Politik & Pemerintahan

Pemkab Mimika dan YPMAK Siapkan PKS, Sinkronisasi Program Pendidikan dan Kesehatan

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka dan Pembina YPMAK perwakilan Pemkab Mimika, Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) segera menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk bidang pendidikan dan kesehatan yang akan dimulai di tahun 2027 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pembina YPMAK perwakilan Pemkab Mimika, Emanuel Kemong, usai mengikuti proses koreksi draf PKS.

Pembahasan berlangsung di Ruang Rapat YPMAK pada, Kamis (8/10/2026).

Emanuel menyampaikan, bahwa draf PKS tersebut saat ini sudah dikirimkan ke pihak YPMAK untuk dikoreksi, diperbaiki, atau ditambahkan hal-hal tertentu.

Menurutnya, dari berbagai bidang yang ada, sektor pendidikan dan kesehatan dipastikan menjadi prioritas utama yang siap ditandatangani dalam waktu dekat.

"Yang sudah oke itu adalah pendidikan dan kesehatan, karena nanti kalau ekonomi ini rumpunnya banyak sekali, jadi harus kita pisahkan dulu relevansinya dan kerja samanya apa," Kata Wabup Emanuel.

Ia mengatakan, pemisahan sektor ekonomi dilakukan karena banyaknya dinas teknis yang menangani program terkait, mulai dari ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, koperasi dan UMKM, hingga Disperindag.

“Oleh karena itu, kerja sama di bidang ekonomi nanti akan dibahas dan disusulkan kemudian,”ujarnya.

Emanuel menjelaskan, setelah penandatanganan PKS dalam waktu dekat ini, ruang lingkup kerja sama yang disepakati akan dirumuskan secara teknis. Pelaksanaan program hasil kerja sama tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027.

"Kemungkinan besar ini akan terjadi di 2027, sehingga nanti penyusunan anggaran di APBD 2027 akan disesuaikan dengan ruang lingkup kerja sama apa yang kita mau lakukan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka mengatakan, proses pembahasan PKS ini dilakukan secara terperinci oleh masing-masing divisi di YPMAK dengan instansi pemerintah terkait.

“MoU ini sudah kita lakukan dan sekarang kita sedang melakukan proses penyusunan dan pemeriksaan PKS masing-masing,” katanya.

Pembahasan PKS bidang pendidikan antara Dinas Pendidikan dan Divisi Pendidikan YPMAK untuk menyelaraskan berbagai program agar tidak terjadi tumpang tindih, termasuk penataan kebijakan beasiswa serta bantuan pendidikan yang selama ini juga disalurkan oleh pemerintah daerah.

Sementara pada bidang kesehatan, membahas pembagian tugas dan penanganan wilayah pelayanan kesehatan, mengingat pemerintah telah membangun banyak puskesmas pembantu (Pustu) dan klinik, sementara YPMAK juga memiliki mitra pengelola Kampung Sehat di wilayah-wilayah tertentu.

Untuk ekonomi, kata Leonardo, Divisi terkait dikoordinasikan secara terpisah dengan instansi pemerintah yang membidangi sektor ekonomi, seperti perikanan dan pertanian, mengingat luasnya cakupan bidang tersebut.

“Kalau ekonomi kan terlalu luas, sehingga Divisi Ekonomi kita, dia akan berkoordinasi dengan pemerintah yang menangani bidang-bidang ekonomi, misalnya perikanan, kemudian pertanian, dan lain-lain,” ujar Leo.

Penyusunan PKS ini ditargetkan rampung sebelum bulan Desember mendatang.

“Dengan diselesaikannya PKS tersebut, pelaksanaan program kerja YPMAK diharapkan bisa lebih terarah dan efektif pada akhir tahun ini serta memasuki tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Dispora Bidik Pelajar Mimika Jadi Pemimpin Muda Adaptif dan Inovatif

Suasana para pelajar mengikuti kegiatan sosialisasi

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus berupaya memperkuat kapasitas generasi muda. Salah satu langkah strategis yang baru saja dilaksanakan adalah sosialisasi sinergi pelajar Mimika kapasitas pemimpin muda yang adaptif dan inovatif.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Kangguru, Kamis (8/10/2026) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau serta dihadiri pelajar SMA/SMK dari berbagai sekolah di Timika.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau dalam sambutannya menyampaikan, pemuda merupakan aset bangsa sekaligus generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah dan masa depan bangsa.

Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan arah sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, kecerdasan, kepemimpinan.

Oleh karena itu, pembangunan kepemudaan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, maupun seluruh elemen masyarakat.

"Kita menyadari bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, serta dinamika kehidupan masyarakat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, membangun kerja sama, serta mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab," kata Fransiskus.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, kata Fransiskus, pemuda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus dibekali dengan karakter yang kuat, kedisiplinan, semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain.

Ia berharap para peserta dapat memahami pentingnya kepemimpinan sejak dini, membangun kesadaran akan tanggung jawab sebagai pelajar dan generasi penerus, serta mampu menjadi pribadi yang membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

"Saya berharap melalui sosialisasi sinergi pelajar ini, akan tumbuh generasi muda Mimika yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai persatuan, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,"ujarnya.

Fransiskus berpesan, jadilah generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi mampu mengambil bagian dan menjadi pelaku perubahan bagi Kabupaten Mimika.

"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar menghasilkan pemahaman, komitmen, serta langkah nyata dalam memperkuat kepemimpinan dan sinergi pelajar di Kabupaten Mimika," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan Dispora Mimika, David Kanangopme menyampaikan, tujuan kegiatan yakni membekali pelajar SMA/SMK se-Mimika dengan wawasan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kerja sama, serta pengambilan keputusan.

“Kegiatan ini kami harapkan melahirkan pemimpin muda Mimika yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai persatuan, menghargai keberagaman, serta menjadi teladan di masyarakat,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Wabup Mimika Dorong Pelayanan Pajak Lebih Dekat, Cepat, dan Mudah bagi Warga

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong saat memberilan sambutan pada Gebyar Sadar Pajak

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus meningkatkan pelayanan pajak yang lebih dekat, cepat dan mudah bagi warga.

Upaya ini harus terus dilakukan guna membantu masyarakat agar mendapatkan penjelasan yang dapat dipahami seputar pajak dan aturan baru.

"Jadi, ketika wajib pajak datang, dilayani dan diberikan penjelasan supaya mereka memahami dan dapat terhindar dari masalah yang tidak diinginkan," kata Wabup Kemong.

Ia mencontohkan perubahan-perubahan nilai perpajakan atau objek pajak kadang kala menjadi pertanyaan. Kenapa tahun kemarin sekian dan kenapa tahun ini berubah? Oleh sebab itu, dibutuhkan penjelasan. Jika wajib pajak mengerti, maka wajib pajak akan melaksanakan kewajibannya.

Wabup Kemong juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam membayar pajak. Hal tersebut terlihat dalam Gebyar Sadar Pajak yang telah dilaksanakan.

"Saya ucapkan selamat kepada wajib pajak yang telah menang dan semoga hadiah yang diterima memberikan manfaat dan menjadi motivasi untuk terus menjadi wajib pajak yang taat," ujarnya.

Menurutnya, penghargaan terbesar bukanlah hadiah yang diterima, melainkan masyarakat mampu menjadi bagian dari pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak daerah tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan.

"Saya berharap Gebyar Sadar Pajak Daerah Tahun 2026 ini akan memperkuat sinergi meningkatkan kepatuhan, membangun kepercayaan, dan mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang semakin baik, transparan, dan akuntabel," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top