Politik & Pemerintahan

Edukasi Pajak, Bapenda Datangi Mimika Timur

Foto bersama usai sosialisasi

MIMIKA, BM

Setelah tahun sebelumnya di Mimika Barat dan Mimika Tengah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika di tahun ini kembali menggelar sosialisasi pajak dan retribusi daerah di Distrik Mimika Timur, Rabu (3/9/2025).

Sosialisasi ini menyasar kepala distrik dan pegawai, aparat kampung, ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh adat dan juga Kapolsek dan Danramil yang dilakukan di kantor Distrik Mimika Timur.

Kapela Bapenda Dwi Cholifah mengatakan. kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi guna menyadarkan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak.

Sosialisasi ini menurut Dwi Cholifah lebih berkaitan dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Penting dilakukan sosialisasi disini karena wilayah Mimika Timur tengah telah dipetakan untuk PBB dan penentuan nilai jual objek pajak guna mendukung pengembangan kawasan termasuk dengan pembangunan pelabuhan,” ungkapnya.

Sosialisasi Bapenda ini juga merupakan bagian dari mendukung program strategis bupati dan wakil bupati yakni pembangunan dari kampung ke kota.

“Ini juga bagian dari mendukung langsung visi dan misi bupati dan wakil bupati dalam membangun Mimika. Dimana tidak hanya berfokus pada pembangunan namun juga tugas kita adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pajak daerah dan regulasi yang terkait dengannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, memberikan apresiasi kepada Bapenda terkait sosialisasi ini.

Menurutnya sosialisasi ini penting dilakukan kepada mereka yang diundang karena mereka dapat menyampaikan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari perpanjangan tangan pemerintah daerah

“Harapan kita wajib pajak di Mimika Timur yang selama ini tidak membayar pajak agar melakukan tanggungjawab mereka. Semoga sosialisasi ini mampu menyadarkan wajib pajak untuk taat dan memahami pentingnya membayar pajak untuk pembangunan daerah,” harapnya. (Red)

Gedung Baru Bapenda Mimika Hampir Selesai, Menunggu Uji Kondisioning Listrik

Gedung Baru Bapenda Mimika

MIMIKA, BM

Gedung baru Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika dalam waktu dekat sudah akan digunakan.

Penggunaan gedung tersebut sedikit tertunda karena masih akan dilakukan proses uji kondisioning instalasi listrik oleh PLN.

Menurut Kepala Bapenda Dwi Cholifah sebagian besar pembangunan sudah selesai hanya saja ada dua pekerjaan utama yang belum terselesaikan yakni instalasi listrik dan pengaspalan di halaman gedung baru.

“Minggu depan akan dilakukan uji coba oleh PLN. Kita harus akui finishingnya agak sedikit terlambat karena seharusnya sudah selesai terutama instalasi listriknya itu pada Desember (2024),” ungkapnya.

Dwi mengatakan setelah uji kelistrikan dilakukan maka secara bertahap mereka mulai melakukan pemindahan barang ke gedung baru.

“Kita dahulukan pemindahan server pelayanan karena Ini berhubungan langsung dengan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pekerjaan pembangunan gedung ini dilakukan dalam tiga fase. Pembangunan dimulai pada 2022 - 2023 dimana tahap pertama sebesar Rp 58 miliar, tahap kedua Rp 8 miliar dan tahap ketiga Rp 17 miliar. (Ronald Renwarin)

Pengurus PKK Mimika Dibekali Etika dan Leadership Berorganisasi Oleh Meyrinda Tobing

Pengurus PKK Mimika foto bersama Public Speaker Meyrinda Tobing

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika gelar pelatihan Public Speaking yang dilaksanakan Minggu (14/12/2025) di Grand Tembaga Hotel.

Pelatihan yang diikuti oleh para pengurus PKK Mimika ini menghadirkan nara sumber Meyrinda Tobing dengan membawakan materi terkait etika dan leadership berorganisasi.

