Hukum & Kriminal

Gunakan Motor, Barusan Pencuri Copet 2 HP Milik 2 Anak Kecil

Ilustrasi hanphone anak diambil (Foto Google)

MIMIKA, BM

Kejadian ini harusnya menjadi catatan bagi semua orang tua agar lebih mawas dalam menjaga anak-anak mereka.

Saat malam tiba, mereka seharusnya tidak lagi berada di luar rumah, apalagi masih bermain bersama teman-teman.

Perlu diketahui, baru saja terjadi pencurian handphone (HP) terhadap 2 anak yang sedang bermain handphone mereka di depan salah satu kios.

Kejadian ini terjadi di Budi Utomo Ujung, Selasa (25/5) sekitar satu jam lalu. Saat itu kedua anak yang masih dibawah umur ini sedang bermain hape di salah satu kios.

Tidak lama berselang, lewat dua orang yang tidak dilenal menggunakan motor kemudian salah satu diantaranya turun dan merampas handphone kedua anak itu dan langsung melarikan diri.

Pemilik kios dan keluarganya sedang berada di dalam kios sehingga tidak mengetahui kejadian tersebut. Mereka mengetahui adanya kejadian itu ketika dua anak ini berteriak ada pencuri.

"Sa di dalam, dong dua di luar tiba-tiba berteriak ada pencuri. Kami kaget lalu keluar. Sa dan bapa langsung kejar motor itu tapi mereka balap jadi tidak dapat. Kami juga bateriak (berteriak-red) ada pencuri tapi terlambat karena di sini sepi," ujar Maro, anak pemilik kios kepada BeritaMimika.

Maro mengatakan kedua anak yang tidak berbeda jauh dengan usianya itu menangis setelah tersadar bahwa handphone keduanya telah raib di bawa maling. Menurut Maro, keduanya takut hal ini diketahui orangtua mereka.

"Waktu ambil HP, pencuri itu sempat pukul satu anak di muka lalu ambil HP mereka dan bawa kabur. Mereka dua sudah ke dalam untuk lapor dong pu orangtua jadi tadi ada satu motor bonceng tiga orang termasuk anak itu lagi ikut ke arah pencuri tadi kabur," ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi apakah kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi atau tidak karena motor yang tadi keluar mencari pelaku belum kembali. (Ronald

Tidak Menaati Himbauan, Dua Penjual Miras Terpaksa Diamankan Polisi

Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Robert Tamaela

MIMIKA, BM

Dua penjual minuman keras terpaksa diamankan pihak kepolisian karena dinilai tidak menaati himbauan terkait penutupan sementara toko-toko yang menjual minuman keras.

"Dua orang ini kita amankan di dua tempat yang berbeda, satunya dekat kantor pelayanan Polres Mimika dan satunya di Bougenville,"kata Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Robert Tamaela seusai melakukan patroli, Selasa (25/5).

Menurut Wakapolsek, himbauan untuk penutupan sementara toko-toko yang menjual minuman keras berdasarkan atensi pimpinan dalam mengambil langkah-langkah untuk kamtibmas bagi wilayah hukum di Mimika.

"Mengingat situasi beberapa hari ini dimana masyarakat yang datang melayat sejak kedatangan almarhum Wagub Klemen Tinal hingga proses pemakaman sudah selesai tapi ada yang dalam selalu keadaan kurang bagus alias mabuk," ungkap Wakapolsek.

Dikatakan, diamankan dua penjual ini sebagai contoh bagi penjual miras lainnya jika tidak mematuhi himbauan tersebut.

"Selain tempat-tempat atau toko-toko yang menjual miras,anggota kita juga sedang melakukan penyelidikan tempat-tempat yang menjual miras lokal seperti di Gorong-gorong dan SP1.Jika dapat maka kita langsung bergerak untuk amankan,"kata Wakapolsek.(Ignas

Kasus Penikaman Bermotif Cemburu di SP6 Diselesaikan Secara Kekeluargaan Karena Hal Ini

Anggota Polsek Kuala Kencana saat berkoordinasi dengan keluarga korban di SP6

MIMIKA, BM

Kasus penikaman seorang wanita yang dilakukan terhadap seorang wanita lainnya di SP6, Kamis (18/5) yang diduga selingkuhan suaminya, berujung damai.

Masalah ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum karena pelaku dan korban masih memiliki ikatan kekeluargaan. Selain itu korban juga tidak meninggal dunia.

"Mereka akan selesaikan secara keluarga. Pihak korban sendiri yang menyampaikan bahwa masalah ini tidak akan dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polsek Kuala Kencana karena pelaku dan korban masih keluarga dekat,"ungkap Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y. Sera Ayatanoi.

Kapolsek mengatakan bahwa informasi korban meninggal dunia itu tidak benar. Dikatakan, usai melakukan penikaman, pelaku langsung melapor perbuatannya dan menyerahkan diri.

Ia mengatakan, paska kejadian, Kanit Reskrim beserta anggota mengecek korban di RSMM namun korban sudah kembali ke rumah.

"Habis dari RSMM, anggota langsung mengecek korban dan berkoordinasi dengan keluarga di SP 6 jalur 6, namun sampai disana info dari keluarga bahwa korban ada kembali lagi ke RSMM karena mengalami infeksi dan akan dilakukan operasi,"kata Sera.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penikaman yang dilakukan oleh MK dengan sebilah pisau dapur di pundak korban ini terjadi di SP 6 jalur 6 Selasa (18/5) sekitar pukul 21.00 wit.

Kejadian ini dilatarbelakangi perasaan cemburu dan sakit hati MK terhadap suaminya yang ketahuan berselingkuh dengan korban.

"Saya cemburu dan saya kesal karena suami saya ini sudah dua bulan setelah cairkan uang Rp50 juta tidak pulang rumah, dan uang itu juga saya tidak dapat sama sekali. Saya tikam dia di bagian belakang badan saat kedapatan dia (korban) lagi duduk dengan suami saya," katanya kepada wartawan BM saat dimintai keterangan.

Dirinya terpaksa menyerahkan diri ke Polsek Mimika Baru karena mendapatkan informasi bahwa korban meninggal dunia dan keluarga korban sedang mencarinya.

"Katanya seperti begitu dan saya juga belum tahu pasti itu benar atau tidak, jadi lebih baik saya serahkan diri dengan barang bukti,"ungkapnya sambil menaruh sebilah pisau yang sudah dibungkus dengan kain dan kertas di meja.(Ignas)

Top