Hukum & Kriminal

Dua Ancaman yang Paling Diwaspadai Selama Keberlangsungan PON di Mimika

Kapolres Mimika, AKBP I Gde Era Adhinata saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (19/9)

MIMIKA, BM

Salah satu perhatian utama TNI Polri dalam mengamankan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Mimika adalah ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sejauh ini pihak kepolisian terus memantau dan melakukan pengamanan ketat di wilayah yang merupakan jalur perlintasan KKB.

Kapolres Mimika, AKBP I Gde Era Adhinata mengatakan sebagian kelompok bersenjata kini berada di luar wilayah Mimika.

"Sementara ini kita masih melakukan pengejaran dan penjajakan untuk menemukan titik mereka dan semaksimal mungkin kita mengamnakan keamanan dari kelompok KKB ini," ungkapnya.

Bukan hanya KKB, Kapolres Era mengakui bahwa Mimika merupakan wilayah dengan potensi konflik yang terhitung tinggi seperti gesekan antara suku dan kelompok masyarakat.

Guna menjaga agar situasional ini terus terjaga terutama ketika PON mulai dilangsungkan di Mimika maka pihaknya akan langsung bertindak jika ada gejolak.

"Kami tegaskan bahwa sekecil apapun informasi yang berhubungan dengan situasional yang mengancam stabilitas maka kami akan langsung selesaikan jam itu juga. Bukan hari itu juga tapi jam itu juga," tegasnya.

Secara khusus ia juga meminta masyarakat Mimika agar turut membantu mendukung penyelengaraan PON di Mimika.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan selalu bersatu dan bersama menjaga kantibmas. Selain itu dapat menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian jika adanya gejolak ataupun ancaman yang akan menggangu situasional di Mimika.

"Bersama dengan masyarakat, kita harus ciptakan situasi aman dan nyaman bagi semua orang yang akan datang ke Mimika. Baik itu atlet maupun orfficial. Menjaga keamanan adalah tugas dan tanggungawab kami namun kami juga butuh peran serta dari semua masyarakat Mimika untuk sama-sama mewujudkannya," harap Kapolres Era. (Ronald)

BNNK Mimika Ungkap 123 Paket Merupakan Penangkapan Sabu Terbanyak

Pelaku saat ditangkap di Jalan Kartini Ujung

MIMIKA, BM

Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling mengakui pengungkapan terhadap pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial A pada Sabtu malam tanggal 11 September lalu merupakan pengungkapan dengan jumlah terbanyak yakni seberat 111,48 gram dalam 123 paket.

"Pengungkapan kali ini yang paling banyak dimana setelah kita lakukan penimbangan berat bersihnya," ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (15/9).

Kata Mursaling, pihaknya kini masih melakukan pengembangan terhadap jaringan dari tersangka. Pasalnya sabu-sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial I yang berada di Madura daerah Sampang.

"Menurut pengakuannya, awalnya terima BB disalah satu hotel sebanyak 50 paket, kemudian yang sudah terjual 27 paket dan sisa 123 paket itu yang sudah kami amankan," katanya.

Disampaikan bahwa pada saat diamankan pelaku A di Jalan Kartini Ujung tidak didapati BB, namun setelah diinterogasi akhirnya mengakui kalau sabu-sabu disimpan di kostnya yang beralamat di Jalan Serui Mekar, Gang Kaimana.

"Sabu-sabu itu sembunyikan dengan cara di tanam di tanah lalu di tutup papan. Selain BB sabu-sabu juga diamankan BB lainnya berupa alat timbang dan Hp merk VIVO warna hitam," ungkapnya. (Ignas)

TNI Polri Diingatkan Jangan Arogan dan Sewenang-Sewenang

Penyematan pita oleh Kapolres dan Dandim Mimika pada apel Gabungan Operasi Deraku Cartenz

MIMIKA, BM

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengingatkan semua satuan tugas TNI-Polri di Papua termasuk Mimika agar tidak arogansi dan sewenang-wenang saat melakukan pengamanan selama perhelatan PON XX di Papua berlangsung.

Penegasan ini merupakan satu dari tiga hal utama yang diingatkan kapolda agar menjadi pedoman bagi TNI-Polri dalam menjalankan tugas mereka.

Pedoman pertama adalah TNI-Polri diminta untuk menyiapkan diri dengan menjaga kondisi fisik dan mental untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan kontingen dengan menampilkan sikap humanis serta menghindari sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.

Kedua, melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh rasa ketulusan dan keikhlasan serta memelihara semangat pengabdian yang siap membantu, melayani masyarakat dan para kontingen dimanapun dan kapanpun.

Sementara pedoman ketiga adalah menyiapkan segala peralatan sarana dan prasarana untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pengamanan penyelenggaraan PON XX 2021.