Dalam pemaparannya, Meyrinda mengatakan ketika branding sudah baik dan melekat maka akan mudah dikenali.

“Termasuk ibu-ibu yang ada disini adalah brand ambassador PKK Mimika. Dari apa yang terlihat, dari bagaimana berucap, bersikap, cara berjalan, cara duduk semuanya,” katanya.

Menurutnya, membangun organisasi yang solid dimulai dari pemahaman tentang etika dan kepemimpinan yang baik.

“Dalam konteks organisasi seperti PKK, setiap anggota memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang saling menghargai dan produktif,” ucapnya.

Etika berorganisasi bukan sekedar aturan formal, melainkan fondasi yang membuat setiap interaksi menjadi bermakna dan konstruktif.

Ia mengambil contoh tentang balapan mobil dimana dalam sebuah tim ada yang menangani dongkrak, melepas ban, melihat waktu karena hanya diperlukan beberapa detik menyiapkan mobil untuk balapan.

“Apa hubungannya dengan PKK? Kita harus tanggung jawab dengan tupoksi masing-masing dan tidak perlu improvisasi kalau justru bikin kacau. Kerjasama, tanggung jawab dan kekompakan,” ungkapnya.

Jadi, didalam PKK dikatakan harus memiliki visi yang sama agar program yang dijalankan bisa maju, dikenal dan branding.

Adapun tiga prinsip inti yang harus ditekankan dalam berorganisasi yakni etika sikap, etika berbicara dan etika bertindak.

Meyrinda mencontohkan etika sikap yakni sikap harus menghormati siapa yang saat ini menjadi atasan atau pimpinan di dalam organisasi.

“Meskipun biasanya pemimpin tidak melulu tentang jabatan. Banyak juga mereka yang tidak punya jabatan tapi secara natural memiliki leadership dan menjadi pemimpin. Bagaimana kita bisa menjalankan tim kalau kita tidak menghormati,” ujarnya.

Sementara untuk etika berbicara harus dapat menempatkan saat berbicara dengan orang yang level tinggi, sesama level dan di bawah level.

“Semua itu membutuhkan satu hal yakni frekuensi atau kesamaan baik dalam intonasi atau kecepatan berbicara,” imbuhnya.

Dalam etika bertindak berarti harus sesuai antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

“Prinsip-prinsip dasarnya adalah setiap dari kita punya tugas masing-masing. Tidak ada yang lebih penting, tidak ada yang paling superior, semuanya penting. Jadi, kita harus menghormati, semua punya kontribusi,” tandasnya.

Meyrinda menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan dalam etika berorganisasi yakni dengarkan sampai selesai sebelum menanggapi, gunakan bahasa yang membangun dan menginspirasi, hargai struktur dan hierarki organisasi serta sampaikan kritik secara konstruktif.

“Leadership adalah pengaruh bukan jabatan. Di organisasi, pemimpin bukan hanya yang duduk di depan tetapi siapa pun yang sikap dan ucapannya memberi arah bagi yang lain,” tuturnya.

Adapun tiga pilar leadership yakni leadership diri, leadership komunikasi dan leadership keteladanan.

Lanjutnya, jabatan mungkin memberikan otoritas tetapi leadership sejati datang dari kemampuan untuk menginspirasi dan menggerakkan orang lain.

“Mengapa leadership penting agar program berjalan konsisten, anggota merasa dihargai, konflik diselesaikan dengan baik dan organisasi dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, pengurus PKK Mimika yang merupakan anggota Pokja I Ny. Maria Kiloona merasa senang dengan pelatihan Public Speaking ini karena dapat menambah wawasan dan gambaran akan etika berorganisasi dan leadership.

“Ini pengalaman yang menyenangkan dapat ilmu dari nara sumber yang berpengalaman. Semoga apa yang dipaparkan dapat diterapkan agar PKK Mimika semakin baik kedepannya,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Top