Hukum & Kriminal

BNN Musnahkan Sabu-Sabu Milik Dua Tersangka yang Didatangkan Dari Makassar

Pemusnahan sabu dilakukan di Kantor BNNK Mimika, Rabu (23/3)

MIMIKA, BM

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika akhirnya musnahkan narkotika jenis sabu-sabu dari tangan dua tersangka yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Pemusnahan yang berlangsung di Kantor BNNK Jalan Cenderawasih sebanyak 33 sasak dari 37 sasak yang diamankan pada saat penangkapan terhadap dua tersangka berinisial AW dan IW.

Sisa 4 empat sasak lainnya untuk kepentingan pengadilan dan kepentingan laboratorium.

Pemusnahan dilakukan dengan cara bubuk sabu-sabu dilarutkan ke dalam air mendidih dan selanjutnya dibuang.

Proses ini dipimpin oleh Kepala BNN Mimika, Kompol Mursaling, disaksikan Kepala Kejaksaaan Negeri Mimika, Sutrisno Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Mansur.

Sebelum dimusnahkan, Kompol Mursaling menjelaskan kronologis penangkapan terhadap dua tersangka ini.

Tersangka AW ditangkap berdasarkan hasil pengembangan setelah tanggal 10 maret lalu terlebih dahulu ditangkap salah satu pengedar lainnya berinisial IW.

Saat penangkapan IW ditemukan barang bukti sebanyak 4 paket sabu-sabu yang disembunyikan di dalam bungkus rokok dan disimpan dalam kantong celana.

Usai penangkapan IW, ditemukan adanya info baru bahwa ada juga pengedar lainnya yaitu AW yang akan ke Timika.

Setelah tiba, selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap AW dan ditemukan barang bukti puluhan paket sabu di bawa kompor gas dan di bawa galian tanah depan kosnya.

"Dari pengembangan ternyata barang bukti dari tersangka IW dan AW berasal dari Makassar,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam 4 tahun penjara yang dimaksud dalam pasal 127 ayat 1 UU Narkotika.

Terkait dengan kepemilikan atau bandar dari kedua tersangka, kata Mursaling pihaknya sudah mengantongi identitas dan sudah ditetapkan sebagai DPO.

"Ini berdasarkan keterangan dari kedua tersangka yang mengaku bahwa mereka mendapatkan pasokan dari bandar MS alias Dona yang berada di Makassar ,"katanya.

Untuk segera dilakukan penangkapan terhadap DPO, disampaikan Mursaling saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama BNN Provinsi yang kemudian akan diteruskan ke beberapa BNN di wilayah lainnya.

"Mudah-mudahan sesegera mungkin ditangkap, karena kita telusuri keberadaannya terakhir di Bandung," ungkapnya.

Ditambahkan juga bahwa, BNNK Mimika bersama Satresnarkoba Polres Mimika selalu mengimbau kepada semua jasa pengiriman barang yang ada di Timika agar bisa mensortir seluruh jenis barang kiriman yang diterima.

"Ini dilakukan guna menekan angka peredaran narkoba di Mimika. Jadi bukan hanya dengan pihak jasa pengiriman barang saja tapi kami juga bersama-sama melakukan koordinasi bersama pihak bandara dan pelabuhan,"ujar Mursaling. (Ignas)

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiyaan Seorang Sopir Taxi

Kapolsek Mimika Baru, AKP Oscar F Rahadian

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika kini sudah mengantongi identitas pelaku penganiayaan terhadap seorang sopir taxi dengan menggunakan benda tajam pada Minggu (20/3) malam sekitar pukul 24.00 wit di Jalan Singaraja.

"Identitas pelaku sudah kita kantongi dan tim masih lakukan pengejaran,"kata Kapolsek Mimika Baru, AKP Oscar F Rahadian kepada wartawan, Senin (21/3).

Kata Oscar, informasi penganiyaan terhadap korban berinisial RRL ini pertama kali diperoleh dari masyarakat, bahwa ada satu warga terkena sabetan benda tajam.

"Saat kita respon TKP ditemukan korban dalam keadaan berdarah dan langsung dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis, karena mengalami luka di kepala dan lengan kanan. Sudah dilakukan penanganan medis berupa dijahit, dan kondisi korban sudah sadar dan sudah kembali ke rumah,"katanya.

Sementara untuk motifnya, menurut Kapolsek Rahadian masih dilakukan pendalaman.

"Kita masih dalami, yang jelas kronologisnya saat itu korban bersama temannya hendak membeli makan. Pada saat mereka melintas dilihat oleh pelaku, kemudian dikejar. Teman korban melarikan diri, sementara korban saat itu tertinggal dan ditebas dengan benda tajam,"ujar Oscar.

Untuk kasus ini, lanjut Kapolsek, pihak keluarga korban sudah membuat laporan polisi. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi termasuk pemilik tempat acara, yang mana dekat lokasi kejadian itu ada acara ulang tahun.

"Keluarga sudah buat laporan polisi dan kita sedang dalami kasus ini," kata Oscar. (Ignas)

Berani Ko Timbun Minyak Goreng di Timika, Ko Berurusan Dengan Polisi

Polisi saat melakukan monitoring di sejumlah toko di Timika

MIMIKA, BM

Polres Mimika telah mengambil langkah tegas dengan melakukan pengawasan ketat di sejumlah toko guna mencegah adanya upaya penimbunan minyak goreng yang berdampak pada masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Mimia, Iptu Berthu Harydika Eka Anwar, mengatakan apa yang dilakukan Polres Mimika mendasari adanya instruksi Kepolisian Republik Indonesia.

"Kami diperintahkan oleh Kapolres Mimika melalui Unit Indaksi Satreskrim Polres Mimika sudah melaksanakan kegiatan monitoring ini. Baik di tempat penjualan minyak goreng, gudang termasuk minyak goreng yang beredar di masyarakat," ungkapnya pada Senin (21/3) kemarin.

Untuk pendataan, kata Eka sudah dilakukan  di beberapa tempat usaha, antara lain Toko Cahaya Wira, Distributor Maried Utama, Distributor IJS, CV Budikari, CV Buana Mandiri Sejahtera, Karunia Abadi, Kurnawarmas, Senja Indah dan masih banyak yang lain.

"Jadi kita melakukan pendataan itu bukan toko saja, tapi juga data pemilik toko, nomor HP, serta jenis minyak goreng yang diperjualbelikan," ujarnya.

Dari hasip monitoring, didapati bahwa di Timika belum terjadi kelangkaan minyak goreng. Bahkan untuk harga minyak goreng juga masih standar.

"Jadi monitoring di lapangan sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan, dan untuk peredaran minyak goreng di Timika dipastikan aman,"ungkap Eka.

Ditambahkan juga bahwa untuk stok minyak goreng di Timika saat ini masih cukup untuk satu bulan ke depan.

Menurutnya, sesuai regulasi baru dari kementrian perdagangan khusus warung atau UMKM kecil hanya bisa membeli minyak goreng sebanyak 20 karton.

"Kita akan tetap melakukan pengawasan serta mengantisipasi pembelian secara banyak ke Timika sehingga jangan sampai kelangkaan minyak goreng terjadi di tempat lain seperti di Surabaya," ungkap Eka. (Ignas)

Top