Hukum & Kriminal

Ko Takut Apa?! 600 Personel Brimob Nusantara Jaga PON XX di Timika

Terlihat sejumlah personil Brimob Nusantara saat tiba di Venue Terbang Layang untuk melakukan pengamanan

MIMIKA, BM

600 personel Brimob Nusantara, membackup Polres Mimika dalam mempertebal pengawasan dan pengamanan selama perhelatan PON XX dilangsungkan di Cluster Mimika.

Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Satbrimobda Papua, Kompol Romadhona saat ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika mengatakan tidak perlu ada kekhawatiran tentang situasional di Mimika.

Kata Romadhona, dari 600 personil Brimob yang ada di Timika, 300 anggota merupakan personel Brimob dari Riau, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sulawesi Utara (Sulut).

"Hari ini (Senin) tiba lagi sebanyak 300 personel yang terdiri dari Brimob Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 200 personel dan Brimob Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 100 personel," katanya.

Semua anggota yang tergabung dalam Brimob Nusantara dibagi untuk pengamanan di semua cabor maupun di tiap-tiap venue yang ada di Kabupaten Mimika.

"Tugas mereka lebih fokus untuk pengamanan PON hingga usai. Namun kalau ada perintah lanjut dari pimpinan, tinggal disesuaikan saja," ujar Romadhona. (Ignas)

Jambret Kembali Beraksi, Hanphone Wartawan Dijambret Dari Atas Motor

Ilustrasi penjambretan handphone (Foto Google)

MIMIKA, BM

Apa jadinya jika kejadian ini dialami oleh salah seorang atlet yang akan berlaga pada PON XX di Mimika? Ceritanya pasti panjang......

Aksi nekat mencuri di atas motor dan kemudian pergi begitu saja, kembali terjadi di bilangan Jalan Budi Utomo, Sabtu (25/9) malam sekitar pukul 20.00 Wit.

Kejadian ini dialami oleh seorang wartawan senior di Mimika sekaligus pimpinan media Gyroid, Yohannes S Nussi saat berada di atas motor ojek yang ditumpanginya.

"Habis kegiatan Bimtek (media centre-red), malamnya saya dan isteri pulang. Karena kendaraan di pakai, kami naik ojek secara terpisah. Hape saya dirampas saat mau masuk ke kompleks rumah saya," ujarnya kepada BM.

Nussi mengakui bahwa saat itu banyak kendaraan yang melintas namun para penjambret tetap berani melakukan aksi mereka. Bahkan ia dan tukang ojek yang mengantarnya tidak pernah membayangkan kejadiannya begitu cepat.

"Saya kaget karena hape saya taruh di paha, sampai di samping Lantas Timika langsung dicuri. Mereka ada dua orang dengan motor. Kita tidak bisa kejar karena padat kendaraan tapi mereka lari terobos dengan cepat," ungkapnya.

Agar kejadian tersebut tidak lagi menimpa warga yang lain maka Nussi berharap agar masyarakat jangan memperlihatkan hanpdhone saat berkendaraan.

"Saya berharap kejadian ini tidak lagi terjadi sama orang lain. Mungkin pencurinya lebih butuh hape itu dari saya jadi saya ikhlaskan saja. Ini jadi pelajaran buat kita semua untuk lebih hati-hati," harapnya.

Walau demikian, Nussi mengatakan Mimika saat ini berada dalam euforia penyelenggaraan PON XX. Ia berharap hal seperti ini juga jadi perhatian pihak keamananan.

"Mungkin dengan adanya polisi di jalan, akan sedikit memberikan rasa aman kepada semua orang dan memberikan rasa takut kepada mereka (penjambret-red) ketika mereka berencana melakukan aksi jambret. Apa jadinya kalau kejadian ini dialami oleh tamu atau atlet yang datang ke Timika?," ungkapnya. (Ronald)

Pengamanan PON di Kuala Kencana : Semutpun Tidak Akan Lewat

Kapolres Mimika AKBP I Gde Era Adhinata

MIMIKA, BM

Pada Maret tahun lalu, di Kuala Kencana terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), tepatnya di area kanan parkir OB dan area parkir Gereja Betlehem Kuala Kencana.

Penembakan tersebut mengakibatkan adanya dua korban, yakni seorang karyawan WNA (bule-red) dan seorang WNI.

Dengan adanya kejadian tersebut, maka wilayah Kuala Kencana akan menjadi salah satu prioritas pengamanan TNI Polri ketika PON XX di gelar di Mimika.

Pasalnya, lintasan di Kuala Kencana akan digunakan sebagai tempat penyelengara dua mata lomba atletik yakni marathon dan jalan cepat.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memastikan bahwa penyelenggaraan PON di wilayah Distrik Kuala akan berjalan dengan aman. Kuala Kencana akan dilakukan pengamanan secara ketat.

Kapolres bahkan menegaskan bahwa jangankan kelompok kriminal bersenjata, semutpun tidak akan dibiarkan lewat.

"Kami akan keliling habis wilayah itu! Semutpun tidak akan kami biarkan untuk lewat. Kami pastikan bahwa Kuala Kencana akan aman dari segala macam gangguan," tegasnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (19/9).

Pada momen ini Kapolres Era juga membantah adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok KKB di areal PTFI (mile 61), beberapa hari lalu.

"Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya proyektil, atau adanya tanda-tanda penembakan. Saya pastikan itu bukan penembakan. Wilayah Tembagapura sejauh ini juga daam situasi aman dan tidak ada gangguan apa-apa," ujarnya. (Ronald)

Top