Relawan PON Beri Ultimatium Kepada PB PON Cluster Mimika 'Selasa Depan Wajib Tuntas'

Sekum PB PON Cluster Mimika, Cesar A Tunya bersama AKP Mathius T. Atte ketika memberikan kepastian pembayaran honor kepada para relawan di Sekretariat Bidang SDM, Jumat (5/11)
MIMIKA, BM
Puluhan relawan PON XX mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika honor yang dijanjikan akan terbayarkan paling lambat Selasa (9/11) minggu depan, tidak terealisasi.
Hal ini secara sontak disampaikan oleh kurang lebih puluhan relawan saat melakukan aksi bakar ban di Jalan Hasanudin dekat Kantor Sekretariat Bidang SDM PB PON XX Cluster Mimika, Jumat (5/11).
Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika di lapangan, aksi bakar ban ini merupakan bentuk keseriusan mereka dalam menuntut hak, pasalnya mereka tidak mau hanya diberikan janji.
Aksi bakar ban ini sempat membuat arus lalu lintas terganggu, sehingga kepolisian Mimika dibackup BKO Brimob Kalsel yang saat itu ada di lapangan langsung membubarkan para dekonstran.
Mereka kemudian diarahan untuk bertemu langsung dengan Sekretaris Umum PB PON Sub Mimika, Cesar Avianto Tunya.
Cesar Avianto Tunya saat bertemu dengan puluhan relawan PON menyampaikan bahwa honor relawan tetap akan dibayarkan paling lambat Selasa (9/12) minggu depan.
"Penyampaian ini seperti saya sampaikan pada Kamis (kemarin-red), tetap akan terbayarkan dan saya siap bertanggung jawab," kata Cesar dihadapan relawan PON XX.
Dirinya memastikan pembayaran honor akan dibayarkan paling lambat Selasa (9/11) berdasarkan informasi dari bendahara umum PB PON XX Papua.
"Saya tetap stanby di Sekretariat SDM sampai honor para relawan dibayarkan," ujarnya.
Disisi lain Cesar juga menyampaikan terimakasih kepada puluhan relawan PON yang sudah datang untuk meminta penjelasan terkait honor.
Sementara itu Kapolres Mimika melalui Kasubag Bag Ops Polres, AKP Mathius T. Atte juga membenarkan pernyataan yang menyebutkan hak-hak relawan akan dibayarkan paling lambat Selasa (9/11) mendatang.
"Ini informasi yang kami juga peroleh tadi pagi," ungkapnya.
Kata Mathius buntut dari persoalan ini juga menyebabkan pemalangan terjadi di Iwaka. Warga sempat melakukan pemblokiran jalan namun akses tersebut sudah dibuka setelah adanya pemahaman terkait hal tersebut.
Setelah mendengar penjelasan secara langsung dari Sekretaris Umum PB PON Sub Mimika, Cesar Avianto Tunya dan pihak kepolisian Mimika, puluhan relawan kemudian membubarkan diri. (Ignas)