Penegasan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri ini dibacakan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata didampingi Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya pada Apel Operasi Deraku Cartenz di Lapangan Timika Indah, Sabtu (18/9) kemarin sore.

Apel Operasi Deraku Cartenz 2021 ini merupakan apel gabungan yang melibatkan TNI-Polri dan pemerintah daerah guna mengecek
sejauh mana kesiapan penyelenggaraan pengamanan PON XX sekaligus mengecek kelengkapan peralatan dan kesiapan institusi lain yang terlibat.

"Penyelenggaraan PON XX bagi warga Papua mempunyai perbedaan yang khas karena bukan hanya sebagai penyelenggara tapi mempunya kebanggaan tersendiri bagi masyarakat,” ujar Kapolda Fikri.

Melalui apel gabungan ini, diharapkan rencana operasi yang telah disiapkan dapat diselesaikan dengan baik, matang dan cepat.

“Jaga sinergitas seluruh stakeholder dalam rangka penanganan PON XX Tahun 2021 sehingga dapat berjalan sukses. Kita berharap para atlet dan masyarakat mengikuti jalannya pertandingan secara aman, tertib, nyaman dan penuh khidmat,” harapnya.

Kapolda mengingatkan seluruh personil TNI-Polri untuk menjaga aktifitas masyarakat dengan memperhatikan peningkatan jumlah penonton saat pertandingan, menjaga lokasi parkir di sekitar venue, serta masalah vaksin sebagai syarat utama dalam menonton pertandingan.

Memahami berbagai permasalahan, gangguan kantibmas dan beragam ancaman yang mungkin terjadi, maka dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan para atlet, kontingen dan officia, Polri dibantu instansi lainnya menyelengarakan operasi kepolisian kewilayahan yakni Operasi Deraku Cartenz selama 30 hari terhitung mulai tanggal 17 September hingga 18 Oktober 2021.

Operasi ini akan digelar dengan kekuatan sebanyak 9.360 pers yang terdiri dari 4.450 Polri, 2.665 TNI, 1.875 TNI VVIP, 730 mitra personel yang akan terselenggarakan di empat kabupaten dan kota penyelenggara.

“Operasi ini diturunkan untuk melaksanakan pengamanan di venue, wisma atlet, tempat penginapan serta tempat-tempat kegiatan masyarakat lain yang perlu diamankan sehingga diharapkan masyarakat dapat menyaksikan pertandingan olahraga dan para atlet dapat berlaga dengan nyaman dan tertib,” jelas Kapolda Papua yang disampaikan Kapolres Mimika.

Usai apel gabungan, Kapolres Era Adhinata mengatakan khususnya untuk Mimika, pengamanan PON akan dibackup oleh 997 personel Polri dan 485 personel TNI yang juga dibantu sejumlah ormas di Mimika.

“Kekuatan ini tidak ada artinya tanpa bantuan dari masyarakat. Kita sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam mendukung kemanan. Karena keamananan bukan hanya aman tapi nyaman dan hikmat. Ini inti dari PON ini,” ungkapnya.

Kepolres Era kembali menegaskan bahwa TNI, Polri dan Basarnas serta instansi lainnya di Mimika akan mendukung pemerintah daerah agar PON XX di Mimika dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Dandim 1710 Mimika menegaskan, ini merupakan harga diri TNI Polri, pemerintah daerah dan masyarakat Mimika untuk menyelenggarakan PON dengan baik.

“Kita bersama-sama TNI Polri dan masyarakat, kita tampilkan kepada para tamu yang datang bahwa kita bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan nyaman. Dibutuhkan peran serta kita semua yang ada di Mimika. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON Cluster Mimika yang turu hadir mendampingi ketua Panwasrah Klaster Mimika, Mayjen TIN (Purn) Gadang Pambudi, pada giat ini menjelaskan bahwa TNI Polri merupakan bagian dari kepanitiaan yang tergabung dalam bidang keamanan Sub PB PON Mimika.

"Kami ucapkan terimaksih untuk semua kesiapan keseluruah pasukan yang berkaitan dengan keamanan di cluster Mimika. TNI-Polri merupakan bagian dari kepanitiaan Cluster Mimika," ungkapnya.

Cesar juga mengatakan menjelang dua pekan pelaksanaan PON di Mimika, secara keseluruhan semua venue sudah siap.

"Terbang layang saja yang sedang dalam proses, kesiapannya sedang dikejar tapi kita juga sudah siapkan alternitif lainnya. Sampai sekarang sebagian kontingen juga sudah datang. Dengan apel ini kita berharap situasi di Mimika selalu aman dan damai sehingga apa yang menjadi doa dan harapan kita bersama untuk penyelenggaraan PON ini berjalan sukses," ungkapnya. (Ronald)

Top