Hukum & Kriminal

Terhempas Dari Pelukan Pamannya Di Helikopter, Piliter Bocah 2,5 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Tim Sar saat melakukan persiapan untuk mengevakuasi korban menuju Timika

MIMIKA, BM

Piliter, bocah berusia 2,5 tahun yang terhempas saat kejadian crash landing Helicopter Bell 412 PK-DAR milik Derazone Air Service yang dioperasikan oleh PT. Unitrade Persada Nusantara, pada Rabu (8/6) di Jila telah ditemukan.

Namun sayangnya, Piliter ditemukan dalam keadaan tidak lagi bernyawa atau telah meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan saat melakukan operasi pencarian panjutan hari kedua pada Kamis (9/6) pukul 13.00 WIT.

Jenazahnya ditemukan di lokasi yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari lokasi jatuhnya Heli BELL PK-DAR.

Usai ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban ke Timika dan selanjutnya di bawah ke RSUD Mimika.

Selain mengevakuasi korban, tim juga berhasil mengevakuasi Black Box untuk diserahkan ke pihak KNKT demi kepentingan investigasi.

Danlanud Yohanis Kapiyau Timika, Letnan Kolonel Penerbang, Slamet Suhartono mengatakan bahwa keberhasilan dalam pencarian serta evakuasi korban dan black box ini didukung oleh cuaca yang bagus.

"Ditemukan korban ini kita peroleh informasi dari tim SAR yang melaporkan melalui hp satelit. Walaupun kondisinya sudah meninggal, tim yang dilokasi langsung melakukan perawatan jenazah untuk dievakuasi ke Timika,"katanya.

Menurut Danlanud, posisi jatuhnya heli berada di lembah diantara dua bukit dan yang terlihat hanya badan heli.

"Ekor heli kayanya patah dan posisinya hampir terbalik, ada asap juga tapi tidak terbakar. Saat hari pertama kita menuju lokasi heli itu tidak bisa kelihatan dari atas, tapi karena kita lihat ada orang di bawah, kita langsung lakukan penyelamatan,"ungkap Danlanud.

Danlanud juga memberikan apresiasi kepada Tim SAR Gabungan yang selama dua hari berhasil melakukan operasi penyelamatan, termasuk hari ini, menemukan jasad Piliter.

"Saya ucapkan terimakasih atas kerjasamanya semua sehingga pelaksanaan SAR terselesai semua, walaupun kita turut berduka cita ada seorang anak yang usia 2,5 tahun meninggal dunia atas insiden jatuhnya heli ini,"ucapnya.

Ditambahkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George Mercy L Randang, bahwa keberhasilan dalam pencarian dan evakuasi korban ini tidak luput dari kerjasama semua pihak terkait.

"Keberhasilan ini sesuai dengan breafing awal kita. Jadi dengan selesainya proses evakuasi dan penyerahan korban ke keluarga korban serta penyerahan black box, operasi SAR ini dinyatakan tutup,"katanya.

Untuk diketahui sebelum mengalami insiden crash landing karena cuaca buruk, helikopter yang disewa Pemkab Mimika sebagai puskesmas keliling udara ini tengah mengevakuasi seorang ibu yang baru melahirkan bayi kembar untuk mendapatkan penanganan medis di Mimika.

Piliter, anak berusia 2,5 tahun ini terhempas keluar dari pelukan pamannya pada saat Helikopter Bell 412 PK-DAR ini mulai mengalami gangguan sebelum crash landing.

Walau Piliter menjadi korban namun ibunya, Agustina Sunin selamat dari insiden tersebut. (Ignas)

10 Orang Berhasil Dievakuasi, 1 Orang Belum Ditemukan Akibat Insiden Crash Landing

Salah satu anggota SAR Timika hendak turun menggunakan tali untuk mengevakuasi korban

MIMIKA, BM

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 10 orang korban atas insiden crash landing yang dialami Helikopter Bell 412 PK-DAR milik Derazona Air Service yang dioperasikan PT. Unitrade Persada Nusantara, Rabu (8/6) di Jila.

Setelah berhasil dievakuasi dengan tiga heli, 10 orang yang terdiri dari crew heli, pasien dan tenaga medis ini langsung dibawah ke RSUD Mimika.

Tim SAR gabungan rencananya pada Kamis (besok) akan melanjutkan pencarian terhadap 1 anak yang diperkirakan berusia 5 hingga 7 tahun akibat terhempas dari heli.

Diketahui, helikopter yang disewa Pemkab Mimika sebagai puskesmas keliling udara ini, sebelum kejadian sedang mengevakuasi seorang ibu yang baru melahirkan bayi kembar untuk mendapatkan penanganan medis di Mimika.

