Hukum & Kriminal

Merasa Dilecehkan Pria Buta, IRT Didampingi Suami Lapor Polisi

Ilustrasi pelecehan seksual (Foto : Goggle)

MIMIKA, BM

Seorang ibu rumah tangga berinisial NI warga Kebun Siri jalur dua terpaksa melaporkan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang pria buta di Kantor Polsek Mimika Baru, Senin (7/3) siang.

Pria buta itu diketahui merupakan saudara sepupu dari suami NI dan tadi malam, NI menyampaikan hal tersebut kepada suaminya.

"Sebenarnya saya sama suami berupaya untuk selesaikan secara kekeluargaan walau saya adalah korban. Harapannya, pelaku meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun pelaku tidak mau meminta maaf dan bersih keras bahwa ia tidak bersalah bahkan menuduh balik bahwa saya yang merayu dia,” tutur NI dengan didampingi suaminya saat berada di Kantor Polsek Mimika Baru.

Terang NI, kejadian yang dialaminya selain pada (6/3) kemarin juga pernah terjadi pada bulan lalu. Karena hal tersebut, ia dan suaminya sepakat lapor ke polisi.

"Tanggal 6 Maret itu pelaku dalam kondisi tidak memakai celana masuk ke kostnya dan langsung memeluk serta merabah-rabah tubuhnya, dia (pelaku) larang jangan teriak dengan alasan takut orang dengar. Kalau bulan lalu itu saya sedang berada di depan teras kos dan pelaku langsung datang peluk dan mencium dari belakang,"terangnya.

Korban dan suaminya menduga kemungkinan besar kedua mata pelaku sebenarnya bisa melihat. Hal itu dicurigai, karena pelaku tahu pintu masuk, tahu posisi korban dan tahu setiap warna daster yang dikenakan korban.

“Buktinya dia tahu saya pakai daster warna apa. Dia juga tahu saya posisi duduk atau berdiri di mana. Saat saya pindahkan motor juga dia langsung datang dekati saya,” ujar NI. (Ignas)

Tiba di Timika, Delapan Jenazah Masih Divisum dan Diidentifikasi di RSUD Mimika


Proses visum dan identifikasi sedang dilakukan di RSUD, keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit

MIMIKA, BM

Proses evakuasi terhadap delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang sempat tertunda Minggu (kemarin-red) akhirnya berhasil dilakukan dan kini telah tiba di Timika, Senin (7/3) siang.

Kedelapan korban saat ini berada di RSUD Mimika guna dilakukan visum dan identivikasi oleh tim medis.

Dijelaskan Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Muhamad Firman, proses evakusi dari lokasi kejadian hingga tiba di Timika berjalan aman tanpa adanya gangguan baik cuaca maupun gangguan situasi lainnya.

"Proses evakuasinya berjalan lancar, tidak ada gangguan baik cuaca maupun gangguan situasi disana. Delapan jenazah ini digeser ke Sugapa terlebih dahulu kemudian di geser ke Timika," jelasnya saat ditemui usai melakukan evakuasi terhadap delapan korban di Bandara Baru Mozes Kilangin.

Sebelum dievakuasi ke Timika, tim evakuasi bergerak dari Timika menuju lokasi kejadian Senin (7/3) pagi sekitar pukul 07.00 wit menggunakan empat heli, yakni tiga heli sipil dan satu heli penerbad.

"Untuk hasil visum lebih jelasnya nanti kami akan coba jelaskan bersama dengan dokter yang melakukan visum. Kondisi jenazahnya juga kita belum ketahui. Rencananya akan disemayamkan di 32, tapi nanti selesai diidentivikasi oleh tim medis baru kita putuskan lebib lanjut,"kata Firman.

Adapun delapan jenazah yang berhasil dievakuasi ke RSUD Mimika, diantaranya Bona Simanulang, Bili Gadi Balien, Renal Tagase, Bebi Tabuni, Jamaludin, Eko Satiansyah, Syahril Nurdiansyah dan Ibo.

