Hukum & Kriminal

Jika Mereka Ini Gabung Jurus, Banyak Korban Dapat Diselamatkan Secepat Mungkin

Tim gabungan saat mengevakuasi para korban

MIMIKA, BM

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Mimika menggelar simulasi pertolongan kecelakaan pada kendaraan di Lapangan Pasar Eks-Swadaya, Selasa (29/6).

Simulasi diikuti oleh 50 personil dan merupakan gabungan dari instansi teknis seperti Direktorat Lalu Lintas, Direktorat Sabhara, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, TNI, Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Dinas Perhubungan Mimika Jania Basir, Kepala BPBD Mimika Yossia Lossu, Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Mimika Iptu Devrijal dan perwakilan TNI serta pemuka agama turut hadir melihat jalannya simulasi.

Dalam simulasi ini, dikisahkan sedang terjadi kecelakaan kendaraan yang mengakibatkan enam orang mengalami dampaknya.

Ada satu penumpang yang terjepit, satu berada di bawah mobil dengan kondisi patah tulang kaki kanan, satu lainnya mengalami shock sementara tiga orang mengalami luka ringan.

Berkat kesiapsiagaan tim gabungan SAR dalam menangani korban serta didukung peralatan yang memadai, proses evakuasi berjalan lancar dan para korban segera mendapat pertolongan pertama.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Geroge L. Mercy Randang mengatakan tahapan bermula dari adanya laporan masyarakat ke Satlantas Mimika.

Karena situasi urgent untuk diberikan pertolongan cepat, Lantas kemudian menghubungi dinas terkait seperti Dishub, Damkar, Basarnas dan TNI untuk mengamankan lokasi guna menyelamatkan para korban.

“Ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menghadapi even besar seperti PON XX dan Pesparawi XIII. Kolaborasi ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa ada dukungan dari instansti teknis,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi gabungan SAR ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemda bersinergi dengan instansi terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ketika ada even besar yang akan dilaksanakan di Timika.

“Intinya bagaimana percepatan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Disaat yang bersamaan Kasatlantas Mimika Iptu Devrijal mengatakan pihaknya dalam simulasi ini turut mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, pengamanan dilakukan agar pihaknya dapat menetralkan situasi, memberikan pertolongan pertama dan segera mengevakuasi para korban.

“Kita langsung menghubungkan dengan instansi terkait untuk lancarnya pada saat mengolah TKP daripada kecelakaan lalu lintas tersebut,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala BPBD Mimika Yossia Lossu mengatakan Pemadam Kebakaran (Damkar) hadir untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran dan membantu upaya penyelamatan terhadap korban yang terjebak di bawah mobil.

“Untuk pertama kali kami berkolaborasi seperti ini. Nampak sekali kita tahu si A kerja apa dan si B kerja apa. Latihan ini sangat membantu! Kami berharap latihan kolaborasi ini ke depan dilakukan lagi oleh Basarnas,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Mimika Jania Basir mengatakan bahwa pertolongan pada kecelakaan kendaraan bukan hanya menjadi tanggung jawab Basarnas dan Lantas saja tetapi juga seluruh instansi terkait.

“Kita dapat lihat jika semua bergerak cepat maka semua akan dapat kita atasi dengan cepat juga,” tutupnya.

Berikut kilasan simulasi pertolongan pada kecelakaan kendaraan yang digelar tadi.

Tim Polres Lantas dan Patroli Sabhara mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban luka ringan untuk diamankan dan diperiksa.

Tim pemadam kebakaran menerima laporan kejadian dan langsung menuju lokasi tkp. Setibanya disana, tim damkar langsung memadamkan api yang menyulut. Api pun berhasil dipadamkan.

Namun ditemukan ternyata ada korban kecelakaan yang terkapar di bawah mobil. Korban mengalami patah tulang belakang sehingga perlu penanganan khusus.

Dengan alat khusus dan sigap serta telaten, tim damkar berhasil memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban untuk kemudian mendapatkan pertolongan dari PMI.

Disaat bersamaan tim rescue Basarnas tiba dan mempersiapkan peralatan vehicle accident rescue dan briefing untuk mengevakuasi satu korban yang terjepit dalam mobil.

Setelah melakukan clear area, tim basarnas berhasil membuka pintu mobil dan memberikan pertolongan kepada korban untuk kemudian ditangani oleh tim RSUD atau Dinas Kesehatan Mimika.