Namun akibat cuaca buruk, dilakukan crash landing atau pendaratan darurat pada koordinat 20 NML dari bandara Mosez Kilangin, dan 40 NML dari Jila atau berada pada kemiringan kaki gunung yang mendekati Distrik Mimika Timur Jauh.

"Hari ini kami dari unsur SAR gabungan menggunakan 3 heli berhasil mengevakuasi 10 korban yang dinyatakan selamat setelah terjadi crash. Dan seluruh korban sudah dibawa ke RSUD," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George Mercy L Randang usai melakukan evakuasi.

Sementara 1 anak yang belum ditemukan,kata George akan dilanjutkan Kamis (besok) dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

"Kami akan melakukan pencarian disesuaikan dengan kondisi cuaca,"katanya.

Adapun 10 orang yang berhasil dievakuasi, yakni Johanes Beni, Roni Julkarnaen, Anis Mamukang, dr Rahajeng, Lukas Chandra, Theohlus Rumyaan, Muh.Febrian Sani, Agusta Sunin dan dua bayi kembar anak dari Agusta Sunin. (Ignas)

Dandim Mimika Yang Baru Merupakan Jebolan Korps Baret Merah Kopassus

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi saat memperkenalkan diri dan memberikan sambutan dalam acara Coffee morning bersama insan pers Timika

MIMIKA, BM

Sebagai pimpinan Kodim 1710/Mimika yang baru, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi mengawali tugasnya di Mimika dengan melakukan silahturahmi bersama insan pers.

Pada acara Coffee Morning yang dilakukan di Aula Koramil Kota, Rabu (8/6), Dandim Dwi Cahyadi memperkenalkan diri kepada perwakilan media cetak, online, radio dan televisi di Timika.

Acara temu sapa ini sudah seperti agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada saat pucuk pimpinan TNI, mengawali tugasnya di Mimika. Suasana pertemuan ini tampak akrab dalam nuansa kebersamaan.

Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi mengatakan, ia sengaja mengundang para awak media guna mengenal secara dekat dan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi selama ia bertugas di Mimika.

"Untuk teman itu perlu apalagi berteman dengan wartawan. Di Jakarta saya punya teman wartawan dan saat ini bertugas di Timika maka saya harus punya teman-teman wartawan disini, karena teman adalah saudara," ungkapnya.

Mantan Komandan Yonif RK 751/VJS ini juga berharap silahturahmi ini terus terjalin demi meningkatkan suasana nyaman di masyarakat.

"Saya minta rekan-rekan media yang sering bertemu di lapangan mari kita sama-sama berkolaborasi," harapnya.

Letkol Inf Dedy yang merupakan prajurit TNI berdarah Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini berpesan jalinan komunikasi yang selama ini telah terbangun harus terus ditingkatkan, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat demi kemajuan Kabupaten Mimika.

Dalam acara coffee morning ini, wartawan senior Timika, Frumensius Heatubun, menyampaikan bahwa jalinan silahturahmi antar insan pers dengan TNI dalam hal ini Kodim 1710/Mimika sudah terjalin baik sejak dulu.

"Soal silahturahmi hubungan baik kita dengan Kodim 1710 itu sudah lama terjalin. Kami pers juga berharap bersama Dandim yang baru, hal ini terus kita pupuk bersama," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada Dandim agar quick respon dalam memberikan informasi ketika diminta awak media.

"Misalkan ada oknum anggota yang melakukan pelanggaran dan perlu konfirmasi, kami mohon Dandim bisa berikan ruang publik bagi kami agar kami dapat beritakan secara akurat," harapnya.

Menanggapi hal itu, Letkol Inf Dedy juga mengatakan bahwa komunikasi semacam itu juga sangat ia inginkan sehingga pemberitaan yang disampaikan tidak hanya searah.

"Kedepannya kita akan rubah dan saya minta kalau ada hal-hal yang kurang, dalam artian jika ada oknum anggota kita yang sifatnya berbuat negatif tolong dikonfirmasi dahulu supaya kita sama-sama memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Ini karena kita harus mengecek terlebih dahulu apakah benar atau tidak," harapnya.

Sementara itu pimpinan media online BeritaMimika, Ronald Renwarin memberikan apresiasi atas apa yang disampaikan alumni Akmil 2003 ini terkait upayanya untuk selalu terbuka secara komunikasi kepada awak media.

"Kami media di Mimika, dalam pemberitaan, terbuka dengan siapapun. Selama ini kami telah membangun hubungan kerjasama yang baik dengan TNI dan Polri karena komunikasi dua arah. Kami berharap Dandim welcome dengan keberadaan kami dan terpenting, selamat datang dan selamat bertugas di negeri ini," ungkapnya.

Dalam acara ini, selain hadir seluruh insan pers yang ada di Timika, hadir pula perwira menengah baik dari Kodim 1710/Mimika maupun dari Koramil Kota. (Ignas)

Top