Kejadian yang mengakibatkan delapan orang tewas dan satu selamat akibat ulah keji KKB ini terjadi pada saat para karyawan tertidur setelah selesai melakukan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat , Kabupaten Puncak pada Rabu 2 Maret 2022. (Ignas)

Besok, Tim ke Beoga Evakuasi dan Usut Kasus 8 Karyawan yang Diinfokan Tewas Ditembak KKB

Ka Ops Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Muhamad Firman saat memberikan keterangan kepada pers di Timika

MIMIKA, BM

TNI Polri telah membentuk tim menuju ke tempat kejadian perkara kasus tewasnya 8 karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) di Beoga, Kabupaten Puncak yang diinfokan ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (2/3).

"Besok kami akan coba ke atas (Beoga) untuk mengecek lokasi dan lakukan penyisiran," unar Ka Ops Satgas Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Muhamad Firman, S.IK, M.Si kepada wartawan di Polres Mile 32, Jumat (4/3).

Firman mengatakan, Informasi terakhir menyebutkan bahwa 1 karyawan selamat dari insiden tersebut.

Hal ini didasari pada komunikasi yang dilakukan oleh karyawan tersebut yang meminta untuk diselamatkan.

"Besok kita upayakan naik untuk melakukan penyelamatan terhadap 1 orang ini. Kita belum tahu kondisi terakhirnya bagaimana. Namun, untuk yang 8 itu kita masih harus pastikan lagi apakah meninggal atau selamat karena sejauh ini kita tidak bisa lakukan komunikasi lebih lanjut," jelasnya.

Menurut Firman, situasi terkait kondisi di tempat kejadian sejauh ini hanya terkomfimasi melalui komunikasi yang dilakukan oleh 1 karyawan yang meminta bantuan. Saat itu, iapun terlihat begitu gugup dan trauma.

"Itu kalau perkiraan saya, tapi yang jelas 1 masih selamat. Untuk kasusnya juga kita masih dalami," tuturnya.

Untuk posko evakuasi terhadap kemungkinan 8 korban tersebut telah disiapkan di Timika sementara posko lajunya di Sugapa. Hal ini untuk memudahkan proses transportasi dan evakuasi.

"Kita lihat cuaca juga besok, kita perkirakan mulai besok jam 7 pagi," ujarnya.

Sementara untuk operasi penyelamatan ini akan menggunakan pasukan terbaik dari Beoga dan Timika. Mereka akan dipilih untuk operasi tersebut.

"Pertama yang kita lakukab adalah fokus pada evakuasi penyelamatan dulu bagi yang selamat. Kita juga harus pastikan yang delapan orang ini apakah sudah meninggal atau belum? kita harus tiba baru bisa tahu pasti. Informasinya memang sudah meninggal, tapi kita tidak bisa pastikan tanpa melihat langsung," ujarnya.

Ditambahkan Firman, pihak Polda Papua melalui Kapolda Irjen Pol Matius Fakiri, saat ini sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Puncak Wilem Wandik.

Dari komunikasi tersebut, aparat keamanan dibantu warga telah melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban.

"Dari masyarakat sana sekarang sedang menyisir di lokasi untuk mencari korban itu,” katanya.

Firman juga menyayangkan, mengapa pengerjaan tower ini dilakukan tanpa melibatkan dukungan aparat keamanan.

Terkait rencana evakuasi besok, diakui Firman sangat terkendala medan yang sulit untuk ditempuh melalui jalur darat.

Oleh sebab itu, diharapkan dengan sekali mobilisasi, misi evakuasi dapat terlaksana dengan sukses.

"Untuk kronologis secara langsung, kami belum bisa berikan secara detil karena belum bisa komunikasi dengan satu orang yang selamat itu,” jelasnya.

Diharapkan, korban selamat berinisial NS dapat dievakuasi terlebih dahulu agar dapat memberikan keterangan pasti terkait kejadian tersebut.

Sementara situasi terakhir di TKP, dijelaskan Firman bahwa area di sekitar TKP relatif terkendali. 126 prajurit TNI dan 64 anggota Polri di Distrik Beoga telah dikerahkan.

Hingga saat ini, pelaku dugaan penyerangan sembilan pekerja Palaparing Timur di Beoga itu masih dalam penyelidikan.

"Kami masih lakukan penyilidikan untuk pelakunya,” ungkapnya. (Shanty)

Top