Simulasi ini juga mendapatkan apresiasi dari sebagian warga Mimika yang menontonnya. Tepuk tangan meriah menjadi penutup bagaimana mereka mengapresiasi simulasi ini. (Elfrida)

TNI - Polri Berhasil Tenangkan Dua Kelompok Yang Saling Serang

Aparat gabungan saat tiba di TKP dan mengamankan kedua kelompok yang bertikai 

MIMIKA, BM

Aksi saling serang antar dua kelompok masyarakat di Jalan Sesna dekat pertigaan Jalan Kartini Ujung dan Patimura Ujung ,Senin (28/6) sore, berhasil ditenangkan oleh pihak keamanan TNI - Polri.

Berdasarkan pantauan wartawan BM di lapangan, aksi saling serang dua kelompok menggunakan alat tajam ini dipicu karena persoalan lahan.

Perselisihan dua kelompok masyarakat yang saling serang ini membuat warga di sekitar lokasi menjadi panik dan ketakutan.

Pihak kepolisian diback-up Brimob Polda Kalsel dan TNI langsung menuju lokasi kejadian untuk menenangkan kedua kelompok tersebut.

Akibat kejadian ini ada beberapa rumah warga di sekitar lokasi yang terkena lemparan batu dan menyebabkan kaca rumah pecah dan sebuah pondok terbakar.

Bahkan beberapa pekerja bangunan yang tidak tahu persolan sempat ditodong dengan panah saat terjadi aksi saling kejar antar dua kelompok yang bertikai.

"Saya punya tukang yang sedang kerja saja mereka datang todongkan panah. Untung kami bilang kami tidak ikut terlibat dalam persolan itu," ungkap seorang ibu rumah tangga.

Usai berhasil menenangkan dua kelompok tersebut, Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim, Iptu Lexi Mediyanto mengingatkan agar kedua kelompok tidak lagi bertikai dan mengajak mereka mencari solusi bersama.

"Kita akan fasilitasi dan panggil semua pihak untuk diselesaikan. Jadi saya harap kedua pihak tidak boleh lakukan tindakan apapun dan tidak boleh saling mengganggu lagi," tegasnya.

Usai memberikan arahan kepada kedua kelompok secara terpisah, masing-masing perwakilan diminta untuk melakukan pertemuan dengan pihak keamanan.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi kejadian kembali normal dan masyarakat terlihat kembali beraktifitas seperti biasa. (Ignas)

Gedung DPRD Steril, 12 Anggota DPRD Mimika Periode 2014-2019 Lakukan Pertemuan Dengan Polisi

Material yang menutupi pintu masuk sudah dibersihkan

MIMIKA, BM

Sejumlah anggota DPRD Mimika periode tahun 2014 - 2019 pada Senin (28/6), pagi tadi melakukan pemalangan di kantor DPRD dengan meletakan material di depan pintu masuk dan keluar.

Selain material, terlihat juga sejumlah spanduk yang dipajang di pintu gerbang tertulis tuntutan kepada Gubernur Papua untuk segera melaksanakan putusan PTTUN No.193/B/2020 PT.TUN MKS tanggal 7 Januari 2021.

Mereka meminta untuk mengembalikan status kedudukan, harkat dan martabat anggota DPRD Kabupaten Mimika untuk melaksanakan jabatan sisa selama satu tahun.

Usai melakukan pemalangan di Kantor DPRD Mimika, sejumlah anggota DPRD Mimika masa periode 2014 - 2019 lakukan pertemuan di Kantor Pelayanan Polres Mimika terkait dengan aksi pemalangan tersebut.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Fox Dei Paron Helan, SIK, membenarkan adanya pemalangan tersebut oleh sejumlah anggota DPRD Mimika periode 2014 - 2019.

"Mereka sekitar 12 orang dan mereka sudah lakukan pertemuan di Polres setelah menerima penjelasan dari kita bahwa pemalangan terhadap tempat-tempat simbol negara itu tidak dibenarkan," katanya.

Untuk material yang masih menumpuk di depan pintu masuk dan pintu keluar Kantor DPRD Mimika, kata Dion sedang menunggu alat berat guna untuk dipindahkan.

"Lagi tunggu alat berat. Dan anggota berjumlah kurang lebih 30 personil lagi stand by disini," katanya.

Sementara itu, pantauan wartawan BeritaMimika, sejumlah material yang ditumpukan guna menghalangi pintu masuk dan keluar telah dibersihkan. Sejumlah anggota polisi juga sudah ditempatkan di Gedung DPRD Mimika.

Beberapa waktu lalu juga tengah dilakukan pertemuan sejumlah anggota DPRD Mimika masa periode 2014 - 2019 dengan Waka Polres Mimika, Kompol Sarraju. (Ronald)

Top