video porno kepada korban. Ini anak kandung loh. Inilah keterangan yang sudah kita gali semaksimal mungkin sampai sekarang," ujar Bertu.

Terkait dengan kasus ini, kata Bertu ada bukti kekerasan yang juga dilakukan pelaku termasuk seringnya ia mengutarakan umpatan kasar terhadap korban.

"Kakak pertama korban juga pernah dipukul oleh pelaku sampai kabur sehingga korban ini jadi trauma. Saat kita jemput pelaku, korban juga kelihatan sangat takut," katanya.

Menurut Bertu, pelaku tidak hanya melakukan aksi bejatnya hanya kepada YR namun sebelumnya pelaku juga pernah melakukan perbuatan cabul terhadap dua saudara korban yang waktu itu masih sangat kecil.

"Saat korban melapor barulah kedua kakaknya sampaikan hal yang sama namun saat itu hanya perbuatan cabul," ucapnya.

Kasat Reskrim mengatakan, pelaku kini telah ditangkap dan diamankan bersama barang bukti. Ia akan menerima konsekwensi dari perbuatan abnormalnya.

"Pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat 3 junto 76 B UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak, yang mana ancaman hukumannya 15 tahun ditambah sepertiga," tegasnya. (Ignas)

Empat Hari Putri Tinggalkan Rumah, Pacarnya Juga Tidak Tahu Keberadaannya

Keluarga Putri bersama anggota Polsek Mimika Baru saat memintai keterangan pacarnya Putri.

MIMIKA,BM

Sudah empat hari tidak pulang rumah, seorang gadis bernama Putri yang kesehariannya bekerja di sebuah toko akhirnya dilaporkan oleh keluarganya ke Polsek Mimika Baru, Selasa (22/2).

Menurut Tanta Putri, keponakannya itu pada Jumat (minggu lalu-red) pamit pergi kerja, namun disaat jam pulang kerja hingga Senin kemarin tidak pulang rumah.

"Sudah empat hari tidak pulang rumah dan saya juga tidak tahu apa alasannya. Dia inikan saya yang ajak ke Timika dan ini sudah jadi tanggungjawab saya," ungkap tante Putri saat ditemani anggota Polsek ketika mendatangi tempat kerja keponakannya guna mencari informasi.

Sementara itu pacar Putri yang juga sama-sama bekerja di toko tersebut bernama Amal mengakui tidak mengetahui keberadaan pacarnya tersebut.

"Saya tidak tahu dia dimana sekarang karena teleponnya sudah tidak aktif lagi. Dan di hari Jumat (minggu lalu-red) itu kami dua tidak ketemu, karena dia di toko dan saya ada di SP2. Dan selama pacaran dia jarang datang ke tempat tinggal saya," ungkapnya.(Ignas)

SD Kokonao Dipalang, Kadistrik Sampaikan Penyebabnya

Palang yang digunakan untuk memblokade pintu masuk SD Negeri Kokonao sudah dibuka

MIMIKA, BM

Sekolah Dasar (SD) Negeri Kokonao di Distrik Mimika Barat, pada pagi tadi, Rabu (16/2) dipalang oleh salah seorang warga Kampung Wigiwiya bernama Remon.

Pemalangan dilakukan karena pelaku beralasan bahwa pihak sekolah selama ini tidak mau membayarkan apa yang selama ini mereka janjikan kepadanya.

Kepala Distrik Kokonao, Ernestina Takati kepada BM mengungkapkan, pelaku sebenarnya bukan penjaga sekolah namun ia adalah warga Kampung Wigiwiya yang tinggal dekat sekolah tersebut.

Dikatakan, selama ini dirinya mengaku telah lama ditugaskan sekolah untuk selalu melihat dan menjaga sekolah tersebut.

"Sebenarnya itu masalah pribadi dengan pihak sekolah. Pelaku ini tinggal di sebelah sekolah dan menuntut pihak sekolah harus bayar dia karena selama ini katanya dia yang selalu jaga kantor," ungkapnya.

Dijelaskan, rencana pemalangan sebenarnya sudah dilakukan pelaku pada dua minggu lalu. Namun sebelum dilakukan, pelaku datang menemui kadistrik dan kadistrik menahan dan memberikan pengertian kepadanya.

"Saya bilang ke dia, itu kamu punya perjanjian dengan pihak sekolah. Jadi kalau kamu mau menuntut untuk bayar maka langsung saja dengan kepada sekolah karena kalau sekolah dipalang maka akan menggangu aktifitas belajar mengajar," ujar Kadistrik Kokonao.

Menurut pengakuan pelaku kepadanya, pihak sekolah selama ini hanya mengubar janji. Saat itu pelaku mau langsung melakukan pemalangan namun kadistrik langsung melarangnya.

"Saya bilang jangan dipalang tapi yang aman kau langsung ke Polsek. Kalau kamu mau palang, kamu sendiri juga tidak punya bukti. Maksudnya mau palang berdasarkan apa? Ada perjanjian apa dari sekolah untuk kau? Jadi yang aman ke Polsek untuk bicarakan di sana," ungkapnya.

Ia mengatakan, jika pelaku melaporkan hal tersebut ke Polsek maka pihak distrik bersedia menjadi saksinya. Hal tersebut diutarakan kadistrik agar masalah ini bisa cepat terselesaikan.

"Setelah ketemu pelaku, besok paginya ibu kepala sekolah datang ke saya. Dia bilang, ada tuntutan tersebut. Saya kemudian arahkan juga untuk sama-sama ke polsek untuk diselesaikan," ujarnya.

Kadistrik juga mengatakan bahwa jangan sampai pemalangan tersebut dilakukan karena pihak sekolah memang belum membayarkan apa yang mereka janjikan untuknya.

"Memang ternyata belum ada perjanjian sehingga kalau ke polsek bisa dibuatkan pernyataan supaya kemudian hari kalau dipalang, maka ada konsekwensinya," terangnya.

Menurut pengakuan Kadistrik, setelah dua minggu pelaku bertemu dengannya, pelaku pada Rabu pagi melakukan pemalangan karena bisa jadi sekolah belum memenuhi apa yang diminta pelaku.

"Mungkin pelaku merasa bahwa belum ada realisasi sehingga dia lakukan pemalangan itu supaya ada perhatian. Dia bukan penjaga sekolah. Dulu waktu sekolah itu masih punya distrik, sempat mereka pakai dia karena tinggalnya di sebelah sekolah. Jadi ibaratnya tolong bantu jaga," ungkapnya.

Sebelum kepala sekolah yang menjabat saat ini bertugas, dua kepala sekolah sebelumnya telah membayar apa yang diminta pelaku. Hal ini disampaikan kadistrik ketika berbicara dengan kepala sekolah saat ini.

"Beliau bilang dua kepala sekolah sebelumnya sudah kasih tapi pelaku ini selalu bilangnya belum. Sehingga saya arahkan mereka ke kanto polisi waktu itu untuk membuat pernyataan," jelasnya.

Namun hingga saat ini, sepertinya belum ada pertemuan bersama yang mempertemukan pelaku, pihak sekolah dan kepolisian.

"Tadi pagi saya sudah komunikasi dengan polisi dan mereka sudah di TKP dan palangnya sudah dibuka. Tadi pagi saya mau kembali ke Kokonao tapi karena ada urusan lain sehingga besok pagi baru saya kembali untuk fasilitasi mereka agar bertemu secara kekeluargaan di polsek nanti," ungkapnya. (Ronald)

Top