Hukum & Kriminal

Sedang Bongkar Kap Motor, Seorang Remaja Tertangkap Basah Pemiliknya

Tim Opsnal Polsek Miru saat mendatangi kediaman orangtua MR

MIMIKA, BM

Hendak membongkar kap motor Supra X 125 warna biru putih hasil curian, seorang remaja berinisial MR (16) tidak berkutik saat tertangkap basah oleh pemilik motor tersebut.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, Selasa (6/7) sore kepada BM mengatakan berdasarkan keterangan pemilik, motor tersebut awalnya di parkir depan rumahnya di SP4, jalur 6 pada Senin (kemarin-red).

"Pemilik mengetahui motor itu hilang sekitar pukul 21.00 wit, selanjutnya langsung mencari dan akhirnya menemukan MR sedang bongkar kap-kap motor. Dia langsung bawa MR ke polsek," ungkap Dion.

Kapolsek juga mengakui saat ini tim penyidik mengalami kendala karena belum mengedintivikasi motor tersebut.

Pasalnya pemilik motor tersebut terlebih dahulu sudah mengambil motornya dan belum kembali untuk membuat laporan polisi.

Polisi sudah mengingatkan agar pemiliknya jangan dulu mengambil motornya karena akan diambil oleh tim opsnal namun ia sudah membawanya.

"Tadi kita sampaikan agar pemilik motor kembali ke rumah ambil kelengkapan surat-surat. Tim opsnal juga sudah mendatangi rumah pemilik motor tersebut, namun pemilik motor tidak ada di rumah. Kita juga sinyalir motor tersebut apakah itu miliknya atau dicurigai bagian dari motor tidak jelas," kata Dion.

Sementara itu, menurut Dion, pelaku MR kepada polisi telah mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan.

"Dia ambil dalam posisi tidak terkunci leher, kemudian stater kaki dan langsung bawa kabur motor tersebut," ungkapnya.

Mantan Kabag Ops Polres Mimika ini juga menyayangkan perbuatan MR karena telah membohongi tim opsnal pada saat dimintai keterangan awal.

"Dia awalnya bilang orangtua kandungnya sudah meninggal dan tinggal sama omnya yang saat ini lagi mendulang. Karena merasa curiga, tim opsnal terus menginterogasi dan akhirnya mengakui kalau orangtua kandungnya tinggal di kilometer 7 SP4. Selanjutnya tim langsung menuju ke rumah untuk bertemu dengan mereka," jelas Dion. (Ignas)

Dijanjikan Urus Tiket Pesawat, Seorang Anggota DPRD Kena Tipu

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan

MIMIKA, BM

Salah seorang anggota DPRD di salah satu kabupaten di Papua berinisial ET, terkena tipu oleh seorang warga Timika berinisial RD.

ET ini ditipu karena RD menjanjikan untuk mengurus tiket pesawat ke Kabupaten Puncak, Distrik Lambewi.

"ET ini merasa dirugikan oleh RD, sehingga dia sendiri yang datang membuat laporan polisi. ET sudah berikan uang secara tunai ke RD sebesar Rp30 juta, namun katanya sampai detik ini tiket yang dijanjikan belum ada," terang Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, saat ditemui Selasa (6/7) sore.

Untuk kasus yang dilaporkan oleh ET ini, kata mantan Kabag Ops ini terjadi pada tanggal 24 Juni lalu sekitar pukul 09.00 wit di Jalan Budi Utomo.

"Uang yang dikasih ET ini cukup banyak, yang jelas laporannya sudah kita terima. Dan ET sendiri masih dalam pemeriksaan penyidik. Kita juga akan memanggil RD yang diduga tersangka untuk melakukan pemeriksaan," kata Dion. (Ignas)

Akses Jalan Trans Nabire Kembali Putus, Masyarakat Minta Dibuatkan Upacara Adat

Kapolsek Kuala saat meninjau Jalan Trans Nabire

MIMIKA, BM

Akses Jalan Trans Nabire yang menghubungkan Mimika dan Deiyai pada Minggu (4/7) kemarin terputus akibat banjir. Akibatnya warga maupun kendaraan maupun kendaraan yang sering melintasi jalur ini terpaksa memakai jalan alternatif.

"Jalan alternatif yang dipakai masyarakat maupun kendaraan itu berada tidak jauh dari jalan yang putus. Jalan itu digunakan disaat cuaca tidak hujan," ungkap Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y. Sera Ayatanoi, Selasa (6/7).

Pihak Balai PU Provinsi Papua dan pihak kontraktor PT.BI sudah melakukan pengecekan perbaikan pengerjaan jalan tersebut.

"Kita kawal mereka ke lokasi untuk melihat langsung. Dari pihak pemerintah Propinsi Papua bersama kontraktor PT.BI saat menyampaikan akan berusaha secepatnya menyelesaikan perbaikan pengerjaan jalan," ungkap Sera.

Dikatakan juga, pada saat tiba di lokasi bersama pihak Balai PU Provinsi Papua dan pihak kontraktor PT.BI, masyarakat yang berada disekitar lokasi sempat memberhentikan pengerjaan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

"Alasan masyarakat karena jalan ini sudah berulang kali putus atau rusak. Sehingga masyarakat meminta untuk diadakan upacara adat agar kejadian ini tidak terulang kembali," ungkapnya. (Ignas)

Top